logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Pekerjaan & Karir    Motivasi    Artikel Umum Motivasi    Motivasi Pendidikan

Menyusur Motivasi Pendidikan

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Dunia pendidikan kita kian kisruh dengan hiruk-pikuk. Misalnya, polemik UN yang tak kunjung usai. "Sekolah kandang ayam" yang masih kokoh berdiri. Pendidikan Indonesia berkutat pada persoalan yang sama setiap tahun. Index pembangunan manusia (HDI) Indonesia masih rendah dibanding Malaysia dan Singapura. Pendidikan disinyalir jadi penyebab utama.

Motivasi pendidikan kita sebatas formal (SD, SMP, SMA, Universitas). Menurut sebagian pakar pendidikan, kita belum menciptakan karakter. Pendidikan menekankan aspek kognitif hingga mencetak lulusan yang disederhanakan dengan kata link and match. Character is doing the right thing when no one is watching. Apa motivasi pendidikan kita sudah membentuk karakter demikian?

Journey or Racer?

Menyusur motivasi pendidikan berarti menyusur jalan hidup. Pendidikan adalah kunci membuka gerbang kehidupan. Kita bisa kaya, miskin, jahat, dan baik, oleh pendidikan. Kita bisa memilih menjadi racer atau seorang journey. Motivasi pendidikan racer ibarat pembalap yang ingin cepat menyentuh garis finish. Ngebut dan super fast. Pembelajar tipe ini akan menghalalkan segala cara untuk menyelesaikan studi. Mencontek, menyogok nilai, dan sebagainya. Cepat lulus, cepat kerja, cepat nikah, dan lain-lain.

Sementara journey, berkebalikan. Ibarat seorang pengembara yang berkelana. Menempuh perjalanan dengan rileks. Namun, menghargai jalan yang sedang disusur. Pembelajar tipe ini menghargai proses. Lulus cepat dan tepat. Bersikap jujur. Ksatria. Belajar bagi seorang journey tidak melulu berkonotasi legal formal. Belajar adalah membaca kehidupan secara utuh. Bukan sekadar membaca buku literatur di kelas.

Motivasi Pendidikan

Pendidikan adalah refleksi dari masyarakat. Kondisi di sekolah mencerminkan kondisi sosial. Ketika mencermati korupsi meninggi, frustrasi sosial, atau bentrok massal, itu berarti motivasi pendidikan kita keliru. Jika pendidikan diwarnai aksi contek dan plagiat, dampaknya korupsi merajalela. Cheat today corruptor tommorow. Jika pendidikan dihujani aksi bullying, tawuran massal kian meninggi. Jika pendidikan dimaknai sekedar IPK tinggi atau rangking kelas, orang mengejar nilai. Bukan ilmu.

Motivasi pendidikan kita harus kembali pada rel. Pendidikan harus memanusiakan manusia. Pendidikan bukan ajang transaksi materi, melainkan transaksi ilmu. Proses transfer knowledge. Ada meaning di situ. Meaning yang berwujud pada nilai imateril, ilmu. Motivasi pendidikan akan tumbuh subur dalam lingkungan yang kondusif. Kita harus membangun rumah pendidikan yang nyaman dan tentram. Rumah pendidikan yang menaungi semua. Tua, muda, miskin, atau kaya. Rumah pendidikan yang mencerminkan karakter bangsa. Dengan ini, motivasi pendidikan akan menyemai tunas bangsa yang unggul.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Tips Sukses Mengatasi Masalah di Hari Pertama Kerja
  • Tips Motivasi Mario Teguh: Jangan Rendahkan Diri Anda!
  • Macam-Macam Teori Motivasi
  • Tips Motivasi Diri: Maju atau Mati!
  • Bentuk-bentuk Motivasi Kerja
  • Kumpulan Kata Motivasi dari Inggris dan Amerika
  • Cara Meningkatkan Prestasi Kerja Pegawai
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA