Tips Making Love (ML)

Making Love artinya bercinta. Dari kata dasar “ to make” yang berarti “membuat” kita mengerti bahwa itu berarti membuat atau menjadikan. Jadi, jika ditambah dengan kata “love”, maka dapatlah ia berarti “bercinta”.
Bercinta seperti apa? Umumnya, kata making love (ML) lebih cenderung diartikan sebagai hubungan badan antara dua pasangan. Kata ini memang terasa lebih lunak dan enak didengar dan lebih sopan ketimbang misalnya dipakai kata “berhubungan seks”.
Mengapa harus ML?
Tiap orang bisa mengartikan ML dengan caranya masing-masing. Jika ia seorang yang beragama, maka akan mengartikan ML sebagai ibadahnya kepada Tuhan, karena menjalankan perintah-Nya untuk menikah dan bercinta dengan pasangannya yang halal.
Namun, bagi yang tidak terlalu mengindahkan ajaran agama maka ML bisa saja ia maknai sebagai sebuah kebutuhan antara satu dan lainnya.
Terlepas dari itu, ML adalah kebutuhan manusia. Dapatlah kita bayangkan jika dalam hidup manusia tak ada pernikahan dan ML. Tanpa ML mustahil akan lahir keturunan manusia hingga kini
Bagaimana caranya?
Nah, ini yang patut diketahui juga. Ada perbedaan karakter seks antara laki-laki dan perempuan. Lelaki umumnya suka tergesa-gesa dan ingin segera mengakhiri “ritual” itu.
Akhirnya, tak jarang dari lelaki yang lebih cepat puas dan loyo. Sementara itu, perempuan tidak begitu. Kepuasan mereka lebih terletak pada sisi kenyamanan, imajinasi, dan tidak tergesa-gesa.
Cara ML umumnya mengikuti alur seperti di bawah ini.
- Mulailah dengan do’a. Agama mengajarkan agar manusia memulai sebuah kebaikan dengan do’a. Baiknya, mulailah dengan do’a karena kelak itu bisa bisa mempengaruhi anak keturunan.
- Foreplay (pemanasan). Pernah lihat motor atau mobil kan? Kedua alat transportasi itu tidak mungkin ketika di-starter langsung bisa jalan. Harus ada pemanasan dulu. Nah, ketika motor/ mobil itu sudah panas, barulah dikendarai. Begitu juga dengan ML. Kedua pasangan perlu saling “memanasi” (memberi rangsangan) sehingga gelora seksualnya meningkat antara satu dan lainnya.
- Mulailah dari atas ke bawah. Kedua pasangan bisa saling menikmati dari tubuh masing-masing. Mulailah dari yang mudah. Kalau seseorang bertemu muka, maka pasti yang lebih mudah dan dekat adalah wilayah wajah. Jangan terburu-buru mau menyelesaikan itu, karena bisa jadi itu akan membuat salah satu pasangan tidak puas.
- Sentuhlah wilayah sensitif. Wilayah yang paling sensitif dan begitu dahsyat (waduh, kayak perang aja nih!) ada di bibir, bawah mata, belakang telinga, leher, dada, dan sekitar kemaluan. Tampaknya, antara lelaki dan perempuan wilayah itu tidak jauh berbeda.
- Jangan cepat beranjak. Ini penting sekali bagi laki-laki. Biasanya kalau mereka sudah puas, mereka langsung meninggalkan pasangannya dengan melakukan aktivitas lainnya. Bagi perempuan, walau ML sudah selesai, mereka masih membutuhkan kebersamaan setelah itu. Jadi, setelah ML, baiknya ada waktu untuk ngobrol, atau membelai rambut pasangannya.
Wah, lumayan juga nih. Mungkin ada yang bertanya, "Tapi kapan saya bisa melakukan itu?" Nah, bagusnya, nanti kalau sudah menikah, dapat pasangan yang halal, baru deh! Oke?!






