logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Fikih

Misteri Kubur - Berziarah ke Alam Barzakh


Ilustrasi misteri kubur

Misteri kubur menjadi sebuah misteri bagi manusia. Sama halnya dengan misteri alam gaib, misteri kubur tidak bisa ditalar dengan logika. Semuanya serba gaib, misteri, dan takterlihat secara kasat mata.

Dalam ajaran agama Islam, misteri kubur sebenarnya bukan lagi cerita yang dapat membuat heran. Misteri kubur sudah “cukup akrab” dengan umat muslim. Dalam ajaran agama Islam, misteri kubur ikut dijabarkan dalam beberapa hadis atau ayat-ayat al-qur’an.

Penjabaran tentang misteri kubur dimaksudkan untuk mengingatkan umat manusia tentang kematian. Tentang kehidupan yang sebenar-benarnya tidak abadi, dan cerita tentang adanya kehidupan abadi setelah kehidupan yang semu dan fana ini.

Keberadaan cerita misteri kubur tentu saja tidak mungkin dialami oleh mereka yang masih hidup. Mereka yang masih menunaikan tugasnya sebagai manusia di dunia hanya akan mengetahui cerita tentang misteri kubur ini dari buku-buku keagamaan. Berbeda bagi mereka yang memang sudah meninggal.

Manusia yang sudah meninggal, dalam ajaran Islam, berada sebuah alam yang dikenal dengan alam barzakh. Ketika manusia dikubur, ketika itu jugalah manusia menjadi “penduduk baru” di alam barzakh. Alam barzakh adalah gerbang manusia untuk menuju alam yang lebih abadi. Sekaligus gerbang pembuka cerita dari misteri kubur yang selama ia hidup menjadi misteri.

Pengertian barzakh atau biasa orang menyebut alam kubur adalah “hari kehancuran”. Sebab, hari tersebut adalah hari kematian dan terputusnya segala urusan dan perkara. Tidak ada teman, sanak famili apalagi harta benda yang dibawa. Ini adalah awal cerita dari pembuktian misteri kubur.

Teman dan bekalnya hanya amal salih. Bagi mereka yang sudah mati alam barzakh adalah fase kehidupan menuju keabadian akhirat. Mari kita ulas misteri kubur ini.

Alam Barzakh – Gerbang Misteri Kubur

Secara etimologi barzakh berarti sesuatu yang terletak di antara dua penghalang. Maksudnya dua penghalang adalah alam dunia dan alam akhirat atau alam kubur. Jika diibaratkan, alam barzakh adalah gerbang menuju misteri kubur yang sesungguhnya. Terputusnya kehidupan seorang manusia maka, misteri kubur akan menjadi semakin nyata.

Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu, hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku berbuat amal yang salih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.”(QS al-Mu'minun 99-100)

Berdasarkan syariat Islam, di alam kubur akan  diperlihatkan kehidupan setelah masa penghakiman selesai di neraka dan selama itu pula mereka akan mendapatkan siksa kubur atau azab kubur. Sebagian hadis-hadis sahih selain azab kubur terdapat juga kenikmatan kubur. Itu adalah bagian dari cerita misteri kubur.

Pendek kata, setelah seseorang memasuki alam kubur, ia akan menjadi saksi dari misteri kubur,  ia akan ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir tentang Tuhan, agama, dan nabi-Nya. Orang yang beriman menjawab dengan mantap: “Tuhanku Allah, agamaku Islam, dan nabiku Muhammad saw.” Sedangkan orang peragu dan kafir akan mengatakan tidak tahu, lalu ia akan disiksa.

Sepintas menjawab pertanyaan para malaikat tersebut tampak mudah. Itu kalau kita di dunia, tetapi di alam kubur yang menjawabnya bukan bibir, lidah atau mulut melainkan iman dan amal salih.

Sering orang awam bertanya apa bedanya kuburan dengan alam kubur. Mudah saja, kuburan adalah tempat jenazah dikuburkan, sedangkan alam kubur atau alam barzakh adalah sebuah kehidupan yang dirasakan oleh setiap orang yang telah wafat. Sebuah tempat yang “terkenal” dengan cerita misteri kubur nya.

Walaupun keberadaan alam kubur itu tidak dapat dibuktikan secara empirik, diteliti, bahkan dengan menggunakan kamera CCTV yang ditanam dalam tanah, tetap saja tidak kelihatan apa-apa. Tetapi sebagai orang beriman, kita harus yakin bahwa alam kubur itu ada. Bahwa alam kubur tetap menjadi sebuah misteri. Misteri kubur yang harus diyakini keberadaannya.

Misteri Kubur – Adab  Ziarah Kubur

Mengunjungi orang yang sudah meninggal, atau kata lainnya berziarah memang disunatkan dalam ajaran agama Islam. Selain untuk mengingat kembali kebaikan orang yang sudah meninggal tersebut, berziarah juga bisa ikut mengingatkan kita pada misteri kubur. Agar manusia lebih beriman pada Penciptanya.

Dalam melakukan ziarah, ada beberapa tata cara dan keutamaan yang harus dilakukan. Berikut ini adalah adab dari berziarah kubur.

  • “Memuliakan mayat yang berada di kubur serupa dengan memuliakannya di rumah yang ditempati semasa hidupnya di dunia, karena kubur yang dia tempati saat ini telah menjadi kediaman (baru) baginya.
  • Ikhlas dan mengharapkan pahala dari ziarah kubur, karena ziarah kubur adalah ibadah. “Kamu menganggapnya suatu yang sepele, padahal dia di sisi Allah adalah besar.” (QS An Nuur:15).
  • Ucapkan salam kepada penghuni kubur saat memasuki area pekuburan.
  • Bershawalat kepada nabi.
  • Tidak disyariatkan mengucapkan salam tatkala berziarah ke pekuburan orang kafir.
  • Tidak berjalan di atas kubur, bersandar, dan duduk di atas kubur.
  • Mendoakan ampunan bagi mayit dan tidak boleh mendoakan keburukan apalagi mencelanya.
  • Mengambil pelajaran dari ziarah tersebut seperti merenungi arti kematian dan menghargai kehidupan. Sebab, ziarah kubur sesungguhnya dapat melembutkan hati, meneteskan air mata dan mengingatkan pada kehidupan akhirat.
  • Tidak bergurau selagi berziarah.
  • Menjauhi perkataan-perkataan batil, kotor, menangis meratap, meraung, dan seolah-olah tidak rela atas kematian dan perpisahan.

Misteri Kubur dan Cerita Seputar Kematian

Cerita seputar kematian mengiringi hadirnya cerita tentang misteri kubur di masyarakat. Pada kenyataannya, dua hal itu tidak bisa dipisahkan satu dan lainnya. Berikut ini adalah beberapa cerita tentang kematian yang menjadi bagian dari cerita misteri kubur tersebut.

  • Siti Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Kematian merupakan harta rampasan perang, kematian merupakan musibah, kemiskinan merupakan masa lengang, kekayaan merupakan siksaan, akal merupakan cahaya dari Allah. Kebodohan merupakan kesesatan, kezaliman merupakan penyesalan, ketaatan merupakan sesuatu yang enak dipandang mata, tangisan karena takut kepada Allah merupakan keselamatan dari neraka, tertawa merupakan kebinasaan fisik, dan orang yang bertobat dari dosa seperti orang yang tidak mempunyai dosa, dan ada dua perkara yang dibenci anak cucu adam, kematian dan sedikit harta." (HR al-Bayhaqi)
  • Dilarang mengharapkan kematian ketika ditimpa musibah. Sebab, jika ia seorang yang baik, ia mungkin akan bertambah baik; jika ia orang jahat, mungkin ia akan meninggalkan kejahatannya. Seandainya terpaksa harus mengharapkan kematian, hendaklah ia mengatakan, “Ya Allah, biarkanlah aku tetap hidup jika hidup itu lebih baik bagiku, tetapi matikanlah aku, jika kematian lebih baik dariku."  (HR Bukhari, An-Nasa’i, Syaikhan)
  • Seorang mukmin apabila telah meninggal dunia turunlah para malaikat dari langit. Kemudian datang malaikat maut duduk di sisi kepalanya dan berkata, ”Wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya.” Nabi juga bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba yang kafir apabila ia meninggal dunia dan menghadapi akhirat, turunlah para malaikat dari langit yang berwajah hitam. Kemudian datanglah malaikat maut dan berkata, "wahai jiwa yang buruk. Keluarlah! Menuju kemurkaan Allah."
  • Rasulullah saw. bersabda, “keluarlah ruh dari badan seperti mengalirnya tetes air dari wadahnya.”Mengapa manusia harus mati? Hakikatnya, seseorang mati karena dilahirkan. Begitu terlahir ke dunia ini, kita pasti akan mati. Bagi orang-orang mukmin, kematian tak lain dan tak bukan adalah lorong menuju kehidupan akhirat. Nabi Muhammad saw. menyampaikan kabar gembira: “Orang-orang mukmin tidaklah mati; mereka hanya pindah dari kediaman atau alam fana dan sementara menuju kediaman atau alam abadi, bahkan ia hidup di sisi Tuhan-Nya dan senantiasa diberi rezeki.”

Jarak antara kematian dan misteri kubur sangatlah dekat. Kedua hal yang abadi tersebut suatu saat pasti menghampiri kita. Tidak semua cerita tentang misteri kubur itu menyeramkan. Jika selama hidup, kita berbuat banyak kebaikan, dekat dengan Allah, maka misteri kubur akan menjadi cerita yang indah.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kiat Agar Ceramah Lebih Menarik
  • Kedudukan Muslimah dalam Islam
  • Potensi Manusia Menurut Agama Islam
  • Ajaran Islam Mengenai Akhlak kepada Orang Tua
  • Mengoleksi Kitab Klasik Islam
  • Cari Pasangan Halal dengan Taaruf
  • Meraih Takwa dengan Peningkatan Akhlak kepada Allah SWT
  • Pacaran Dalam Islam - Apa Hukumnya?
  • Makalah Hukum Islam - Menyoal Akad Nikah Via Telepon
  • Perlukah Muhasabah Cinta?
  • Video Siksa Kubur: Mampukah Menggetarkan Hati?
  • Menikahlah karena Menikah Itu Wajib
  • Contoh Norma-Norma Agama Islam dalam Hubungan Suami-Istri
  • Tema Khotbah Jumat - Ihsan dan Berbuat yang Terbaik
  • Tanda-Tanda Ketika Ajal Menjemput
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA