Mukjizat Para Nabi Allah
Ilustrasi mukjizat para nabi
Para Nabi diberikan keistimewaan oleh Allah antara lain berupa mukjizat, mukjizat para nabi ini sebagai tanda bukti kerasulan dan kenabian yang dapat digunakan untuk menunjukkan kepada kaumnya bahwa Allah SWT itu ada dan dapat melakukan apa saja yang dikehendaki Nya.
Selain itu kita tahu bahwa mukjizat adalah hal yang sangat luar biasa yang diberikan oleh Allah. Pemberian itu akan menjadi sempurna jika disesuaikan dengan keadaan diutusnya Nabi tersebut sehingga mukjizat itu sangat berpengaruh dalam jiwa kaum dan mampu menggoncangkan hati mereka sehingga mereka mau beriman.
Allah berkehendak agar mukjizat ini sesuai dengan keadaan diutusnya Nabi. Jadi setiap mukjizat yang dibawa oleh Nabi dan Rasul selalu berlainan.
Seperti Nabi Musa yang diutus ditengah-tengah kaum yang suka memainkan sihir sehingga sihir mendapat tempat istimewa. Maka mukjizat Nabi Musa bentuk lahirnya seperti sihir , tetapi pada hakikatnya ia bukan sihir melainkan keajaiban yang Allah berikan untuk melawan sihir.
Mukjizat Nabi Musa as.
Mukjizat Nabi Musa as. yaitu berupa tongkat yang dapat berubah menjadi ular. Suatu hari Fir’aun mengadakan perjanjian pertemuan dengan Nabi Musa ditempat terbuka, pada saat itu Fir’aun mengumpulkan para tukang sihir untuk mengalahkan Nabi Musa.
Ketika para tukang sihir melempar tongkat dan tali-tali mereka, tiba-tiba arena itu dipenuhi dengan ular. Nabi Musa merasa ketakutan, tetapi Allah menenangkannya, kemudian Allah menyuruh Nabi Musa untuk mengangkat tongkatnya dan melemparkannya.
Mukjizat itu terjadi sebelum tongkat menyentuh tanah telah berubah menjadi ular yang besar, kemudian memakan ular tukang-tukang sihir. Akhirnya para tukang sihir itu sujud diatas tanah dengan mengatakan bahwa mereka beriman kepada Tuhan yang diyakini Nabi Musa dan Harun.
Tongkat Nabi musa juga dapat membelah lautan. Nabi Musa mendapat ketetapan untuk meninggalkan mesir, ketika hendak pergi beritanya sampai ke telinga Fir’aun kemudian ia mengejar bersama bala tentaranya.
Berita Fir’aun mengejar akan menangkap Nabi Musa dan kaumnya pun sampai kepada Nabi musa hingga kaumnya panik, Nabi musa berusaha menenangkan kaumnya.
Dalam kepanikannya Allah mewahyukan untuk memukulkan tongkat yang dibawanya itu. Tiba tiba laut terbelah menjadi dua bagian, satu bagian menjadi kering yang diapit ombak kanan dan kirinya. Nabi Musa berhasil melewati lautan, sementara Fir’aun pun menyaksikan mikjizat ini dan merasakan ketakutan tetapi karena keangkuhan dan kesombongannya ia terus menyuruh pasukannya maju.
Ketika Fir’aun dan bala tentaranya sampai ke tengah, ombak datang menggulung dan menenggelamkan Fir’aun beserta tentaranya. Pada saat sakaratul maut menjemput Fir’aun menyadari kesalahannya , Fir’aun berusaha menunjukkan keimanannya tapi taubat Fir’aun tidak diterima oleh Allah.
Mukjizat Nabi Isa as.
Nabi Isa adalah seorang manusia yang terlahirkan dari seorang wanita yang suci yaitu yang dapat hami tanpa memiliki seorang suami. Ibu Nabi Isa adalah Maryam. Pada saat Maryam mengandung Nabi Isa, banyak sekali yang menduga-duga siapa bapak dari anak yang dikandung oleh maryam. Ada pula sebagian orang yang justru menghina Maryam karena telah hamil tanpa memiliki suami.
Akhirnya ketika Nabi Isa dilahirkan, beliaulah yang telah menjelaskan kepada seluruh manusia yang ada pada saat itu yaitu pada kaummya bahwa sejatinya ia memang tidak berbapak. Bahwa memang Allohlah satu-satunya Zat yang telah menciptakannya dari seorang wanita yang suci. Inilah salah satu mukjizat dari Nabi Isa yaitu dapat berbica ketika masih bayi. Berbicara selayaknya manusia dewasa yang sudah memiliki kemampuan untuk berbicara secara jelas dan dapat dimengerti.
Salah satu mukjizat Nabi Isa as. Yang lain adalah dapat menghidupkan orang mati, mukjizat ini ingin menunjukan bahwa alam Ruhani itu ada, hari kebangkitan yang dikatakan Allah itu benar adanya. Orang yahudi memiliki anggapan bahwa orang yang mati hanya berupa fisik ia tidak akan mampu bangkit kembali karena fisiknya telah hancur.
Orang yahudi pikirannya telah teracuni dengan ketidakpercayaan dan menentang pada hari akhirat, dan tidak beriman dengan hari akhir. Nabi Isa dapat membuktikan bahwa mayat mampu bangkit dari kematiannya, jasadnya kembali hidup ia bangkit dari kuburan dan dapat berbicara.
Hal ini dilakukan agar kaumnya yakin bahwa hari akhir juga hari dimana manusia yang telah mati nantinya akan dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya waktu di dunia itu benar-benar ada. Disana akan ada kehidupan lain dimana seseorang yang berbuat baik akan dibalas dengan kebaikan dan yang berbuat buruk akan dibalas dengan keburukan.
Mukjizat Nabi Isa yang lain adalah dapat meniupkan ruh kepada burung yang terbuat dari tanah, mukjizat ini pun menguatkan adanya ruh. Semula ia hanya tanah yang dibentuk tetapi dengan izin Allah burung yang terbuat dari tanah ditiupkan ruh sehingga menjadi burung yang memiliki kehidupan.
Mukjizat Nabi Ibrahim as.
Ketika kaum Nabi Ibrahim as. marah dan membakar beliau dengan kobaran api yang sangat besar hasil dari kayu-kayu yang sangat banyak akan tetapi Nabi Ibrahim diberi mukjizat oleh Allah tubuh juga bajunya tak tersentuh api sedikitpun, hanya tali talinya saja yang terbakar, karena pada saat dibakar Nabi Ibrahim dengan posisi terikat.
Nabi Ibrahim berhasil keluar dari abu yang menutupinya tanpa merasakan apa pun. Seolah tanpa terjadi apa apa beliau keluar dari tumpukan abu sambil menepiskan abu abu yang menempel dibadannya.
Demikanlah Allah memberikan mukjizat para nabi untuk memberikan peringatan kepada kaum dimana nabi nabi Allah tersebut diutus, dan juga sebagai peringatan dan pelajaran bagi kaum setelahnya hingga akhir zaman.
Mukjizat Nabi Nuh as.
Mukjizat nabi Nuh berkaitan dengan pembuatan perahu besar. Alloh telah memerintahkan nabi Nuh untuk membuat perahu besar tersebut karena dengan perahu inilah yang akan menyelamatkan nabi Nuh dan para pengikutnya dari bahaya banjir besar yang akan Alloh datangkan.
Nabi Nuh membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membuat perahu tersebut. dalam waktu belaiu membuat perahu tersebut, banyak sekali kaum beliau yang menghina belaiu dan menganggap yang beliau lakukan adalah hal yang aneh. Namun nabi Nuh tetap dalam pengerjaan perahu besar tersebut.
Sampai datanglah pada waktu tibanya banjir besar yang telah dijanjikan oleh Alloh. Nabi Nuh mengajak kepada semua kaumnya untuk naik ke atas perahu yang telah beliau buat. Perahu besar itulah yang dapat menyelamatkan meraka dari banjir tersebut.
Namun, hanya sedikit sekali yang percaya dan mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh nabi Nuh. Sangat sedikit yang mau masuk ke dalam perahu besar tersebut. bahkan anak dan istri nabi Nuh termasuk ke dalam golongan orang yang ingkar terhadap risalah yang dibawa oleh nabi Nuh.
Akhirnya Alloh pun menenggelamkan seluruh manusia yang ingkar dan tak mau masuk ke dalam perahu yang telah dibuat oleh nabi nuh. Dan orang-orang yang berimanlah yang mau masuk ke dalam perahu tersebut yang terselamatkan beserta banyaknya hewan yang juga menjadi penumpang dari perahu tersebut.
Mukjizat Nabi Mukjizat saw.
Nabi Muhammad saw-lah yang memiliki mukjizat yang paling banyak dibandingkan dengan para nabi dan rasul yang ada. Mukjizat Nabi Muhammad saw. Yang terbesar adalah Al qur’an. Al Qur’anlah yang menjadi kitab yang menyempurnakan seluruh ajaran yang telah dibawa oleh seluruh nabi dan rasul yang telah ada karena memang Nabi Muhammad saw.-lah yang menjadi nabi terakhir.
Al Qur’anlah yang berisi ajaran untuk seuruh manusia. Dengan ajaran yang ada inilah maka manusia dituntut untuk menerapkannya dalam semua sendi kehidupan manusia. Dengan inilah maka manusia akan dapat menjalankan hidupnya dengan benar dan dapat mencapai tujuan dari hidup manusia yaitu ridho Alloh untuk menuju surgaNya.
Selain itu, mukjizat yang lain dari Nabi Muhammad saw adalah dapat membelah bulan menjadi dua bagian, dapat mengeluarkan mata air dari sela-sela jari tangan beliau, dapat mengelurakan makanan yang cukup untuk seluruh pasukan pada suatu perang yang dihadapi oleh kaum muslimin.
Demikianlah semua mukjizat para nabi. Semua mukjizat ini wajib kita imani keberadaanya sebagi bukti keimanan kita sebagai seorang muslim.

