Musang, Si Pencipta Kopi Luwak

Teman-teman, kalau dalam kisah-kisah yang sering kita baca, biasanya musang adalah binatang yang licik. Para musang dikisahkan gemar menipu sesama binatang demi kepentingannya sendiri. Nah, benarkah demikian?
Suka Mencuri Ayam?
Teman-teman, musang adalah binatang yang sangat pandai memanjat. Bahkan, kadang-kadang mereka sering berkeliaran di dahan atau cabang pohon. Hmmm, mungkin karena suka memanjat dan susah ditangkap inilah musang dianggap licik.
Kalau begitu, benarkah musang suka memakan ayam? Musang biasanya kan diceritakan suka mengendap-endap ke kandang ayam pada malam hari? Hmmm, hal ini cukup salah.
Memang, musang suka berkeliaran di malam hari karena ia adalah binatang nokturnal (binatang yang terjaga malam dan tidur pada siang hari). Tapi, mulut musang tidak akan muat untuk mengunyah ayam. Musang biasanya makan buah-buahan. Kalaupun ada, binatang yang bisa dimakan, paling-paling serangga, cacing tanah, atau tikus.
Bau Busuk?
Oh ya, kita juga sering didongengkan bahwa jika musang pipis, hewan ini akan mengeluarkan bau menyengat yang mungkin bisa membuat kita mual-mual.
Sebenarnya tidak demikian juga. Musang tidak pipis untuk mengeluarkan bau tadi. Bau musang tadi tercipta dari sebuah kelenjar di dekat anus musang. Nah, musang tidak hanya membuat bau yang menyengat, tetapi juga bau harum daun pandan. Wah, menarik ya? Lalu, mengapa musang harus mengeluarkan cairan semacam itu?
Sepertinya, bau harum atau menyengat musang itu digunakan untuk menandai wilayahnya. Pertama, agar binatang yang lebih besar, yang mungkin memakannya, tidak berani mendekat karena bau “busuk” tadi. Kedua, bau ini menunjukkan daerah kekuasaan musang tadi.
Kopi Luwak
Oh ya, beberapa bulan lalu kita pernah mendengar adanya isu haram terhadap kopi luwak. Nah, teman-teman, luwak adalah salah satu jenis musang. Mengapa kopi luwak digosipkan akan diharamkan?
Begini, luwak kan seperti musang lain, mereka suka memakan buah-buahan. Nah, dalam buah kan pasti ada biji-bijian yang ikut tertelan masuk ke dalam pencernaan musang. Biji-biji inilah yang nantinya dikeluarkan secara utuh sebagai kotoran musang.
Nah, musang dikenal sangat pemilih. Musang harus memakan buah yang benar-benar masak. Salah satu buah tersebut adalah buah kopi. Musang memakan buahnya, lalu mengeluarkan biji kopi tadi dalam kotorannya. Kabarnya, karena ada proses dalam pencernaan musang, biji kopi yang keluar bersama kotoran musang, adalah biji kopi “pilihan”.
Nah, kalau biji kopi itu belum dicuci langsung diproses menjadi bubuk kopi, artinya kotoran itu ikut diproses. Inilah yang dipermasalahkan. Padahal, pastinya sebelum diproses, biji kopi harus dicuci dulu.






