Morfologi Kura-Kura

Kura-kura merupakan hewan reptil yang dapat dengan mudah dikenali karena memiliki “batok” atau “rumah” yang keras dan kaku. Kura-kura hidup di berbagai tempat mulai dari gurun sampai laut. Kura-kura berkembang biak dengan cara bertelur. Telurnya mulai menetas setelah kurang lebih dua bulan tersimpan di dalam pasir.
Ukuran
Kura-kura memiliki ukuran yang berbeda-beda. Kura-kura terbesar adalah penyu laut berpunggung bulu raksasa yang panjang tempurungnya mencapai 200 cm dengan berat mencapai 900 kg. Speckled padloper dari Afrika Selatan merupakan kura-kura terkecil yang beratnya hanya 140 gram dengan panjang 8 cm.
Batok
Batok kura-kura terdiri atas dua bagian. Karapas adalah bagian keras yang menutupi punggung dan plastron/bagian bawah
Anggota badan
Kura-kura yang hidup di darat memiliki kaki pendek. Kura-kura darat sangat dikenal karena gerakannya yang lambat.
Leher
Kura-kura dibagi ke dalam dua kelompok berdasar pada cara penarikan leher ke dalam tempurungnya. Cryptodira dapat menarik lehernya dan melipatnya di bawah spine. Pleurodira dapat melipat lehernya ke samping.






