Riwayat Kecelakaan dan Prestasi Pemain Motor GP Dari Masa Ke Masa
Dari tahun ke tahun Motor GP selalu menjadi ajang balapan paling bergengsi. Apalagi Motor GP 2012. Untuk pertama kalinya, FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme) sebagai pihak penyelenggara, memperbolehkan motor berkapasitas 1.000 cc untuk ikut berlaga.
Pembalap Paling Sering Memenangi Motor GP
Giacomo Agostini dari Italia menjadi pembalap terbanyak yang menjuarai Motor GP. Ia mengoleksi 8 gelar (saat itu bernama kelas 500 cc). Agostini menciptakan rekor memenangkan 7 dari 8 gelar itu dalam 7 tahun berturut-turut, sejak 1966 hingga 1972. Hingga saat ini, belum ada orang seperti Agostini, baik ketika balapan ini bernama kelas 500 cc atau Motor GP.
Di bawah Agostini, ada rekan sesama pembalap Italia, Valentino Rossi yang mendapatkan 7 gelar. Lima di antaranya didapatkan Rossi secara berturut-turut sejak 2001 hingga 2005. Pembalap paling banyak meraih gelar juara Motor GP adalah sebagai berikut.
- Giacomo Agostini, 8 gelar
- Valentino Rossi, 7 gelar
- Michael Doohan, 5 gelar
- Mikel Hailwood, 4 gelar
- Geoff Duke, 4 gelar
- John Surtees, 4 gelar
- Eddie Lawson, 4 gelar
- Kenny Roberts, 3 gelar
- Wayne Rainey, 3 gelar
- Phil Read, 2 gelar
- Freddie Spencer, 2 gelar
- Umberto Masetti, 2 gelar
- Barry Sheene, 2 gelar
- Casey Stoner, 2 gelar
Selain kesembilan orang di atas, kebanyakan pembalap Motor GP maksimal cuma mampu meraih 1 gelar juara. Casey Stoner, juara bertahan Motor GP, baru memenangi balapan ini pada 2007 dan 2011. Sementara itu, Jorge Lorenzo sang runner-up, baru sekali memenangkan Motor GP, yaitu pada 2010.
Dalam rekapitulasi, Italia menjadi negara dengan pemenang Motor GP terbanyak. Pembalap Negeri Pizza tercatat 20 kali menjadi juara tahunan Motor GP. Negara berikutnya adalah Britania Raya (17 kali), Amerika Serikat (15 kali), Australia (8 kali), Spanyol (2 kali), dan Rodhesia (1 kali). Italia beruntung di Motor GP karena Giacomo Agostini dan Valentino Rossi total menyumbang 15 dari 20 gelar negara asal pabrikan Ducati ini.
Pembalap Motor GP yang Meninggal Akibat Kecelakaan
Meninggalnya Marco Simoncelli di GP Sepang 23 Oktober 2011 lalu melahirkan dukacita di seluruh dunia. Banyak yang meramal Simoncelli akan menjadi pembalap legendaris jika nyawanya tak terenggut di usia muda (24 tahun).
Dalam sejarahnya, Simoncelli memang bukan orang pertama yang meninggal akibat kecelakaan. Ada 28 pembalap yang tewas dalam ajang balapan Kejuaraan Motor Dunia. Kasus terakhir di ajang Motor GP adalah tewasnya Daijiro Kato di Jepang, Suzuka pada 6 April 2003.
Jika kelas 125 cc dan 250 cc disertakan, kejadian terakhir sebelum meninggalnya Simoncelli adalah kecelakaan yang menimpa Shoya Tomizawa. Pembalap Moto2 ini tewas di GP San Marino tahun 2010. Pembalap pertama Kejuaraan Motor Dunia (termasuk Motor GP) yang meninggal di sirkuit adalah Ben Drinkwater.
Jumlah Kecelakaan Motor GP
Dalam sembilan tahun terakhir, ada dua pembalap yang tewas karena kecelakaan Motor GP. Hal ini seolah berkorelasi dengan jumlah kecelakaan di Kejuaraan Motor Dunia yang memiliki tren terus melonjak setiap tahunnya, baik di kelas MotoGP, Moto2, maupun 125 cc. Pada 1999, hanya ada 565 kecelakaan. Tahun berikutnya, angka melonjak hingga 633 kecelakaan.
Pada 2008, bahkan kecelakaan meningkat hingga 876 kali. Namun, yang paling signifikan tetaplah tahun lalu. Ya, pada 2011 terjadi 894 kecelakaan, mulai dari saat latihan, kualifikasi, hingga race-nya sendiri. Peta kecelakaan di Kejuaraan Motor Dunia, termasuk Motor GP, dari 1997 hingga 2011 adalah sebagai berikut.
- 1997: 496 kecelakaan
- 1998: 468 kecelakaan
- 1999: 565 kecelakaan
- 2000: 633 kecelakaan
- 2001: 634 kecelakaan
- 2002: 646 kecelakaan
- 2003: 705 kecelakaan
- 2004: 706 kecelakaan
- 2005: 737 kecelakaan
- 2006: 647 kecelakaan
- 2007: 672 kecelakaan
- 2008: 876 kecelakaan
- 2009: 642 kecelakaan
- 2010: 825 kecelakaan
- 2011: 894 kecelakaan
Dari 894 kecelakaan Motor GP tersebut, paling banyak terjadi di sirkuit Assen, Belanda. Ada 78 kecelakaan atau setara dengan 8% yang menimpa para pembalap di sini. Sebaliknya, Sirkuit Mugello (Italia) mencatat rekor paling sedikit terjadi kecelakaan. Cuma ada 25 kali para pembalap terjatuh atau setara dengan 2% dari total kecelakaan di sirkuit ini. Sebenarnya, Sirkuit Laguna Seca (Amerika Serikat) mencatatkan hal serupa.
Hanya, di sirkuit ini, tahun lalu cuma digelar ajang balapan untuk Motor GP. Dari sekian tikungan, tikungan pertama di Sirkuit Estoril (Portugal) menjadi pemakan korban kecelakaan terbanyak 2011 lalu. Ada 22 pembalap yang harus menuntun motornya karena terjatuh di tikungan ini. Namun, tikungan yang paling mematikan tetaplah tikungan 11 di Sepang yang menewaskan Marco Simoncelli, sang calon legenda Motor GP.
Sistem Skor Motor GP
Dari segi perolehan skor, Motor GP menyajikan kemungkinan persaingan yang begitu ketat. Dalam setiap balapan, 15 pembalap tercepat akan memperoleh poin yang disesuaikan dengan peringkat finish mereka.
- Peringkat pertama, mendapatkan 25 poin
- Peringkat kedua, 20 poin
- Peringkat ketiga, 16 poin
- Finish keempat, 13 poin
- Finish kelima, 11 poin
- Finish keenam, 10 poin
- Peringkat ketujuh, 9 angka
- Peringkat kedelapan, 8 angka
- Peringkat sembilan, 7 angka
- Finish kesepuluh, 6 angka
- Finish kesebelas, 5 angka
- Finish keduabelas, 4 angka
- Peringkat ketigabelas, 3 angka
- Peringkat keempatbelas, 2 angka
- Peringkat kelimabelas, 1 angka
Namun, pada praktiknya, tetap saja peringkat atas diperebutkan oleh pembalap Motor GP papan atas yang didukung oleh pabrikan berkualitas. Dalam sejarahnya, sudah banyak perubahan sistem yang digunakan FIM untuk membuat balapan lebih menarik.
Awalnya, di tahun pertama penyelenggaraan Kejuaraan Motor Dunia tahun 1949, cuma ada 5 pembalap yang finish pertama yang akan memperoleh poin. Angkanya juga tidak sebesar sekarang. Peringkat pertama mendapatkan 10 poin. Sisanya, pembalap kelas 500 cc (atau saat ini Motor GP) berturut-turut memperoleh 8, 7, 6, dan 5 poin.
Pada 1969, kembali ada perubahan. Juara pertama memperoleh 15 angka. Selain itu, 10 pembalap pertama memperoleh angka. Tahun 1988, lagi-lagi ada pergantian regulasi. Kali ini angka terbesar naik menjadi 20 poin. 15 pembalap pertama yang masuk garis finish juga berhak mendapatkan angka. Sistem yang kita kenal sekarang untuk Kejuaraan Motor Dunia baru diperkenalkan sejak 1993. Artinya, tahun 2012 menjadi tahun ke-20 Motor GP, Moto2, dan Moto3, menggunakan sistem 25 angka untuk sang juara.
Jadwal Motor GP 2012
Berikut ini jadwal Motor GP tahun ini. Ada 18 sirkuit yang mesti ditaklukkan oleh para pembalap. Jadwal ini dimulai di Sirkuit Losail pada 8 April 2012 dan diakhiri di Valencia pada 11 November 2012.
- Grand Prix Qatar (Sirkuit Losail), 8 April 2012
- Grand Prix Spanyol (Sirkuit Jerez), 29 April 2012
- Grand Prix Portugal (Sirkuit Estoril), 6 Mei 2012
- Grand Prix Prancis (Sirkuit Le Mans), 20 Mei 2012
- GP Katalonia (Catalunya), 3 Juni 2012
- GP Britania Raya (Silverstone), 17 Juni 2012
- GP Belanda (Assen), 30 Juni 2012
- GP Jerman (Sachsenring), 8 Juli 2012
- GP Italia (Mugello), 15 Juli 2012
- GP AS (Laguna Seca), 29 Juli 2012
- GP AS Indianapolis (Indianapolis), 19 Agustus 2012
- GP Republik Ceska (Brno), 26 Agustus 2012
- Grand Prix San Marino (Misano Adriatico), 16 September 2012
- Grand Prix Aragon (Aragon), 30 September 2012
- Grand Prix Jepang (Motegi), 10 Oktober 2012
- Grand Prix Malaysia (Sepang), 21 Oktober 2012
- GP Australia (Phillip Island), 28 Oktober 2012; dan
- GP Valencia (Valencia), 11 November 2012.
Jadwal ini tidak ubahnya dengan jadwal Motor GP tahun lalu yang berisi 18 balapan. Demikian pula dengan sirkuit pembuka dan penutup kejuaraan Motor GP. Bahkan, Losail, dan Valencia sudah menjadi sirkuit pertama dan terakhir bagi para pembalap Motor GP setiap tahunnya sejak tahun 2007.
Pembalap Terkenal di Motor GP 2012
Tidak ada perubahan signifikan untuk pembalap papan atas Motor GP 2012. Pembalap besar masih berada di pabrikan yang tahun 2011 lalu menaungi mereka.
- Ducati Team diperkuat oleh Nicky Haiden (Jerman) dan Valentino Rossi (Italia)
- Tim Repsol Honda terdiri dari Dani Pedrosa (Spanyol) dan Casey Stoner (Australia)
- Yamaha Factory Racing dihuni oleh Jorge Lorenzo (Spanyol) dan Ben Spies (Amerika Serikat)
- Andrea Dovizioso akan tampil untuk Tech 3 Yamaha setelah empat tahun di Motor GP selalu memakai motor pabrikan Honda. Dovizioso yang duduk di peringkat ketiga tahun lalu ditemani oleh Cal Crutchlow.






