Mengenal Morfologi Tanaman
Ilustrasi morfologi tanaman
Berbicara mengenai tanaman, tentu akan membahas tentang bagian-bagian tanaman atau organ tanaman yang satu sama lain memiliki perbedaan yang khas atau yang dikenal dengan morfologi tanaman. Secara singkat morfologi tanaman adalah bagian dari ilmu Biologi yang mempelajari berbagai organ tanaman, seperti bagian-bagian, bentuk, serta fungsi bagian-bagian tersebut. Secara umum morfologi tanaman tersusun atas tiga organ dasar, yaitu akar, batang, dan daun. Ketiga organ tersebut dikenal pula dengan nama organ primer. Dikatakan organ primer karena organ-organ tersebut memiliki fungsi vital untuk kelangsungan hidup tanaman. Namun tentu saja untuk kelangsungan hidup tanaman tidak hanya tergantung kepada tiga organ tersebut, karena seperti juga makhluk hidup lainnya memiliki sistem yang tidak sederhana.
Selain membahas masalah organ primer tanaman, dalam morfologi tanaman juga dibahas organ tanaman lainnya seperti bunga, buah, biji, dan umbi. Dalam morfologi tanaman organ-organ tersebut dikenal pula dengan nama organ sekunder yang merupakan turunan atau modifikasi dari tiga organ dasar. Selain dikenal sebagai organ primer, bagian tanaman berupa bunga, buah, dan biji, juga disebut sebagai organ seksual karena dibutuhkan dalam proses reproduksi seksual. Proses memperbanyak keturunan dari tanaman dilakukan melalui proses perkawinan yang diantaranya melalui bunga, buah dan biji.
Jadi sebenarnya pengetahuan tentang morfologi tanaman sangat dibutuhkan terutama yang bergelut dalam bidang budidaya tanaman atau mereka yang memiliki perhatian untuk mengadakan rekayasa teknologi terhadap tanaman untuk menghasilkan produk sesuai dengan yang diinginkan. Tanpa pengetahuan tentang morfologi tanaman ini akan sulit melakukan rekayasa teknologi bahkan dalam hal memilih tanaman yang baik dan tanaman yang tidak bisa produktif misalnya.
Macam Akar dalam Morfologi Tanaman
Akar merupakan organ vital bagi tanaman karena dari sinilah berbagai unsur hara diserap kemudian diangkut ke dalam batang dan disebarkan ke seluruh bagian tanaman melalui proses yang rumit. Akar dimiliki oleh seluruh tanaman tanpa kecuali, karena itulah bagian akar ini termasuk organ primer bagi tanaman. Pada tanaman tingkat tinggi, akar secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu akar serabut dan akar tunggang. Apa dan bagaimana perbedaan antara kedua akar tersebut, bisa disimak penjelasan di bawah ini.
1. Akar Serabut
Akar serabut dimiliki oleh tanaman monokotil yaitu tumbuhan dengan biji berkeping satu. Meskipun demikian, kadangkala tanaman dikotil juga mempunyai akar serabut. Biasanya, tumbuhan dikotil yang mempunyai akar serabut dikembangbiakkan dengan cangkok maupun stek. Akar serabut mempunyai fungsi yang sama dengan akar lain, yaitu untuk memperkokoh berdirinya tanaman. Melalui sebuah proses yang rumit tadi, akar tumbuh dan berkembang, menembus tanah secara sempurna sehingga akan memperkokoh berdirinya tanaman sesuai dengan jenis tanaman. Besar kecilnya akar serabut ini tentu saja tergantung dengan jenis tanaman itu sendiri, yang pada intinya bagaimana tanaman tersebut bisa berdiri secara kokoh.
2. Akar Tunggang
Dalam morfologi tanaman, akar tunggang umumnya terdapat pada tanaman dikotil atau tumbuhan dengan biji berkeping dua. Selain untuk memperkokoh berdirinya tanaman, fungsi lainnya adalah untuk menyimpan makanan. Tentu saja dengan kedua fungsi tersebut, sebuah akar memegang peranan penting dalam pertumbuhannya. Karena itulah pada saat mencangkok tanaman, tanaman cangkok bisa dipotong ketika telah muncul akar secara sempurna. Dengan akar yang sempurna inilah diharapkan tanaman akan tumbuh dan bisa berdiri secara kokoh.
Modifikasi Akar dalam Morfologi Tanaman
• Akar napas. Bentuknya unik karena akar ini tumbuh dari bawah ke atas dan menembus tanah. Tanaman yang memiliki akar napas contohnya adalah bakau. Disebut akar napas karena salah fungsinya akar ini memang untuk bernapas atau mengambil udara bebas.
• Akar gantung. Akar gantung posisi sepenuhnya berada di atas tanah. Contohnya, tanaman anggrek.
• Akar banir. Akar ini seperti lempengan-lempengan kayu yang berada di permukaan tanah.
• Akar penghisap. Memiliki fungsi utama untuk menghisap nutrisi dari tumbuhan inang. Contohnya, benalu.
Batang pada Morfologi Tanaman
Batang tanaman sebagian besar berbentuk panjang bulat seperti silinder. Batang terdiri dari ruas-ruas yang dibatasi buku-buku. Pada tiap buku, terdapat daun. Secara umum, batang tumbuh menuju ke atas, ke arah matahari (heliotrof). Batang selalu bertambah panjang, seringkali disimpulkan bahwa pertumbuhan batang tidak terbatas. Percabangan di batang selalu tumbuh selama tanaman masih hidup. Batang secara umum tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang berumur pendek dan masih muda.
Batang bisa berdiri kokoh karena ditopang oleh akar yang sedemikian rupa memiliki fungsi memperkokoh batang dan menghisap unsur hara di dalam tanah. Secara alami batang merupakan tempat tumbuhnya ranting yang kemudian dipenuhi dengan daun sesuai dengan jenis tanamannya. Kekurangan unsur hara di dalam tanah atau ketika tanaman mulai terserang hama misalnya, bisa dilihat pada pertumbuhan batang yang tidak sempurna, mengering bahkan pada akhirnya akan lapuk. Namun sebelum batang melapuk, terlebih dahulu bisa diperhatikan daunnya yang menguning dan kering, hingga akhirnya berguguran. Namun ada juga yang daunnya berguguran tapi tidak mengindikasikan tanaman itu akan mati, karena bentuk batangnya yang masih kokoh, salah satu contohnya ada pohon jati. Daun pohon jati yang berguguran pada musim kemarau merupakan salah satu mekanisme pertahanan diri agar mengurangi penguapan.
Daun dalam Morfologi Tanaman
Sebagian besar daun pada tumbuhan tingkat tinggi berwarna hijau. Warna ini berasal dari pigmen hijau daun (klorofil) yang terdapat di dalamnya. Daun merupakan organ yang berperan penting dalam pembuatan makanan oleh tanaman (fotosintesis). Klorofil merupakan zat yang berfungsi melakukan proses fotosintesis tersebut. Daun mempunyai tulang-tulang daun yang sebenarnya berisi jaringan pengangkut. Jaringan ini mempunyai peran untuk menghantarkan bahan maupun hasil fotosintesis. Peran daun dan tulang-tulang daun sama seperti darah pada manusia dan hewan, yaitu berfungsi menyebarkan hasil metabolisme ke seluruh tubuh.
Daun pada tanaman dapat berupa daun tunggal, misalnya pada tanaman mangga, ataupun daun majemuk, seperti pada tanaman belimbing. Pada tanaman dikotil, tulang daun berbentuk menyirip atau menjari. Kecuali, pada tanaman pisang (monokotil), tulang daun berbentuk menyirip. Sementara pada tanaman monokotil, tulang daun berbentuk sejajar atau melengkung.
Itulah hal-hal penting yang berkaitan dengan morfologi tanaman, yang tidak saja membahas masalah daun, datang dan akar, tapi bagian-bagian serta fungsi dari masing-masing organ primer dan organ sekunder tanaman tersebut. Pengetahuan tentang morfologi tanaman sangat diperlukan bagi siapa saja yang ingin meneliti tentang sebuah tanaman, membudidayakan tanaman atau ingin mencoba menggunakan konsep rekayasa teknologi untuk pertumbuhan sebuah tanaman. Tentu saja rekayasa teknologi yang akan diterapkan pada tanaman ini dimaksudkan untuk mencapai hasil optimal sesuai dengan harapan, apakah dalam bentuk produksi buah yang besar dan jumlahnya optimal atau ingin memperbanyak jumlah tanaman tertentu dengan memalui inseminasi buatan.
Tentu saja bagi siapa saja yang bergerak di dunia budidaya tanaman, minimal mengetahui morfologi tanaman ini agar tidak salah urus dalam mengembangkan tanaman tersebut.

