Monyet Lucu yang Unik - Dari Waw-waw Hingga Aktor Film
Ilustrasi monyet lucu
Ternyata di dunia ini banyak sekali jenis kera atau monyet. Pada umumnya mereka hidup secara berkelompok; misalkan orang hutan, simpanse, oa, gorila dan waw-waw. Masing-masing memiliki bentuk dan karakter. Salah satu contohnya adalah waw-waw.
Waw-waw adalah sebangsa kera/ monyet lucu yang tubuhnya paling kecil di antara para kera. Waw-waw kadang-kadang dimasukkan ke dalam famili Pongidae bersama simpanse, gorila dan orang utan. Namun waw waw kadang dimasukkan juga ke famili Hylobatidae.
Tubuh monyet lucu ini cukup unik, memiliki tangan yang sangat panjang, panjangnya hampir dua kali panjang tubuhnya. Bentuk tangannya langsing, jari-jari tangannya panjang agak melengkung seperti kait. Tungkainya juga panjang hampir 30 persen dari panjang batang tubuhnya, namun hanya ¾ panjang lengannya.
Waw-waw sama seperti monyet yang lainnya. Tidak memiliki ekor hanya sebuah tungging sebagai luluhan dan tekukan ekor di dalam. Hidupnya berada di pohon-pohon, bergelantungan dan berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya dengan mengandalkan lengan.
Waw-waw memiliki enam spesies, di antara subspesies dapat dibedakan antara lain sebagai berikut:
- Waw-waw tangan putih Chiengmai (H.I, Carpentri) di Thailand Utara. Waw-waw ini memiliki bulu hitam, putih kream, bulu-bulunya panjang, kaki dan tangan putih, memiliki wajah bulat, lingkaran berwarna putih.
- Waw-waw tangan putih Tenasserim (H.I. Entelloides). Jenis ini bisa ditemukan di daerah Thailand Selatan dan Burma sebelah selatan. Warna bulu-bulunya hitam fase gelap, warna madu fase pucat.
- Waw-waw tangan putih Malaysia (H.I Lar) terdapat di Malaysia kecuali bagian barat laut. Bulu pada tubuhnya pendek, tangan putih dan memiliki warna bulu keputih-putihan pada fase muda
- Waw-waw tangan putih Sumatera (H.I Albimanus) dari Sumatera Utara. Ia sangat mirip dengan ras Tenasserim hanya saja bentuknya lebih kecil dan berwarna fase gelap.
- Waw-waw cerdas (H.I. Agilis) dari Malaysia Barat Laut, Sumatera Bagian Tengah dan Selatan. Bulunya berwarna hitam kelam fase gelap dan warna madu fase pucat. Tangan dan kakinya tidak gelap, lingkaran pada wajahnya putih dan melebar ke arah pipi.
- Waw-waw keperak-perakam (H.I Moloch) terdapat di Jawa. Warnanya bulunya abu-abu tanpa warna putih pada bagian tangan dan kaki. Di wajahnya hanya terdapat sedikit bekas lingkaran wajah. Pada bagian kepalanya terdapat tudung berwarna putih.
- Waw-waw Kalimantan (H.I Muelleri) berasal dari Kalimantan, warnanya sangat beragam” ada yang coklat, abu-abu, coklat kehitam-hitaman. Pada bagian tangan dan kaki tidak terdapat warna putih
Masih banyak terdapat subspesies waw-waw yang lain, seperti Nomascius yang hanya terdiri dari satu spesies yaitu waw-waw Indocina (H.I. concolor). Waw-waw pada umumnya makan buah-buahan, daun-daunan, tunas, bunga, telur maupun serangga.
Film-film dengan Tokoh Utama Monyet
Siapa yang tak jatuh hati dengan hewan primata yang satu ini, monyet. Tingkah polah monyet lucu yang menggemaskan tapi kadang juga usil, selalu menarik perhatian, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.
Fakta bahwa monyet lucu disukai banyak orang, dimanfaatkan oleh industri film Hollywood dengan memproduksi film dengan tokoh utama hewan primata ini (monyet lucu). Banyak film Hollywood dengan tokoh monyet lucu, termasuk juga kera, simpanse, dan orangutan, yang masuk dalam daftar film Box Office.
Berikut adalah judul-judul fim dengan tokoh utama monyet.
Planet Of The Apes
Film ini bercerita tentang seorang astronot Amerika bernama Gruff Taylor (diperankan oleh Charlton Hestons), yang pesawatnya terdampar di sebuah planet. Cerita menjadi rumit dan penuh ketegangan karena yang menguasai planet dan memiliki peradaban tinggi ternyata adalah para monyet lucu, sedangkan manusia jumlahnya minoritas dan merupakan bangsa primitif.
Ilmuwan monyet bernama Cornelius (diperankan oleh Roddy McDowell) dan Dr. Zira (Kim Hunter) menjadi tokoh yang melindungi Taylor dikarenakan ia adalah manusia pertama yang bisa berbicara dan berpikir layaknya monyet lucu. Dengan bantuan Cornelius dan Dr. Zira, Taylor mencari tahu apa yang telah terjadi di planet Apes sehingga kedudukan manusia dan hewan primata menjadi berbalik.
Misteri yang coba dipecahkan Tayalor ini dibumbui pula oleh adegan kejar-mengejar antara pasukan monyet lucu dan Taylor. Mereka memburu Taylor karena menganggap astronot Amerika tersebut adalah ancaman bagi keberlangsungan hidup para kera atau monyet lucu.
King Kong
Film fantasi petualangan ini berkisah romantisme seorang wanita dengan seekor gorila raksasa yang disebut king kong. Film ini pertama kali diproduksi pada 1933, kemudian dirilis ulang pada 14 Desember 2005.
Film King Kong bersetting di Kota New York pada 1930-an, di mana terjadi depresi ekonomi secara besar-besaran di Amerika Serikat. Seorang aktris bernama Ann Darrow, kehilangan pekerjaan yang sangat dicintainya, yaitu bermain teater. Di tengah himpitan ekonomi dan keputus asaan, Ann bertemu dan berkenalan dengan seorang sutradara ambisius bernama Carl Denham.
Singkat cerita, Ann diajak Carl bermain dalam salah satu film yang akan digarapnya. Film tersebut akan dibuat di sebuah pulau angker bernama Pulau Tengkorak. Perjalanan menuju Pulau Tengkorak sangat jauh dan mengarungi samudra yang ganas.
Ann beserta kru film menaiki kapal layar Venture SS. Di kapal tersebut, Ann berkenalan dengan seorang penulis skenario terkenal Jack Driscoll. Ann belajar banyak dari Jack, terutama dalam hal akting. Seringnya berinteraksi menumbuhkan rasa cinta di antara Ann dan Jack.
Di antara penumpang kapal, tak banyak yang mengetahui bahwa penghuni Pulau Tengkorak adalah makhluk-makhluk yang menyeramkan sekaligus berbahaya. Sesaat setelah sampai di pulau tersebut, Ann dan semua kru film disambut dengan suara-suara yang mengerikan. Mereka adalah penduduk asli setempat yang suka menculik manusia untuk dijadikan tumbal bagi ‘makhluk aneh’ yang berevolusi menjadi makhluk mengerikan.
Belum rampung film dibuat, Ann ternyata diculik oleh penduduk asli pulau tengkorak. Ann dijadikan tumbal bagi makhluk aneh yang ternyata seekor king kong atau gorila raksasa. Film yang diawali dengan penggambaran king kong yang ganas, di akhir cerita menjadi kisah yang mengharukan antara Ann dan si king kong.
The Legend of Tarzan, Lord of The Apes
Film dari Inggris yang diproduksi pada 984 disutradarai oleh Hugh Hudson, berdasarkan novel karya Edgar Rice Burroughs berjudul Tarzan of The Apes. Dalam film ini, tokoh tarzan diperankan oleh Christopher Lambert. Dikisahkan, kedua orangtua tarzan tewas karena dimangsa harimau ganas.
Tarzan kecil kemudian dirawat oleh keluarga simpanse. Tarzan tumbuh dan berkembang seperti layaknya seekor simpanse. Berjalan dengan cara membungkuk, menggunakan kedua tangan yang dikepalkan, dan pandai bergelayutan di antara dahan-dahan pohon.
Tarzan merasa dirinya andalah seekor simpanse hingga akhirnya bertemu dengan Jane. Dengan bantuan Jane, Tarzan belajar berbicara dan berjalan layaknya seorang manusia.
Curious George
Film kartun berseri ini bercerita tentang seekor monyet lucu bernama George. Monyet lucu yang satu ini sangat cerdas dan selalu ingin tahu apa yang sedang dilakukan pemiliknya, Ted. Keingintahuan monyet lucu bernama George menjadi ide cerita di tiap episodenya.
Rasa penasaran George kadang menjadi masalah bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Namun, dengan kecerdasan yang dimiliki George, monyet lucu ini mampu menyelesaikan semua masalah yang ditimbulkannya sendiri.
Film kartun tentang monyet lucu ini sangat ramah terhadap penonton anak-anak karena tidak hanya menampilkan kelucuan tokoh George, namun juga memberikan pengetahuan ilmiah sederhana.
Monkey Shines
Film Monkey Shines dirilis pada 1988 berdasarkan novel dengan judul yang sama karyaMichael Stewart. Film horror ini mengisahkan tentang seekor monyet yang dijadikan obyek percobaan seorang ilmuwan bernama Jeff. Monyet lucu tersebut berubah menjadi ganas dan sangat pintar karena otaknya telah diganti menjadi otak manusia.
Kisah diawali dengan tertabraknya seorang atlet bernama Alan Mann. Peristiwa tabrakan tersebut mengakibatkan Mann lumpuh. Tak kuat menerima kenyataan, Mann menjadi depresi dan melakukan percobaan bunuh diri.
Jeff mencoba menolong Mann dengan memberikannya seekor monyet lucu yang dapat menjadi teman pelipur lara bernama Boo. Agar Boo (monyet lucu) dapat menolong menyembuhkan depresi Mann, maka Jeff menyuntikkan sebagian jaringan otak Mann ke dalam otak Boo.
Persahabatan Boo (monyet lucu) dan Mann tak terpisahkan. Boo (monyet lucu) sangat memahami Mann karena ia memiliki intuisi yang kuat terhadap perasaan Mann. Pada awalnya, semua berjalan dengan normal, hingga kemudian Boo (monyet lucu) menunjukkan tingkah laku yang mengerikan.
Boo menyerang dan membunuh orang-orang terdekat Mann. Ternyata, Mann mengirimkan telepati jahat kepada Boo. Jika Mann marah dan dendam terhadap keluarga atau teman, maka Boo menjadi alat untuk membalaskan dendamnya. Film horor ini juga diwarnai kisah percintaan Mann dengan seorang ilmuwan spesialis primata bernama Melanie.
Gorillas in The Mist
Film ini diangkat dari kisah nyata tentang perjuangan seorang ilmuwan bernama Dian Fossey yang mendedikasikan hidupnya untuk melindungi gorila di hutan Rwanda. Usaha Fossey untuk melindungi spesies primata ini justru mendapat hambatan dari pemerintah Rwanda sendiri. Pemerintah mengklaim bahwa perburuan terhadap gorila merupakan mata pencaharian satu-satunya bagi penduduk Rwanda.
Fossey tidak berputus asa, bahkan semakin gencar mengampanyekan penyelamatan gorila di Rwanda dengan membentuk kelompok anti-perburuan gorila, patroli di hutan-hutan untuk meminimalisir perburuan, bahkan membakar basecamp para pemburu gorila.
Gerakan Fossey ternyata membuat pemerintah Rwanda marah. Tepat pada tanggal 27 Desember 1985, Fossey ditemukan tewas di dalam kabinnya. Meskipun Fossey telah tiada, justru karena kematiannya mata dunia menjadi terbuka. Gencarnya pemberitaan tewasnya Fossey mengakibatkan banyak negara yang bersimpati dan mengecam pembunuhan tersebut, terlebih lagi pembantaian terhadap gorila yang membabi buta di Rwanda.

