Angkor, Salah Satu Misteri Dunia yang Hilang
Ilustrasi misteri dunia yang hilang
Seperti yang sering dikatakan ilmuwan baik para fisikawan maupun sejarawan, dunia ini tak bisa diungkap dengan pengetahuan. Dunia akan menunjukan rahasianya kepada manusia dengan caranya sendiri. Salah satunya adalah misteri dunia yang hilang di bumi ini, salah satunya peradaban Altlantis.
Konon pada zaman duhulu ada sebuah negara maju yang disebut sebagai Atlantis. Namun, sekarang negara itu telah lenyap bersama sejarah perbadaban dan materi pembentuknya. Sampai saat ini Atlantis masih mengundang berbagai pertanyaan. Apakah Atlantis, yang kabarnya jauh lebih modern dari peradaban seperti yang kita jalani sekarang, benar-benar ada?
Artikel ini akan membahas misteri dunia yang hilang lainnya, yang tidak kalah menarik dengan kisah Atlantis, yakni cerita mengenai misteri Angkor dan Angkor Wat. Sebuah kota kekuasaan Kerajaan Khmer yang di dalamnya terdapat kuil megah bagi pemuja dewa Wisnu. Angkor sempat lenyap beberapa abad dari realitas dunia, karena tertutupi sebuah hutan yang sangat lebat di Kamboja.
Mitos setempat menyebutkan bahwa zaman dahulu di seputaran Phm Penh, Kamboja, ada sebuah yang kuil yang dibangun oleh para dewa untuk keindahan dunia. Namun, dengan kentalnya mitos yang berkembang menyebabkan tak ada yang pernah berani mencari dan menemukan keberadaannya.
Misteri Dunia yang Hilang: Ditemukannya Angkor di Tengah Hutan Belantara
Selama ratusan tahun, kota Angkor dan Kuil Angkor Wat terbenam di dalamnya belukar hutan Kamboja. Hingga akhirnya misteri dunia yang hilang ini ditemukan kembali di tahun 1850-an. Saat itu, Kamboja sudah memasuki masa dunia modern, dengan Ang Duong sebagai pemimpinnya. Hubungan Kamboja dengan negara-negara Eropa saat itu cukup intens, terutama terkait perdagangan dan kolonialisme abad ke-19.
Adalah Henri Mouhot, seorang ahli biologi Prancis yang menemukan sisa-sisa kota dan sebuah kuil raksasa yang ditinggalkan begitu saja oleh penduduknya. Saat itu, ia sedang berada dalam sebuah ekspedisi ilmiah terkait penelitian jenis-jenis tanaman tropis bersama British Royal Geographic Society. Segera setelah itu Henri Mouhot dan rekan-rekannya berusaha untuk mencari tahu asal-usul reruntuhan yang mereka temukan di tengah hutan Kamboja itu.
Kuil yang sudah sangat tua dan berlumut itu bernama Angkor Wat. Penemuan kuil ini menjadi jalan untuk menenukan sebuah kota yang pernah lenyap ditelan peradaban. Kota itu adalah Angkor, sebuah ibu kota, pusat pemerintahan kerajaan Khmer. Konon kota itu berdiri sejak tahun 880 hingga 1225 Masehi. Namun sejak abad ke 12 Masehi, setelah semua rakyat dan raja mati akibat peperangan, kota Angkor lenyap bersama dengan peradaban dan sejarahnya.
Henri Mouhot mempublikasikan penemuannya ke dunia Barat dengan pendeskripsian yang sangat hebat sehingga membuat banyak ilmuwan Barat terpesona akan keagungan kuil Angkor Wat dan sisa-sisa misteri dunia yang hilang itu. Teka-teki mengenai asal-usul kuil Angkor Wat kemudian terjawab setelah seorang ahli etnologi Jerman bernama Adolf Bastian meneliti keterkaitan bentuk arsitektur kuil Angkor Wat dengan budaya dan arsitektur India kuno.
Rupanya, keberadaan sisa-sisa misteri dunia yang hilang di Kamboja ini menyebabkan Kamboja diperebutkan oleh negara-negara Barat yang ingin menguasainya secara politis. Prancis bekerja sama dengan negeri Siam (kini Thailand) untuk menduduki wilayah Kamboja, terutama area ditemukannya reruntuhan kota Angkor dan kuil Angkor Wat. Akhirnya pada tahun 1863, Prancis resmi menduduki Kamboja (dan wilayah Angkor Wat).
Baru saja muncul dari lebatnya rimba Kamboja, Angkor sudah diperebutkan sedemikian rupa saking indah dan fenomenalnya. Setelah penemuannya ini, penelitian demi penelitian atas kuil Angkor Wat dan kota Angkor terus dilakukan, sehingga sejarah kuil dan kota megapolitan di masa silam ini semakin terbuka.
Misteri Dunia yang Hilang: Profil Kota Angkor dan Kuil Angkor Wat yang Megah
Kota Angkor dibangun sejak zaman kerajaan Funan. Di mana sekumpulan orang India yang hijrah ke Kamboja membangun peradaban itu selama empat abad. Kota pusat misteri dunia yang hilang ini terletak di sebelah barat ibu kota Kamboja. Puing-puing kehancurannya ditemukan di dalam hutan di sebelah utara Danau Besar Tonle Sap, dekat Seim Reap.
Di dalam Kota Angkor yang luas itu dibangun beberapa kuil untuk pemujaan pada dewa-dewa Hindu. Itu menandakan bahwa Angkor merupakan tempat bersejarah perkembangan agama Hindu yang sempat hilang di Kamboja. Kini garis yang memutuskan antara Hindu di India dan Hindu di Kamboja sudah teruangkap dengan di temukannya Angkor.
Meskipun banyak ditemukan kuil, Angkor Wat tetap menjadi bangunan yang tertinggi di dalam kompleks candi tersebut. Bangunan tersebut diberikan untuk persembahan dewa Wisnu, di dalamnya terdapat patung Wisnu yang sangat besar dengan kedelapan tangannya. Konon kuil Angkor adalah kuil agama Hindu terbesar di dunia. Bahkan kuil ini jauh lebih besar daripada Candi Prambanan yang kita miliki. Angkor Wat sudah ditetapkan menjadi salah satu keajaiban dunia oleh UNESCO dan menjadi warisan dunia yang perlu dilestarikan.
Sebelum memasuki kuil Angkor Wat, akan tampak gerbang kuil yang dihiasai patung ular raksasa berukuran panjang yang melingkar. Ular tersebut merupakan lambang kesuburan rakyat Kamboja. Kuil ini terdiri atas lima bangunan utama yang tersusun berundak-undak layang, seperti candi Hindu di Indonesia. Di sekeliling kuil utama dibangun juga kuil-kuil kecil yang mengeliling bangunan utama. Dalam dinding-dinding kuil diukirkan relief-relief kuno yang bercerita tentang ajaran agama Hindu.
Masa pembangunan Angkor Wat diduga ketika kerajaan Khmer dipimpin oleh Raja Suryavarman II yang berkuasa lebih dari 30 tahun. Sayangnya, setelah kerajaan Siam meluluhlantakkan kerajaan tersebut, kota Angkor lenyap menjadi mitos yang berkepanjangan. Dan ditemukan kembali setelah 6 abad berselang. Inilah misteri dunia yang hilang dan akhirnya dapat ditemukan kembali, sehingga menjadi salah satu sejarah dunia yang membanggakan.
Misteri Dunia yang Hilang: Meneliti Kehancuran Kota Angkor dan Kerajaan Khmer
Walaupun asal-usul dan kegunaan kota Angkor dan kuil Angkor Wat telah diketahui, sebab keruntuhan Kerajaan Khmer dan ditinggalkannya kota Angkor menjadi kota mati telah menjadi misteri dunia yang hilang bagi para peneliti selama berpuluh-puluh tahun.
Akhirnya di tahun 2009 silam para arkeolog dan ilmuwan lainnya berhasil memahami sebab runtuhnya kebudayaan yang besar dan maju di masanya itu. Kerajaan Khmer merupakan kerajaan makmur yang wilayahnya sangat luas, mencakup wilayah yang kini menjadi negara Thailand, Laos, Vietnam, dan Kamboja.
Dengan kekuasaan yang luas itu, Kerajaan Khmer tidak banyak meninggalkan jejaknya. Yang ada hanya Kuil Angkor Wat, sisa-sisa jalan, saluran air, kanal, dan penampungan air. Meski peninggalannya tidak banyak, dari apa yang mereka tinggalkan kita tentu dapat memahami betapa majunya peradaban Kerajaan Khmer saat itu.
Berpuluh-puluh tahun, beragam teori berusaha menjawab satu pertanyaan: Bagaimana bisa sebuah kerajaan yang sangat makmur, kuat, maju, dan sejahtera bisa musnah? Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa kerajaan ini musnah karena kalah perang.
Akan tetapi ternyata fakta berkata lain. Hasil penelitian yang paling valid dan paling baru menunjukkan bahwa kerajaan ini, terutama ibu kotanya di Angkor, ditinggalkan oleh penduduknya akibat kekeringan berkepanjangan.
Penelitian mengindikasikan bahwa masyarakat kota Angkor dan daerah lain di kerajaan Khmer menampung air hujan dalam penampungan-penampungan besar untuk keperluan sehari-hari. Sekali waktu, musim kering berkepanjangan menimpa mereka. Dan mau tak mau mereka yang masih hidup harus bertahan dengan mencari air di tempat lain dengan meninggalkan kota Angkor.
Selanjutnya, para peneliti kembali membuat sebuah kesimpulan logis melalui penelitian mereka atas kota yang hilang ini. Kekeringan yang terjadi di Angkor rupanya adalah imbas dari perbuatan manusia sendiri. Mereka tidak menjaga hutan dengan baik, malah semakin sering membuka hutan karena semakin mendesaknya kebutuhan atas lahan kosong untuk hidup dan bercocok tanam.
Hilangnya hutan berarti hilangnya sumber air. Oleh karena itu saat musim kemarau tiba, mereka kehabisan cadangan air hujan yang mereka tampung dan tidak dapat menemukan air di dalam tanah di mana pepohonannya telah mereka singkirkan. Rupanya misteri dunia yang hilang kebudayaan Angkor dan kerajaan Khmer ini memberikan pelajaran berharga bagi kita untuk hidup berdampingan dengan alam.
Menyibak Misteri Dunia yang Hilang - Atlantis
Misteri dunia yang hilang pertama kali dibahas oleh kalangan akademisi karena sebuah buku karangan Plato yang hidup di tahun 427 sampai 347 SM. Buku tersebut berisi catatan dialog filsuf terkenal asal Yunani itu, Plato.
Buku Karangan Plato
Pada buku pertama, berjudul Timaeus, mengungkap bahwa Plato menceritakan tentang pulau-pulau yang dikelilingi samudra luas. Di salah satu pulau yang terbesar, terdapat sebuah kerajaan dimana peradaban dan ilmu yang dimilikinya sudah tinggi. Kerajaan tersebut bernama Atlantis.
Plato berkisah bahwa Atlantis sedang bersiap-siap memerangi Athena, tempat tinggalnya. Tetapi, sebuah bencana besar berupa gempa bumi dan gunung meletus menyebabkan pulau dimana kerajaan Atlantis berada itu tenggelam hanya dalam waktu satu malam saja.
Di catatan tersebut, misteri dunia yang hilang atau pulau tempat kerajaan Atlantis berada digambarkan oleh Plato berada di Selat Mainstay Haegelisi. Dimana letak selat tersebut? itulah yang hingga kini masih menjadi misteri.
Negeri yang Kaya
Dalam buku kedua yang berjudul Critias, dialognya menceritakan tentang riwayat sebuah daratan raksasa yang ada di perairan samudra Atlantik Di sana terdapat kerajaan yang sangat maju dan kaya raya. Emas serta perak dengan mudah mereka dapatkan hingga pagar-pagar kerajaan yang bernama Atlan itu, terbuat dari emas dan perak.
Plato yang berguru pada Socrates, mendengar gurunya berkata bahwa cerita tentang dunia yang hilang, atau cerita tentang kerajaan Atlantis itu bukan sebuah kisah karangan belaka, melainkan benar-benar terjadi.
Ia mendapatkan riwayat tersebut dari biksu dan rahib di Mesir yang tidak berdusta dan mengarang cerita.
Dimana Atlantis Berada?
Hingga kini, misteri dunia yang hilang atau kisah tentang kerajaan Atlantis itu masih menjadi misteri nomor satu di dunia ini. Beberapa ahli mengatakan, berdasarkan buku Plato, maka lokasi keberadaan Atlantis terdapat di sekitar samudra Atlantik.
Hal tersebut semakin dikuatkan dengan beberapa penemuan bekas-bekas kebudayaan manusia di beberapa tempat di dasar samudra Atlantik. Penemuan tersebut berupa struktur batuan yang berbentuk seperti jalanan berukuran sangat panjang.
Juga bangunan menyerupai piramida diketemukan di sekitar segitiga Bermuda yang terdapat di samudra Atlantik. Namun, hingga kini para ilmuwan masih belum bisa memastikan apakah bangunan itu adalah merupakan lokasi terbenamnya pulau raksasa yang menjadi misteri itu.

