Model Rumah “Green House Living”, sebagai Gaya Hidup Hijau yang Ramah Lingkungan
Only when the last tree has died and the last river been poisoned and the last fish been caught will we realise we cannot eat money ~Cree Indian Proverb~
Bumi semakin tua, alam semakin tergerus. Hal inilah yang tengah terjadi saat ini. Manusia dengan segala kecerdasannya tidak hanya semakin memajukan peradaban namun turut pula menyumbang percepatan kiamat, jika alam terus menerus dibiarkan terbengkalai, rusak dan punah. Apa yang bisa kita lakukan agar bumi terselamatkan?
Model rumah hijau. Minimal kita bisa memulainya dengan cara yang sederhana. Adakah metode, cara atau role model untuk menyelamatkan bumi, minimalnya lingkungan di sekitar kita? Sebuah model rumah hijau yang ramah lingkungan tentu sangat menarik jika kita ulas. Terlebih model rumah hijau yang ramah lingkungan bisa dipadu padankan dengan konsep rumah minimalis.
Model Rumah - Model Rumah "Green House" yang Nyaman dan Ramah Lingkungan
Model rumah berkonsep terbuka dengan banyak tanaman baik berbuah maupun berbunga atau sekadar berdaun saja, tentu sangat indah dan membuat atmosfer model rumah ini sejuk dan nyaman. Hal ini dikarenakan, siklus udara terus berganti dan kualitasnya terjaga dengan bantuan aneka tanaman di sekelilingnya. Dengan model rumah seperti ini, penghematan di segala skala rumah tangga dapat dilakukan.
Selain lingkungan yang hijau, untuk negeri kita yang beriklim tropis, model rumah tropis hemat energi akan sangat menguntungkan. Karena fakta berbicara, bahwasanya model rumah yang boros energi berasal dari kesalahan desain arsitekturnya. Sebuah model rumah dengan desain yang mempertimbangkan kondisi iklim, sinar matahari yang masuk dan gerakan udara untuk kenyamanan penghuninya beraktivitas merupakan salah satu langkah awal peduli terhadap lingkungan. Konsumsi listrik sendiri pada model rumah pada umunya memberikan sumbangan kenaikan emisi CO2 sebesar 20%.
Pendingin udara atau AC merupakan urutan pertama yang memakai konsumsi listrik terbesar, disusul komputer, penanak nasi elektronik, mesin cuci, pompa air elektrik, lampu-lampu, kipas angin, lemari es, televisi, radio atau Hi Fi. Sedangkan pada gedung-gedung yang merupakan sarana publik, pendingin udara atau AC tetap menempati urutan pertama, kemudian, lampu-lampu, kipas angin, lift, mesin fotocopy, komputer, printer dan scanner, dan perlengkapan lain-lain.
Ide serta konsep model rumah hijau ini sebenarnya sudah lazim dilakukan di Negara-negara Eropa dan Asia seperti Jerman dan Jepang guna memperbaiki kualitas lingkungan terutama di daerah perkotaan serta menurunkan suhu yang kian panas. Selain itu, manfaat yang didapat dari model rumah hijau adalah mendinginkan suhu udara, sebagai sarana melepas penat dan stress setelah bekerja, sekaligus sebagai tempat bermain anak yang nyaman dan aman.
Saat ini lahan terbuka hijau di perkotaan semakin menyempit, sementara rapid industry dalam bentuk perumahan dan pusat perbelanjaan terus dilakukan. Fokus utama pembangunan model rumah hijau adalah desain yang memanfaatkan kondisi alam sebagai satu kesatuan yang membentuk model rumah itu. Yang wajib diperhitungkan adalah rencana desain seperti produk, material, metode konstruksi yang akan menjadikan rumah lebih hijau, sehat, hemat energi disertai biaya pemeliharaan yang rendah dan biaya pembangunan pun dapat ditekan.
Desain awal yang memperhitungkan lokasi model rumah, bahan yang digunakan, pengadaan ventilasi untuk sirkulasi udara dan faktor pencahayaan akan sangat membantu. Hal ini berarti mempertimbangkan angle jatuhnya sinar matahari ke dalam rumah serta siklus perputaran angin yang berguna sebagai pendingin dan pemanas rumah secara alami. Inilah awal konsep model rumah hijau dan sehat idaman.
Tips Bangun Model Rumah Ramah Lingkungan
Konsep model rumah ramah lingkungan sebenarnya sama dengan konsep model rumah alam atau natural. Pengunaan bahan-bahan alami seperti bambu dan batu, bisa digunakan. Atap rumah bisa juga menggunakan model rumah dengan atap green roof, yang menyerap panas matahari dengan menanami aneka tumbuhan atau membuat taman atap yang asri.
Selain indah, rumah pun terasa sejuk. Memasang panel solar yang “bertugas menangkap” sinar matahari guna mengonversikannya menjadi energi listrik juga turut andil dalam penghematan biaya serta tidak menimbulkan polusi. Salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam pembangunan model rumah hijau ramah lingkungan adalah:
- Seluruh material model rumah yang digunakan tidak mengandung racun. Baik itu sebelum digunakan maupun dalam jangka panjang ketika sudah digunakan.
- Material model rumahnya berasal dari alam, yaitu misalnya penggunaan batu bata. Bahan ini selain berasal dari alam yang aman juga mudah terurai untuk digunakan kembali.
- Penggunaan semen, batu alam, keramik lokal dan kayu juga bisa termasuk kategori bahan material yang aman untuk model rumah hijau ini.
Berikut beberapa tips untuk membangun model rumah hijau yang ramah lingkungan:
- Lakukan efisiensi lahan dengan mengoptimalkan model rumah yang multifungsi. Misalnya: menyatukan ruang tamu, ruang keluarga dan ruang makan. Tentu dengan desain tersendiri yang unik dan tetap menjaga privasi dengan menambahkan sekat bambu misalnya.
- Membuat pintu dan jendela kaca dengan ukuran lebih lebar. Gunanya untuk menyatukan ruang yang lebih luas ke ruangan dalam. Misalnya ruang keluarga ke dapur atau ruang makan.
- Membuat lantai rumah dari plesteran semen atau keramik lokal yang membuat suhu lebih dingin sehingga nyaman diinjak dan dibuat duduk.
- Buat ruangan dengan konsep terbuka dengan sekat yang lebih sedikit kecuali untuk kamar tidur dan kamar mandi.
- Ruangan dengan dinding yang menggunakan plesteran semen yang rapid an bertekstur membuat kesan yang sejuk dan netral. Untuk teras dan dinding dapur bisa memanfaatkan warna terakota pada batu bata yang memberi kesan hangat. Batu bata yang polos juga bisa dipergunakan agar mudah menyerap air. Untaian tanaman merambat di dalam pot gantung juga bisa menambah kesan alami yang indah. Hal ini juga berguna untuk menekan biaya cat dan wallpaper.
- Dinding kamar mandi dari batuan alam dan lantai dari keramik lokal yang kasar bisa menambah kesan alami yang manis. Jangan lupa untuk membuat kamar mandi yang efisien, bersih dan kering ditambah dengan ventilasi udara agar tidak lembab, tinggi pintu juga jangan terlalu penuh sehingga aliran udara cukup baik. Penambahan genteng fiberglass juga bagus guna menciptakan suasana kamar mandi yang hangat. Plafonnya bisa dibuat tinggi sejkira 3 meteran.
- Hadirkan ruang hijau di luar dan di dalam ruangan. Selain sebagai penyaring radiasi matahari, suasana hijau ini juga dapat menyejukkan mata, menjaga kestabilan suhu ruang dan suhu permukaan dinding serta menghemat penggunaan pendingin udara yang menempati urutan pertama dalam pemborosan energi listrik di rumah.
- Jika membuat kolam di luar atau di dalam rumah dengan model rumah hijau, yang terpenting adalah memadukan unsur batu-batuan seperti koral, kerikil, batu kali dengan unsur air seperti air terjun atau air mancur. Jika Anda ingin menambahkan ikan juga bisa. Pilih ikan yang tidak sulit pemeliharaannya.
- Tambahkan taman dalam model rumah hijau ramah lingkungan ini. Taman ini bisa diletakkan di berbagai ruang yang paling sering digunakan. Misalnya ruang keluarga, ruang makan atau ruang tamu, namun jangan pula sampai merusak fungsi dari ruang itu sendiri.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menata taman di dalam rumah dengan model rumah hijau adalah:
- Perhatikan sinar matahari yang masuk, agar taman tetap terkena sinar matahari. Misalnya dengan menggunakan atap yang transparan.
- Ukuran taman idealnya adalah 3 x 4 meter, atau bisa disesuaikan dengan lahan yang ada.
- Perhatikan sirkulasi udara, tanaman tetap butuh udara untuk berkembang dan hidup.
- Bila lahan sempit, tempatkan tumbuhan tersebut dalam pot, baik yang diletakkan di bawah maupun yang digantung. Jenis tumbuhan atau tanamannya tidak perlu banyak-banyak, cukup dua atau tiga jenis saja.
Selamat membangun model rumah hijau yang ramah lingkungan!






