Model Perhiasan Klasik Aristokrat
Beberapa tahun silam, mungkin Anda masih ingat perhiasan yang biasa dikenakan oleh almarhum Lady Diana, yakni giwang perak murni bermatakan mutiara, lengkap dengan choker susun melekat di leher jenjangnya.
Model perhiasan kaum aristokrat ternyata tidak terlalu “njelimet” seperti perhiasan-perhiasan yang dipakai oleh kaum Gypsi ataupun Bohemian.
Periode Model Perhiasan
Model perhiasan ternyata memiliki revolusi yang cukup seru. Berawal dari jaman kerajaan Yunani atau Romawi Kuno, biasanya pemakai perhiasan hanya kaum hawa dari kalangan bangsawan saja.
Mereka mengenakan batu-batuan alam yang disusun cantik agar tampak menarik. Sementara itu, kaum lelakinya menghiasi kepala mereka dengan mahkota daun di kepala. Derajat sosial mereka ditunjukkan dengan busana yang dikenakan, yang terbuat dari sutra halus bermutu nan mewah.
Setelah periode kerajaan kuno berlalu, dunia fashion bergeliat di barat, khususnya Eropa. Tren perhiasan pun bergeser. Periode perhiasan berupa batu-batuan sudah mulai tergantikan. Kecenderungan mode lebih berpihak pada kepuasan pemakai dan pembeli, juga biasanya berlatar pada pergantian musim. Lain musim berarti lain mode.
Perancis dianggap sebagai trend setter mode dunia. Oleh karena itu, apapun yang muncul dari sana biasanya akan segera menjadi acuan semua dunia untuk mengimplementasikan ke dalam karya dan semata-mata untuk kepuasan pemakainya.
Model Perhiasan Aristokrat
Model perhiasan yang biasa digemari kaum aristokrat dari waktu ke waktu biasanya adalah perhiasan bersifat klasik, artinya modelnya abadi dan tahan akan perubahan jaman. Meski pilihannya bisa bermacam-macam.
Kerajaan Yunani atau Romawi Kuno menyukai batu-batuan permata alam yang dirangkai dan digemari kaum wanita. Bangsawan Inggris, Belanda, Swedia, dan beberapa Negara kerajaan Eropa Barat lebih menyukai perhiasan yang glamour berupa emas ataupun perak murni yang mengkilat bertabur berlian atau rangkaian mutiara.
Perak dan mutiara hampir selalu muncul dalam busana kelompok ini. Sifat perak yang menonjol dan sulit dibentuk bila tanpa campuran logam lain. Kilaunya memukau dan fantastis yang membuat perak tampak unik.
Kebanyakan perhiasan aristokrat itu terbuat dari bahan mutiara, sampai berlian. Tentunya kesan glamour dan akan menunjukkan kedudukan mereka sebagai bangsawan. Harganya tentu saja tidak main-main, tidak mungkin jika bangsawan membeli barang dengan harga yang murah.
Batu Swarovski biasanya banyak dipilih untuk dibuat perhiasan. Oleh karena kecantikan dan keindahannya yang tiada tara. Sangat cocok digunakan oleh para bangsawan yang memang terbiasa hidup bermewahan.
Aristokrat Jawa Hingga Eropa
Selain batu permata alam, mutiara, emas dan perak, bahkan keris pun ternyata adalah perhiasan pelengkap adi busana bangsawan aristokrat yang umumnya berasal dari sebagian besar Asia.
Contohnya, bangsawan dari Jawa, Bali Bugis dan Lombok; yang melengkapi busana mereka dengan keris. Perlambang kekuasaan dan status kebangsawanan mereka. Kerisnya tak sembarangan, biasanya bertatahkan batu permata, dengan gagang terbuat dari emas atau perak.
Sedangkan kaum jet set Holywood, Beverly Hill, ataupun Paris menggemari model perhiasan yang lebih freestyle dan ekspresif. Jauh dari kesan kebangsawanan. Biasanya cenderung menyukai gaya-gaya perhiasan Bohemian, Gypsi ataupun trendsetter yang mengacu pada suatu tempat tertentu. Kelompok terakhir tak mau dianggap kalangan aristokrat yang dianggap kaku dan mengikuti pakem kebangsawanan. Baik dalam berbusana dan pemakaian perhiasan.
Rumah Mode Paris Sophie Martin yang sudah mendunia kiprahnya adalah salah satu yang memproduksi perhiasan. Meski kadang-kadang perhiasan yang mereka launching sesekali bergaya aristokrat, namun tetap laris ditunggu penggemarnya.
Ada pula Thomas Sabo, sebagai seorang yang khusus membangun dinasti bisnis dalam usaha perhiasan premium murni Bavaria. Thomas Sabo khusus menggarap perhiasan perak murni, di bawah bendera Thomas Sabo Sterling Silver. Perhiasan karyanya cenderung disukai kaum aristokrat, mungkin karena sifat perhiasannya yang abadi, yaitu perak dan berlian.
Tusuk konde juga termasuk perhiasan aristokrat juga. Tentu saja tusuk konde tersebut berbeda dari tusuk konde kebanyakan. Bahan yang digunakan pastinya menggunakan bahan berkualitas baik dengan harga yang lebih mahal.
Selain sebagai perhiasan tusuk konde juga bisa menjadi cara untuk menunjukan filosof suatu negara kepada negara lain. Pada umumnya, bahan pembuatan tusuk konde ini berasal dari batu-batuan alam dan tambang yang berlimpah karena memang warisan kekayaan bangsa Indonesia.
Jenis Model Perhiasan Aristokrat
Mari Anda intip jenis model perhiasan kaum aristokrat yang digemari dan biasa dipakai. Siapa tahu Anda ingin pula melengkapi busana pesta dengan model perhiasan aristokrat ini.
- Tiara. Berupa hiasan kepala yang bertengger di gelungan rambut. Terbuat dari perak-emas murni bertabur mirah atau berlian di tepiannya. Biasa dikenakan oleh para ratu dan putri kerajaan, Dukes, atau Duncan. Belakangan biasa dikenakan dalam kontes Miss Universe.
Walaupun perhiasan ini identik dengan wanita, namun ada juga pria yang menggunakan tiara sebagai perhiasannya. Tentu saja dengan jenis yang berbeda. Contohnya saja, tiara digunakan oleh Kaisar Persia dengan bentukk kerucut yang digunaka seperti layaknya topi. Tiara ini dihiasi oleh banyak permata.
Selain itu, “topi” yang dipakai oleh Paus itu juga adalah tiara. Menggunakan tiara tersebut berarti menunjukkan bahwa Paus memiliki otoritas dan kekuasaan. Namun Paus Paulus VI tidak pernah menggunakan tiara tersebut. Saat ini, tiara tersebut tidak pernah digunakan oleh Paus-Paus selanjutnya dan digantikan oleh “mitra”.
•Choker. Perhiasan ini adalah nama kalung bersusun, ada yang panjang sampai dada, dan pendek melekat di leher. Choker biasanya tersusun dari butiran mutiara yang dipadu padan dengan emas-perak. Ratu Elizabeth sering memakai ini.
Sampai sekarang choker masih menjadi salah satu perhiasan atau aksesoris yang digunakan oleh para wanita. Baik wanita biasa maupun selebriti. Namun tentu choker yang mereka gunakan tidak selalu terbuat dari emas atau perak alias banyak yang sudah dimodifikasi.
Memadupadankan choker dengan pakaian tidak sulit. Supaya terlihat tentunya gunakan baju dengan leher rendah agar leher terlihat jenjang dan indah jika menggunakan perhiasan ini.
- Dangling Earring. Berupa anting-anting panjang nan eksotis. Bahan dasarnya perak-emas, dengan selipan mutiara atau berlian Swarovski. Perhiasan ini akan terlihat bagus jika dipadukan dengan gaun, dengan kebaya juga bisa. Jangan lupa perhatikan detail anting ini dengan baju, pilih dangling earring yang sederhana jika baju Anda sudah terkesan “ramai”.
- Pure Victorian Vintage. Adalah perhiasan satu set terdiri dari kalung dan anting-anting yang senada. Masih berbahan dasar emas-perak. Dengan tambahan hiasan dari mutiara, batu alam, batu kaca, kristal Cheko, kristal Swarovski kerucut atau bulat.
Perhiasan ini sangat cocok bagi Anda yang suka dengan kemewahan karena bahannya yang biasanya mahal dan berseni tinggi. Ada banyak toko perhiasan yang menjual perhiasan ini, ada yang murah, tentu juga banyak yang mahal.
Bagaimana dengan referensi perhiasan-perhiasan yang digunakan oleh para aristokrat? Apakah Anda punya “nyali” untuk membeli perhiasan-perhiasan tersebut? Ya, mungkin bagi Anda yang bukan bangsawan tapi memiliki uang yang banyak tentu bisa membeli dan menggunakannya dalam acara-acara penting Anda.
Namun, untuk Anda yang berbudget minimal jangan bersedih. Anda masih bisa bergaya kok tanpa menggunakan perhiasan-perhiasan yang mahal. Perhiasan yang sudah disebutkan di atas juga ada yang harganya murah. Paling penting adalah Anda merasa nyaman dengan yang Anda kenakan.
Tidak harus membeli barang yang mahal jika memang belum mampu. Percaya dirilah dengan apa yang Anda punya, perhiasan apa yang Anda kenakan.
Anda siap berfantasi sebagai aristokrat dengan menjajal perhiasan mereka? Tak ada salahnya mencoba. Selamat memburu perhiasan klasik para airstokrat.

