Makna Penting Monumen Nasional

Monumen Nasional atau yang lebih dikenal sebagai Monas, adalah sebuah tugu peringatan yang dibuat sebagai simbol bangsa serta menjadi kebanggan negara. Bangunan ini berdiri di Jakarta yang merupakan pusat pemerintahan dan ibu kota negara. Presiden Soekarno merupakan sosok yang berada di balik proses pembangunan tugu setinggi 132 meter tersebut.
Pembangunan monumen Nasional ini dimulai sejak tahun 1961 dan selesai pada tahun 1976. Peletakan batu pertama proses pembangunannya dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1961 oleh Ir. Soekarno. Lamanya proses pembangunan ini disebabkan beberapa hal. Seperti besarnya biaya serta masalah politik yang terjadi, yaitu proses pemberontakan G 30 S/ PKI pada tahun 1965.
Sebelum dibangun,, proses perancangan Monumen Nasional ini sendiri cukup panjang. Untuk mendapatkan rancangan awal, pemerintah melakukan proses sayembara kepada masyarakat untuk memberikan desain awal Monumen Nasional ini. Proses sayembara pertama berlangsung pada tahun 1955. Pada kesempatan ini, desain karya Frederich Silaban berhasil memenangkan sayembara.
Sayembara kedua digelar pada tahun 1960. Namun pada kesempatan ini tidak ada satu pun rancangan peserta yang dianggap memenuhi kriteria yang diinginkan. Akhirnya, diputuskan rancangan Silaban yang diajukan kepada Ir. Soekarno. Sayangnya, rancangan Silaban ini kurang sesuai dengan keinginan Soekarno yang berharap bahwa dalam desain monumen tersebut berbentuk lingga dan yoni.
Akhirnya, R.M Soedarsono diminta oleh Ir. Soekarno untuk melakukan perbaikan pada rancangan Frederich Silaban tersebut. Soedarsono akhirnya memberikan sentuhan dengan menambah angka 17, 8 dan 45 yang merupakan simbol kemerdekaan Negara. Bersama dengan Frederich Silaban, Soedarsono kemudian ditunjuk sebagai pengawas pembangunan yang dilakukan di atas tanah seluas 80 Ha.
Proses pembangunan berlangsung tiga tahap. Tahap pertama dimulai pada periode 1961/1962 – 1964/1965. Tahap ini dimulai 17 Agustus 1961 ditandai peletakan batu pertama oleh Presiden Soekarno. Selain itu ditanam pula 284 pasak beton yang berfungsi sebagai fondasi bangunan.
Pembangunan tahap pertama ini terhenti karena peristiwa pemberontakan G 30 S/PKI pada tahun 1965. Selanjutnya pembangunan dilanjutkan pada tahun 1966-1968. Tahap ini pun sempat terhenti karena adanya peristiwa politik yang ditandai pergantian pemerintahan Orde Lama kepada Orde Baru. Dan pembangunan tahap terakhir dilakukan pada tahun 1969-1976.
Pada tanggal 12 Juli 1975, Soeharto meresmikan pembukaan Monumen Nasional untuk umum. Hal ini dilakukan meski pada saat itu proses pembangunan belum sepenuhnya selesai. Pada pembangunan tahap terakhir ini, bangunan di Monumen Nasional dilengkapi dengan diorama. Diorama ini menggambarkan sejarah perjalanan bangsa Indonesia sejak jaman kerajaan, penjajahan hingga masa kemerdekaan.
Makna Penting Monumen Nasional
Monumen Nasional dibangun bukan semata sebagai proyek mercusuar atau proyek tanpa makna. Ir Soekarno sebagai penggagas pembangunan monumen ini memiliki beberapa maksud bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Beberapa makna dari pembangunan Monumen Nasional ini di antaranya adalah :
- Sebagai identitas bangsa Indonesia, sebagaimana beberapa Negara lain memiliki identitas seperti Prancis dengan Menara Eiffel, Inggris melalui jam Big Ben atau juga Amerika dengan Patung Liberty.
- Media pencerita sejarah bangsa kepada generasi penerus, sehingga mereka bisa mengetahui tentang sejarah berdirinya Indonesia.
- Media untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu berbuat sesuatu sebagaimana yang dilakukan bangsa lain.
- Bukti bahwa arsitek Indonesia pun memiliki kualitas yang tidak kalah dengan para arsitek dari luar negeri.






