Mengikat Makna, Model Pembelajaran Menulis yang Memberdayakan!

Buku ‘Mengikat Makna Update' karangan Hernowo menawarkan sebuah model pembelajaran menulis yang memberdayakan.
Dalam buku tersebut Hernowo Hasyim yang juga praktisi di dunia penerbitan ini memberikan tiga langkah mudah untuk memecah kebuntuan dalam membaca dan menulis. Ia memaparkan ketiga langkah itu dengan gaya bahasa bertutur yang santai sehingga sangat mudah untuk dipahami.
Membangun Kerajaan Pribadi Bernama ‘Ruang Privat’
Model pembelajaran menulis yang ditawarkan dalam Mengikat Makna Update memberikan tempat istimewa kepada ruang privat. Mengapa demikian?
Karena menulis di ruang privat membuat seorang penulis terbebas dari belenggu aturan menulis yang sering menghambat gerak penanya. Ruang privat juga membebaskan para penulis pemula dari kaca mata editor yang diciptakannya sendiri. Alhasil dengan menulis di ruang privat seorang penulis pemula akan menulis dengan lancar.
Apa yang dimaksud dengan menulis di ruang privat? Menulis di ruang privat sering juga diistilahkan dengan free writing atau menulis dengan otak kanan. Yaitu menuliskan apa yang terlintas dalam pikiran kita saat menulis secara bebas. Tanpa dipengaruhi oleh ‘Mr Perfect’ yang selalu menginginkan tulisan anda perfect.
Ruang privat merupakan ruang dimana kita menggali kedalam diri kita tentang sejauh mana pemahaman kita tentang sesuatu. Ruang privat juga merupakan ruang bagi kita untuk bebas berlatih secara kontinyu dalam memaparkan gagasan melalui tulisan.
Memadukan Kegiatan Membaca dan Menulis Dalam Satu Paket
Menulis memerlukan membaca dan membaca memerlukan menulis. Demikian kira-kira pesan yang ingin disampaikan oleh Hernowo dalam buku ‘Mengikat Makna Update’ ini.
Mengapa kegiatan menulis memerlukan membaca? Kegiatan menulis adalah kegiatan memproduksi kata-kata dan menjabarkan ilmu dan gagasan dalam bentuk tulisan. Sangat mustahil seorang penulis mampu menciptakan gagasan baru tanpa ia pernah meng-upgrade pengetahuannya dengan membaca. Baik melalui proses membaca teks maupun membaca pengalaman.
Lalu mengapa membaca memerlukan menulis? Membaca teks adalah aktivitas menggali ide orang lain melalui teks. Ide-ide dan gagasan yang kita dapat dari membaca tersebut tidak akan mampu kita simpan dalam memori otak kita dalam jumlah banyak dan lama. Oleh karena itu diperlukan kegiatan menulis untuk mendokumentasikannya.
Begitu besar manfaat dari menggabungkan kedua aktivitas ini, sampai-sampai Hernowo mengungkapkannya dalam kalimat yang sangat indah, “Membaca dan menulis adalah sepasang sayap yang berhasil menerbangkan diri saya ke sebuah ketinggian yang tidak terbayangkan”.
Pesan yang di dapat dari langkah kedua ini adalah model pembelajaran menulis yang memberdayakan seharusnya menjadikan kegiatan membaca dan menulis sebagai satu paket yang tidak terpisahkan.
Meraih Makna Dalam Berbagai Kesempatan
Makna atau hikmah adalah harta setiap muslim yang hilang, oleh karena itu ambillah dimana saja kamu mendapatkannya.
Dalam setiap aktivitas menulis sebaiknya sedapat mungkin kita menemukan makna dan menyematkan makna tersebut dalam rangkaian tulisan yang dihasilkan. Menulis adalah aktivitas mengaruhi selaksa makna.
Menuliskan makna dari setiap apa pun yang kita alami adalah langkah brilian untuk mengekplorasi makna diri, mengenali diri sendiri dan akhirnya mengenali hakikat penciptaan diri.
Jadi model pembelajaran menulis yang memberdayakan haruslah :
1. Mendorong pelakunya untuk menggali pengalaman dan pemahaman dari dalam diri tanpa terpengaruh oleh pengaruh ide orang lain maupun aturan yang dibuat oleh manusia.
2. Memotivasi pelakunya untuk menggali ide dari luar dan mengikatnya dalam tulisan
3. Mengedepankan penggalian makna dan hikmah dalam setiap aktivitas menulis.






