Wujud Morfologi Tanaman Padi
Ilustrasi morfologi tanaman padi
Memperhatikan morfologi tanaman padi memang menarik, karena dalam setangkai tanaman padi ini terdapat bagian aseksual dan seksual. Morfologi tanaman padi (Oryza sativa) memang terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian vegetatif (aseksual) dan generatif (seksual). Bagian vegetatif dari morfologi tanaman padi terdiri dari akar, batang dan daun. Sedangkan bagian generatif atau seksual terdiri atas bulir-bulir daun bunga (malai).
Dan dalam pertumbuhannya keduanya tumbuh dengan seimbang, sehingga tanaman padi bisa hidup. Morfologi tanaman padi juga menarik karena masa tumbuhnya yang singkat sehingga pertumbuhan dari bagian-bagian penting itu baik aseksual maupun seksual, tumbuh lebih cepat dibanding dengan pada umumnya tanaman berkecambah.
Akar
Akar-akar serabut pertama muncul pada hari ke-5 atau ke-6 setelah padi berkecambah. Kira-kira 5 - 6 hari setelah berkecambah. Akar serabut juga mulai berkembang dengan sangat lebat ketika batang bertunas (hari ke-15). Tumbuhnya akar-akar serabut tersebut membuat akar tunggang yang muncul di awal perkecambahan tidak tampak lagi tergantikan oleh akar serabut. Akar-akar serabut inilah yang kemudian masuk ke dalam tanah dan siap menyerap unsur hara yang terkandung di dalam tanah untuk membantu pertumbuhan.
Dengan masa hidup yang singkat, tanaman padi memerlukan suplay makanan yang banyak. Karena itulah akar serabut pada tanaman padi banyak jumlahnya, sehingga bisa menyerap unsur-unsur hara yang diperlukan dengan sempurna.
Akar tanaman padi berada pada kedalaman tanah yang tidak begitu dalam. Berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter. Hal ini menjadikan banyak nutrisi yang diperoleh berasal dari tanah lapisan atas. Selain akar serabut, tanaman padi juga memiliki akar yang berwujud mirip rambut yang lebih halus. Keduanya mempunyai fungsi yang hampir sama, yaitu sebagai organ untuk mengambil nutrisi dari tanah.
Karena akar tanaman padi tidak terlalu masuk ke dalam tanah yang lebih dalam lagi, seringkali padi akan kekurangan unsur hara yang diperlukan. Karena inilah ketika masa tanam padi dibutuhkan pemupukan yang baik dengan kandungan unsur hara yang benar-benar sangat diperlukan agar padi bisa tumbuh sesuai waktu dengan optimal. Tanaman padi yang tumbuh dengan optimal tentu akan menghasilkan padi yang baik dan optimal pula.
Selesai masa panen, sebelum datang kembali masa tanam, alangkah lebih bagusnya bila diselingi dengan menanam palawija sehingga melalui sistem fotosintesis yang baik pada palawija, akan banyak menyerap unsur hara yang berasal dari udara, kemudian diurai menjadi senyawa yang dibutuhkan. Dengan demikian tanah akan tetap subur dan pada kedalaman 30 cm misalnya kecukupan unsur hara akan terpenuhi kembali, sehingga kelak bila ditanami padi, kondisi tanah benar-benar telah subur kembali. Selain itu ada juga yang melakukan pengolah tanah dengan cara dicangkul dan membalikkan tanah. Cara ini juga dimaksudkan agar tanah yang tidak subur berada di bagian atas, begitu pula sebaliknya. Perputaran tanah ini akan menyebabkan kekurangan unsur hara bisa terpenuhi dari alam bebas.
Namun berkat hadirnya teknologi, pemberian unsur hara buatan manusia melalui pemupukan, mempengaruhi pula pola tanam padi dan pola panen. Teknologi memang sedemikian rupa telah memberi kemudahan, hal yang sama juga terjadi dalam teknologi penanaman padi. Selain pemilihan bibit padi yang unggul, yaitu yang memiliki masa tanam lebih singkat tapi mampu menghasilkan buah padi yang optimal, juga telah tersedia bagaimana mempengaruhi kondisi atau kesuburan tanah yang diperlukan untuk pertumbuhan padi.
Hanya saja kecanggihan teknologi ini apabila tidak disertai dengan kearifan dalam menggunakannya, pada akhirnya alam juga yang akan mengalami kerusakan, dalam hal ini tanah. Tanah yang terlalu banyak bercampur dengan zat kimia buatan manusia, pada akhirnya akan berubah menjadi tanah yang tidak subur lagi sehingga tanaman padi misalnya tidak akan tumbuh dengan baik.
Pemanfaatan hasil rekayasa teknologi dalam penanaman padi memang harus benar-benar terukur dan dalam pengawasan para ahli, agar tidak memberi dampak negatif yang lebih cepat dan lebih besar.
Batang
Bagian batang pada morfologi tanaman padi terdiri atas ruas-ruas batang yang terpisah oleh buku-buku. Ruas terpendek batang padi terdapat pada bagian batang paling bawah. Masing-masing buku ditempati oleh sehelai daun. Di bagian ketiak daun terdapat upih daun dan ruas daun.
Bagian ini akan tumbuh menjadi batang sekunder hingga batang tersier. Inilah yang dimaksud dengan pertunasan padi. Batang padi berongga pada bagian tengah dan berbentuk membulat. Batang tanaman padi yang mempunyai nutrisi yang cukup umumnya berukuran 80 hingga 120 sentimeter. Kondisi batang yang sehat akan menghasilkan bagian batang sekunder dan tersier yang kelak akan menjadi tempat tumbunnya bulir padi.
Daun
Daun pada morfologi tanaman padi berupa helaian berbentuk memanjang seperti pita. Di samping itu, padi juga mempunyai pelepah daun yang menyelubungi batang. Panjang helaian daun tanaman padi tergantung pada varietas padi yang ditanam. Letak daun juga menentukan panjang daun padi. Biasanya daun ketiga dari dari ujung tanaman padi bagian atas merupakan daun terpanjang.
Malai
Malai merupakan bagian tanaman padi yang bersifat generatif. Malai tanaman padi tersusun dari sekumpulan bunga-bunga padi. Sumbu utama malai terdapat di ruas buku terakhir. Butir-butir padi yang nantinya dipanen terdapat pada cabang-cabang pertama dan cabang-cabang kedua.
Awalnya malai tegak berdiri ketika berbunga, namun bila butir-butir padi telah mengisi malai, maka malai akan terkulai hingga menjuntai ke bawah. Malai yang pendek mempunyai panjang sekitar 20 sentimeter. Malai yang sedang mempunyai panjang 20 hingga 30 sentimeter. Sedang malai yang panjang berukuran lebih dari 30 sentimeter.
Kepadatan malai diukur dari berapa banyaknya bunga di tiap malai. Misal, malai yang berisi 300 bunga per sentimeternya bisa terdiri dari 15 bunga.
Bunga Padi
Bunga padi merupakan bunga yang berkelamin ganda. Bunga padi memiliki benang sari berjumlah 6 buah, dengan tangkai sari yang pendek dan kepala sari yang besar. Sedangkan putiknya terdiri dari dua tangkai dengan dua buah kepala putik. Kepala putik berbentuk malai dan berwarna putih.
Pertemuan kedua kelamin pada tanaman padi ini terjadi dengan bantuan alam seperti tiupan angin. Dari pertemuan kedua kelamin inilah kemudian terjadi penyerbukan. Setelah penyeburkan terjadi dengan sempurna, maka akan terjadi pembuahan. Pada proses inilah kecukupan unsur hara tanah sangat menentukan baik tidaknya pembuahan itu terjadi.
Datangnya musim kemarau panjang misalnya sehingga padi tidak mendapat suplay air yang baik, akan menyebabkan proses pembuahan terganggu. Bila pembuahan telah terjadi kemudian terjadi kekerangan, akan menyebabkan padi gagal panen karena bulir padi berisi buah padi yang sempurna.
Buah Padi
Buah padi kita kenal dengan nama beras atau gabah. Sering kali kita salah menamainya dengan biji padi. Buah padi terbentuk setelah mengalami penyerbukan dan pembuahan. Buah padi ini tertutup oleh lemma dan palea yang membentuk kulit gabah berlapis.

