logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Mobilitas Sosial

Mobilitas Sosial

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Dalam kehidupan masyarakat ada istilah mobilitas sosial atau gerak sosial. Sebelum membahas lebih jauh mengenai mobilitas, akan lebih baik mengetahui definisinya terlebih dahulu.

Mobilitas berasal dari kata dari mobilis. Mobilis memiliki makna mudah melakukan gerak atau mudah untuk melakukan pemindahan. Gerak sosial ini merupakan gerakan yang tersusun dalam struktur sosial. Jadi dalam struktur tersebut terdapat pola-pola yang mempunyai fungsi untuk mengatur atau mengendalikan organisasi dari setiap kelompok sosial yang ada. Sifat-sifat yang ada berhubungan baik dengan individu maupun kelompok sosial merupakan salah satu isi dari struktur sosial.

Mobilitas sendiri mempunyai 3 hal pokok, di antaranya dua sebagai berikut:

  • Manusia mempunyai peran baik sebagai individu maupun kelompok dalam struktur sosial.
  • Terjadinya berbagai macam perubahan dalam hal yang menyangkut kelas sosial baik yang ke arah atas mau pun yang ke arah bawah.

Kesimpulannya yaitu gerak sosial merupakan proses perpindahan maupun perubahan yang terjadi dalam kelas sosial, baik yang ke atas maupun yang ke bawah, yang dialami secara kelompok maupun individu, sehingga membuat suatu dampak baru yaitu kelas baru yang diperoleh untuk kelompok maupun individu yang ada.

Jenis-jenis Mobilitas

Bila dilihat berdasarkan gerak sosial yang ada di lingkungan masyarakat, gerak sosial dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain :

1. Mobilitas Sosial Berdasarkan Tipe

Yang termasuk dalam gerak sosial berdasarkan tipe adalah:

a. Mobilitas Vertical

Perpindahan yang ada dari individu mau pun objek yang berasal dari atau kedudukan sosial yang pindah ke kedudukan sosial lainnya mempunyai derajat yang berbeda. Simpulannya yaitu perubahan yang gerak sosial terjadi menuju ke arah vertical, baik dari bawah ke atas maupun dari atas ke bawah.

b. Mobilitas Sosial Horizontal

Perpindahan maupun peralihan atas kelompok maupun individu yang berasal dari satu kelompok sosial ke kelompok sosial yang lainnya mempunyai derajat yang sama.

c. Mobilitas Sosial Lateral

Gerak sosial ini mempunyai sebutan lain yaitu mobilitas geografis. Gerak sosial lateral ini lebih berhubungan dengan gerak perpindahan manusia baik secara kelompok sosial mau pun secara individu, berasal dari unit-unti ruang atau wilayah lain yang menimbulkan perubahan tidak langsung dari status sosial yang dimiliki oleh seseorang.

d. Mobilitas Structural

Gerak sosial yang satu ini menurut Bassis merupakan gerak sosial yang terjadi karena adanya inovasi dalam hal teknologi, pertumbuhan ekonomi, urbanisasi, peperangan serta berbagi hal yang lainnya yang dapat mengubah jenis mau pun struktur kelompok yang ada di lingkungan masyarakat.

2. Mobilitas Berdasarkan Ruang Lingkup

Mobilitas berdasarkan ruang lingkup dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

a. Mobilitas Intragenerasi

Gerak sosial intagenerasi merupakan gerak sosial yang pernah dialami oleh seseorang pada saat perjalanan hidupnya (selama satu generasi) maupun yang berdasarkan dengan riwayat hidup orang tersebut.

b. Mobilitas Antargenerasi

Gerak sosial ini merupakan gerak sosial yang terjadi pada dua generasi maupun lebih. Gerak sosial yang terjadi kali ini akibat perubahan dari segi status sosial pada anak serta ayah atau dengan cucu dan masih banyak yang lainnya. Gerak sosial antargenerasi lebih menekankan kepada hal perbedaan status yang ada pada individu yang sudah mempunyai keluarga, bila dibandingkan dengan status sosial yang ada pada orang tua.

Faktor Pendorong Terjadinya Mobilitas Sosial

Lalu beberapa macam faktor pendorong dalam proses gerak sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat, antara lain:

  • Status sosial. Semua manusia yang ada di dunia ini bila dilihat secara hierarki pasti mempunyai hak untuk memilih maupun mengubah status sosial yang telah mereka dapatkan mulai dari lahir. Akan tetapi masalah status sosial sangat berkaitan dengan sistem stratifikasi sosial yang ada pada lingkungan masyarakat. Bila dilihat dari pelapisan terbuka, individu mempunyai peluang yang paling besar dalam melakukan gerak sosial antarkelas.
  • Keadaan ekonomi. Gerak sosial ini terjadi karena sikap seseorang yang tidak ingin menerima atas keadaan ekonomi yang sekarang tengah terjadi dalam kehidupannya. Berbagai cara maupun upaya untuk mendapatkan atau memperoleh kondisi ekonomi menuju yang lebih baik dari yang sebelumnya membuat pandangan ke arah kelas yang tinggi sehingga gerak sosial tidak bisa dihindari lagi.
  • Situasi politik. Pada lingkungan masyarakat ada situasi politik yang terjadi karena adanya pengaruh dari berbagai aspek sehingga perubahan yang ada pada kebijaksaan politik ini membuat kemungkinan besar untuk melakukan gerak sosial baik secara horizontal maupun secara vertical.
  • Pertumbuhan penduduk. Pengembangan maupuh penyediaan kebutuhan merupakan beban yang ada dalam pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi. Tidak heran bila tingkat kesejahterahan semakin menurun serta kemiskinan yang terjadi mengakibatkan adanya gerak sosial lateral dan gerak sosial horizontal. Hal ini terjadi saat penduduk melakukan gerak sosial ke tempat yang mendatangkan banyak keuntungan bagi mereka.

Lalu ada juga faktor-faktor yang membuat gerak sosial mengalami kesulitan antara lain:

  • Perbedaan agama dan ras. Perbedaan memang mendatangkan diskriminasi dalam ras. Ini merupakan masalah atau konflik yang paling banyak terjadi di berbagai negara, baik yang terjadi secara terselubung maupun secara terbuka. Memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa dengan adanya pembedaan seperti ini sangat menghambat proses gerak sosial masyarakat. Hal ini disebabkan berbagai akses kelompok yang ada di masyarakat seperti sosial, ekonomi, politik dan budaya sangat dibatasi. Bukan hanya itu, gerak sosial juga dapat terhambat jika ada suatu masyarakat yang mempunyai pikiran sempit berkaitan dengan kepercayaan atau agama yang dianut.
  • Diskriminasi kelas. Ternyata gerak sosial juga dapat terganggu dengan adanya pembeda berdasarkan kelas sosial dari cara perlakuan yang diterima.

Dampak Sosialisasi yang Kuat

Proses yang terjadi di lingkungan masyarakat ketika seorang anak melakukan kegiatan belajar untuk menjadi bagian dari masyarakat disebut juga dengan sosialisasi. Bila proses dalam sosialisasi ini dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan, persepsi, pola-pola perilaku, serta cara pandang akan tertanam sangat kuat dan akan sulit terpengaruh dengan berbagai unsur yang ada pada kelas sosial lainnya

Dampak Mobilitas

Melakukan gerak sosial di lingkungan masyarakat juga akan menimbulkan berbagai pengaruh atau dampak. Dampak yang terjadi tersebut ada yang positif namun juga ada yang negative.

1. Dampak Positif

Dampak positifnya yaitu membuat orang lebih terpacu ke arah yang lebih maju. Dengan begitu, peluang untuk pindah ke strata yang lain lebih besar sehingga motivasi dalam diri setiap orang akan lebih tinggi demi memeroleh status sosial yang lebih baik dibandingkan yang sebelumnya.

Membuat proses perubahan sosial menjadi lebih cepat. Perubahan ini pastinya menuju arah yang positif. Dengan gerak sosial maka perubahan tersebut akan lebih mudah didapatkan dengan waktu yang relatif cepat. Misalnya masyarakat Indonesia yang tertarik ke industry sehingga banyak yang pindah dari bisnis agraris ke bisnis industry. Namun perubahan akan berjalan denga lancar apabila kualitas dalam hal sumber daya juga mendukung kegiatan industry tersebut. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tersebut dengan memperbaiki terlebih dahulu masalah yang berkaitan dengan kualitas pendidikan.

Terjadinya peningkatan dalam integrasi sosial karena adanya gerak sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat sehingga integrasi sosial pun meningkat. Contohnya ketika ada seseorang yang menginginkan untuk penyesuaian diri dengan norma-norma, gaya hidup dan nilai-nilai yang dipakai oleh kelompok sosial yang lain dengan status sosial baru dan menciptakan integrasi sosial yang lebih baik lagi.

2. Dampak Negative

Dampak negative yang timbul karena gerak sosial yang terjadi ini adalah timbulnya berbagai konflik. Konflik ini dibagi dalam 3 bagian, yaitu konflik yang terjadi antarkelas, konflik antar kelompok sosial dan konflik antargenerasi.

Selain itu juga dapat mengakibatkan solidaritas berkurang pada kelompok sosial karena penyesuaian diri yang terjadi dari mulai norma-norma dan nilai-nilai yang terdapat dalam kelas sosial yang terbentuk baru sebagai langkah baru yang dipakai oleh individu mau pun kelompok yang melakukan gerak sosial, baik secara horizontal maupu secara vertical.

Namun ini dilakukan dengan tujuan kelas sosial yang baru dapat menerima serta mempunyai kemampuan untuk menjalankan segala fungsi yang ada di dalamnya.
Semoga dengan adanya artikel mobilitas sosial ini membuat Anda lebih paham lagi. Bukan hanya secara teori namun juga dalam praktik di lingkungan masyarakat.

Tolong di SHARE :
Share
 
Artikel Terkait

Bentuk bentuk Hubungan Sosial - ANNEAHIRA.COM
Sebagai makhluk sosial yang kompleks,manusia tidak akan mampu hidup sendiri.Setiap manusia yang satu dengan menusia lainnya akan memerlukan bantuan untuk tetap bertahan hidup.Oleh karena itu manusia diharapkan mampu menjalin hubungan antar sesamanya.Hubungan yang terjalin antar sesama manusia disebut Hubungan Sosial.Ada beberapa bentuk-bentuk hungan sosial yang kita kenal ada didalam kehidupan masyarakat.

Dua Mata Pisau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility)
Tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR (Corporate Social Responsibility) adalah hal-hal yang dilakukan oleh perusahaan untuk lingkungan di sekitarnya tanpa mengharapkan imbalan. Hal-hal tersebut bisa berarti kegiatan sosial. Kegitana sosial ini dilakukan semat-mata sebagai rasa tanggung jawab terhaap apa yang telah diberikan oleh orag lain kepada poerusahaan tanpa meminta imbalan dan kembalinya terhadap perusahaan tersebut.

Topik Terkait
Mobilitas Sosial
Antropologi Sosial
Definisi Sosial
Departemen Sosial
Diferensiasi Sosial
Dinamika Sosial
Etika Sosial
Fenomena Sosial
Gejala Sosial
Gerakan Sosial
Hubungan Sosial
Ilmu Pengetahuan Sosial
Ilmu Sosial
Integrasi Sosial
Interaksi Sosial
Jaringan Sosial
Karya Ilmiah Sosial
Kelompok Sosial
Kerja Sosial
Kompetensi Sosial
Konflik Sosial
Kontrak Sosial
Lembaga Sosial
Lingkungan Sosial
Masalah Sosial
Masalah Sosial Remaja
Metode Penelitian Sosial
Nilai Sosial
Norma Sosial
Organisasi Sosial
Pekerja Sosial
Pelapisan Sosial
Pendidikan Sosial
Pengendalian Sosial
Pengertian Sosial
Penyimpangan Sosial
Perilaku Sosial
Permasalahan Sosial
Perubahan Sosial
Perubahan Sosial Budaya
Pranata Sosial
Sains Sosial
Sistem Sosial
Sosial Budaya
Sosial Ekonomi
Status Sosial
Stratifikasi Sosial
Struktur Sosial
Teori Belajar Sosial
Teori Pembelajaran Sosial
Teori Perubahan Sosial
Teori Sosial

Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA