Wanginya Minyak Nilam
Ilustrasi minyak nilam
Minyak nilam adalah sejenis minyak atsiri yang berasal dari tumbuhan nilam. Tumbuhan nilam ini berupa semak yang tingginya bisa mencapai satu meter. Tumbuhan ini biasanya terdapat di lingkungan yang teduh, hangat, dan lembab. Tumbuhan ini mudah layu jika terkena sinar matahari langsung atau kekurangan air. Bunganya wangi dan bijinya kecil.
Di India, tanaman nilam sudah dikenal sejak zaman purba. Tanaman nilam digunakan sebagai bahan pewangi. Di India, tanaman nilam juga digunakan sebagai bahan pengusir serangga pada kain. Pada pertengahan abad ke-19, pabrik-pabrik tekstil di Prancis mendatangkan daun nilam kering untuk produksi tekstil mereka.
Minyak nilam berasal dari daun dan bunga tumbuhan nilam. Minyak nilam yang baik memiliki kadar PA di atas 30 persen, warnanya kuning jernih dan memiliki aroma khas yang sulit hilang. Mutu minyak ini ditentukan oleh faktor prapanen dan pascapanen.
Faktor prapanen adalah bahan tanaman, teknik budidaya, faktor lingkungan, cara, dan waktu panen yang memengaruhi produktivitas dan mutu bahan olah. Sedangkan yang termasuk faktor pasca panen adalah penanganan bahan olah, cara pengolahan termasuk peralatan yang digunakan, pengemasan, dan penyimpanan yang semuanya akan berpengaruh terhadap mutu produk akhir yang berupa minyak nilam.
Minyak ini dihasilkan dengan cara penyulingan yang menggunakan uap langsung atau uap dan air. Nilam disuling selama 4 sampai 6 jam. Alat suling yang digunakan adalah besi tahan karat atau stainless steel agar minyak yang diperoleh berwarna lebih muda dan jernih.
Lingkungan tempat tumbuhnya tanaman nilam akan memengaruhi mutu minyak nilam. Kandungan minyak dari dataran rendah akan lebih tinggi daripada kandungan minyakyang ditanam di dataran tinggi. Tapi, nilam dari dataran tinggi memiliki kandungan patchouli alkohol yang lebih tinggi daripada yang ditanam di dataran rendah.
Kandungan patchouli alkohol inilah yang akan menentukan kualitas minyak. Kualitas minyak yang berasal dari tanaman nilam yang dipelihara secara intensif juga akan lebih baik dibandingkan minyak yang dihasilkan dari tanaman nilam yang dibiarkan tumbuh liar.
Minyak nilam memiliki beberapa senyawa, di antaranya adalah a-patchoulien, buonesen, banzaldehid, kariofilen dan patchouli alkohol. Patchouli alkohol inilah yang paling banyak terkandung di dalam minyak ini. Standar kualitas minyak nilam di seluruh dunia memang belum seragam.
Setiap negara punya standar masing-masing untuk minyak yang dibutuhkan untuk industrinya. Indonesia menetapkan standar mutu minyak ini untuk ekspor dengan berat jenis 0,943-0,983, indeks bias 1,504-1,514, bilangan ester maksimum 10,0, bilangan asam 5,0, warna kuning muda sampai cokelat, dan tidak tercampur dengan bahan lain. Sebelum diekspor, minyak ini harus diuji terlebih dahulu untuk menentukan kualitasnya di laboratorium.
Sebagai Bahan Pembuatan Parfum
Karena aromanya yang kuat inilah, minyak ini banyak digunakan dalam industri parfum. Hampir sepertiga dari produk parfum di dunia ini terbuat dari minyak nilam, khususnya parfum untuk kaum pria. Selain sebagai bahan pembuat parfum, minyak ini juga dipakai sebagai pewangi kertas tisu, pewangi deterjen pakaian dan pewangi ruangan, juga pengusir serangga perusak pakaian.
Bagi orang Eropa, aroma minyak nilam dianggap ‘mewah’. Namun biasanya, orang menganggap bahwa wangi minyak ini dapat menenangkan. Di beberapa negara, seperti Malaysia, Madagaskar, Paraguay, Brasil, Cina dan Indonesia, minyak ini dikembangkan menjadi essential oil.
Minyak ini dimanfaatkan sebagai obat-obatan, misalnya antiseptik, anti jamur, obat eksim dan kulit pecah-pecah, untuk mengatasi ketombe, bahkan untuk membantu mengurangi kegelisahan dan depresi. Minyak ini juga bersifat afrodisiak. Sedangkan di Eropa dan Amerika, minyak ini digunakan untuk bahan industri pembuatan minyak wangi dan parfum kosmetik.
Nilam di Indonesia
Indonesia termasuk penghasil minyak nilam terbesar di dunia. Menurut Marlet Study Essential Oils and Oleoresin, produksi minyak nilam Indonesia bisa mencapai 450 ton per tahun. Sebagian besar minyak Indonesia diekspor ke Eropa dan Amerika. Minyak nilam Indonesia sudah dikenal sejak 65 tahun yang lalu. Saat ini, Indonesia adalah pemasok utama minyak nilam dunia, yaitu sekitar 90 persen dari kebutuhan minyak nilam dunia.
Dari berbagai minyak atsiri yang ada, minyakini paling berpotensi untuk dikembangkan. Dunia membutuhkan 1200 hingga 1400 ton minyak setiap tahunnya, tapi saat ini produksi minyak nilam sedunia masih mencapai 1000 ton per tahun. Minyak ini secara terus menerus dibutuhkan dalam industri parfum, kosmetik, dan sabun. Belum ada produk alami atau senyawa sintetis yang mampu menggantikan peran minyak ini dalam industri parfum dan kosmetik.
Di Indonesia, ada tiga jenis minyak yang terkenal, yaitu minyak nilam Aceh, minyak nilam Jawa, dan minyak nilam sabun. Hingga saat ini, belum ada yang mampu menandingi minyak nilam produksi Indonesia. Yang saat ini paling mendekati minyak nilam Indonesia adalah minyak nilam dari Afrika.
Minyak nilam produksi Indonesia yang dianggap terbaik adalah minyak nilam dari Aceh. Saat ini, lembaga Internasional Caritas Szech Republic (CCR) sedang merancang hak paten untuk minyak nilam Aceh. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menyelamatkan kualitas minyak nilam terbaik di dunia itu.
Menurut CCR, dengan adanya hak paten terhadap minyak nilam Aceh itu, maka tidak ada lagi daerah yang melakukan manipulasi. Selama ini, ada temuan bahwa di daerah-daerah lain melakukan pencampuran minyak nilam Aceh dengan minyak nilam dari daerah setempat. Ini tentu saja mengubah kualitas minyak nilam Aceh. Menurut penelitian yang dilakukan di IPB, minyak nilam Aceh memiliki kualitas terbaik dengan kandungan minyak 2,5 persen sampai 3,3 persen.
Sampai saat ini, harga minyak nilam Aceh masih paling tinggi dibandingkan dengan minyak nilam dari daerah lain. Perbedaan harganya bisa mencapai Rp150.000,00 per kilogram. Oleh karena itu, pematenan minyak nilam Aceh memang diperlukan untuk melindungi para petani nilam yang ada di wilayah paling barat Indonesia itu.
Manfaat Nilam bagi Kesehatan
Minyak nilam sangat dibutuhkan dan dimanfaatkan oleh para produsen spa. Hal ini karena minyak nilam memiliki khasiat yang cukup baik bagi kesehatan dan kesegaran tubuh. Oleh para produsen spa, minyak nilam itu diolah dalam pembuatan sabun, sampo, dan kosmetik lainnya. Di sini, minyak nilam berfungsi sebagai pengikat bau. Itulah sebabnya, mengapa industri kosmetik sangat membutuhkan minyak nilam. Selain itu, masih ada lagi beberapa manfaat minyak nilam, khususnya yang berhubungan dengan dunia kesehatan, yaitu:
- Digunakan untuk membuat aromaterapi karena mampu memberikan rasa tenang dan nyaman. Untuk keperluan ini, minyak nilam biasanya dicampur dengan cendana, mawar, melati, mur, atau jeruk.
- Untuk pijat. Jika dipijat dengan menggunakan minyak nilam, maka pikiran dapat lebih tenang, saraf-saraf juga menjadi lebih lemas, serta membantu menghilangkan stress.
- Radang kulit (dermatitis) dan penyakit kulit lain dapat diatasi dengan minyak nilam.
- Minyak nilam dapat digunakan sebagai antiseptik, sehingga membantu menyembuhkan luka dan mencegah infeksi.
- Minyak ini memiliki sifat anti-aging, sehingga banyak produk perawatan kulit yang menggunakan minyak nilam. Dengan demikian, minyak nilam dapat membantu kulit menjadi sehat dan lebih muda, mengatasi bekas luka, dan kulit kering. Minyak nilam juga bisa membantu penyembuhan bisul, jerawat atau menghilangkan bekas luka.
- Minyak nilam dapat membantu mencegah bau badan, sehingga sering digunakan sebagai salah satu bahan pembuat deodorant.
- Aroma minyak nilam tidak disukai oleh serangga, sehingga dapat membantu melindungi rumah dari serangga.
Minyak nilam memang mempunyai segudang manfaat, selain digunakan sebagai bahan pembuatan farfum, minyak nilam juga ternyata berguna untuk membantu menjaga kesehatan. Oleh karena itu, kita perlu melestarikan pohon nilam ini serta mengggunakannya secara bijaksana.

