logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

Beranda    Busana & Aksesoris    Pakaian    Pakaian Busana Muslim    Mode Baju Muslimah

Mode Baju Muslimah

Oleh: AnneAhira.com Content Team
 

Muslimah yang sudah akil baligh diperintahkan oleh Allah Swt untuk mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan kedua telapak tangan.

Artinya, baju bagi seorang muslimah bukanlah sekadar kain yang melekat di tubuh namun harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat inilah yang harus dijadikan patokan ketika memilih mode baju muslimah yang akan dikenakan.

Tren

Seperti halnya baju lain, baju muslimah juga mengenal tren. Setiap tahun, para perancang mode baju muslimah mengeluarkan rancangan baju muslimah yang baru, terutama ketika menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Pada momen ini biasanya baju muslimah laris manis, tak hanya diminati oleh mereka yang memang sudah mengenakan busana muslimah dalam keseharian namun juga oleh para perempuan muslim yang mengenakan baju muslimah secara musiman.

Tren mode baju muslimah ini juga sering “diciptakan” oleh para selebriti. Baju muslimah yang dikenakan para artis ini ketika tampil di layar kaca langsung saja diikuti oleh banyak penonton dan penggemar mereka. Tak lama setelah para artis ini mengenakan baju muslimah, termasuk juga jilbab dan mukena, di pasaran akan segera ditemukan baju-baju dengan model serupa yang dikenakan oleh para artis.

Para pedagang pun menyematkan nama artis tersebut dalam baju-baju muslimah ini. Muncullah jilbab KCB, jilbab Aisha (Ayat-Ayat Cinta), baju muslimah Inneke (Inneke Koesherawati), mukena Marshanda, dan lain-lain. Peminat baju-baju muslimah ini pun tak hanya remaja namun juga perempuan dewasa dan ibu-ibu.

Meskipun menggembirakan, mode baju muslimah ini tetap harus dikritisi karena tak jarang demi mengejar tren maka baju muslimah yang dibuat pun tidak sesuai dengan persyaratan yang seharusnya ada pada baju muslimah.

Syarat Baju Muslimah

Meskipun disyaratkan bahwa baju muslimah harus menutup seluruh tubuh pemakainya kecuali wajah dan telapak tangan, namun tidak berarti baju muslimah yang sudah menutupi kulit tubuh pemakainya ini pantas disebut sebagai baju muslimah.

Baju muslimah harus memenuhi syarat-syarat berikut:

  • Menutupi seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan.
  • Tidak tipis. Baju yang terbuat dari bahan yang tipis dan menerawang tak tepat jika disebut sebagai baju muslimah karena memperlihatkan tubuh si pemakainya.
  • Longgar. Baju muslimah haruslah longgar dan tidak memperlihatkan bentuk tubuh. Model baju yang ketat melekat di tubuh sehingga dengan jelas memperlihatkan lekuk tubuh pemakainya juga tidak bisa  disebut sebagai baju muslimah. Pemakai “mode baju muslimah” seperti ini sering disebut sebagai berpakaian tetapi telanjang. Pakaian yang dikenakan memang serba panjang namun melekat ketat seperti kulit kedua. Lekuk tubuh yang seharusnya ditutupi malah jadi bebas dinikmati semua mata yang memandang.
  • Jilbab. Baju muslimah harus dilengkapi dengan jilbab yang menutupi kepala hingga dada. Tidak termasuk di sini selendang yang disampirkan di bahu atau menutupi kepala ala kadarnya. Demikian pula dengan jilbab-jilbab pendek yang tidak sampai menutupi dada.

Sayangnya, sekarang ini justru banyak muslimah yang mengenakan mode baju muslimah seperti ini.

Modis Dengan Mode Baju Muslimah

Meskipun harus mengikuti berbagai persyaratan, bukan berarti mengenakan baju muslimah tidak bisa terlihat modis. Berikut triknya:

  • Menjahit sendiri. Dengan begitu muslimah bisa memilih bahan kain yang sesuai dan sekaligus menentukan model yang akan dijahit sesuai dengan persyaratan sebuah busana muslimah. Jika tak bisa menjahit sendiri, tinggal bawa ke penjahit pakaian.
  • Baju muslimah yang terbuat dari bahan tipis bisa diakali dengan memakai baju rangkapan atau melapisi baju tersebut dengan vuring (kain pelapis)
  • Baju dengan banyak aksen (bordir, sulaman, payet, dan sebagainya) di bagian dada sering membuat pemakainya ingin memperlihatkan bagian itu hingga memilih jilbab pendek yang tak menutupi dada. Sebaiknya tekankan penggunaan aksen itu di bagian lain dari baju, misalnya pergelangan tangan, rok, atau pada jilbab.
Beri rating untuk artikel di atas
Tolong SHARE
halaman ini

facebook

Twitter

Linkedin
Google +1
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Menengok Perkembangan Mode Baju Muslim
  • Aplikasi Baju Kurung Modern
  • Model Jilbab untuk Acara Santai
  • Tampil Chic dengan Baju Muslim Pria
  • Tampil Istimewa dengan Baju Pengantin Muslim
  • Tips Memilih Baju Muslim Anak
  • Sudahkah Anda Mengenakan Baju Muslimah?
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA