Wisata Ke Museum Kota Tua
Ilustrasi museum di jakarta
Saat libur, Anda dan keluarga lebih banyak menghabiskan waktu bersama-sama. Pergi jalan-jalan ke mal, berenang atau ke tempat rekreasi yang menyediakan segala jenis wahana permaianan mungkin lebih disukai. Tapi jangan salah, tempat wisata yang satu ini tidak kalah menariknya. Apakah itu? Tempat wisata ini berupa museum.
Museum termasuk juga museum di Jakarta memiliki pengertian tersendiri. Pengertiannya adalah tempat menyimpan benda-benda bersejarah tempo dulu, benda-benda kuno seperti peralatan perang, alat pertanian dan lain-lain. Benda-benda tersebut tentunya memiliki umur sudah puluhan bahkan ratusan tahun. Itulah alasannya mengapa benda tersebut di tempatkan pada museum.
Di dalam museum, benda tersebut bukan hanya disimpan tapi juga dirawat dengan baik oleh para penjaganya. Meski benda tersebut kuno dengan usia tua, tapi benda itu juga perlu dirawat sehingga orang yang berkunjung mengetahui sejarahnya serta bentuk benda yang dapat diamati. Nah, salah satu museum di Jakarta yang menyimpan benda-benda bersejarah adalah museum Kota Tua.
Berikut ini akan diulas mengenai letak, sejarah serta koleksi di dalam museum Kota Tua tersebut. Semoga selain berwisata untuk menyegarkan suasana, maka harapannya wisata ke museum dapat menambah wawasan mengenai berbagai hal.
Letak Museum Kota TuaKota Tua di Jakarta, sampai sekarang masih terlihat berupa bangunan-bangunan tua saat Belanda berkuasa di Indonesia dulu. Hampir sepanjang jalan di Kota tua ini, kita dapat melihat betapa kokohnya bangunan-bangunan tersebut. Berbeda dengan mal atau taman rekreasi, bangunan museum di Kota Tua menawarkan suasana lebih tenang dan membawa kita seperti tinggal di jaman dahulu.
Letak museum Kota tua ini berada di jalan Fatahillah, di daerah Jakarta Barat. Letaknya di pusat kota, dan dekat dengan stasiun kereta api. Stasiun kereta api yang dimaksud yaitu stasiun Jakarta Kota (Beos). Museum Kota tua ini juga dikenal dengan nama museum Fatahillah.
Sejarah Museum Kota TuaPada awalnya, bangunan yang kini dibuat menjadi museum adalah bangunan yang berfungsi sebagai Balai Kota. Pada masa pemerintahan Belanda, Gedung balai Kota dipakai untuk kantor pemerintahan sekaligus ruang pengadilan. Tidak heran, Anda akan menjumpai sel/penjara dalam gedung museum ini. Sel yang sempit, gelap dan terletak di bawah tanah penuh dengan air saat musim hujan tiba.
Meski sejarahnya masih berkaitan dengan masa penjajahan Belanda, tapi museum ini dapat dijadikan pilihan untuk kunjungan wisata sejarah juga. Wisata sejarah ke museum bukan terbatas untuk pengunjung dengan usia tua, tapi segala usia dapat menikmatinya. Terlebih lagi bagi generasi muda calon penerus bangsa ini. Mereka membutuhkan banyak tambahan wawasan termasuk sejarah mengenai museum di salah satu kota paling dikenal oleh masyarakat Indonesia.
Koleksi Museum Kota TuaBanyak sekali benda-benda bersejarah yang dimiliki oleh museum ini. Pada saat kita masuk ke dalam gedung, akan tampak berbagai perabotan kantor. Perabotan yang dimaksud seperti meja, kursi dan lemari peninggalan pemerintahan Belanda dulu. Semuanya terbuat dari kayu jati. Wajar saja jika sampai detik ini dengan perawatan yang baik, perabotan tersebut masih dapat dilihat dengan jelas.
Ada juga peralatan makan yang terbuat dari perak, alat-alat perang, seperti senjata, tombak dan pedang. Benda itu juga menjadi sebagian dari koleksi museum yang menarik. Banyak lukisan dipajang, yang menggambarkan kehidupan di jaman dahulu. Ini juga menunjukkan bahwa museum ini memang tempat menarik untuk dikunjungi para wisatawan, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Selain itu, ada juga ruangan yang memperlihatkan suasana ruang kantor dan ruang pengadilan di jaman pemerintahan Belanda. Selanjutnya, ada juga sebuah kamar yang berisi tempat tidur. Tempat tersebut bisa dilihat oleh semua pengunjung museum. Ini dapat menjadi salah satu daya tarik para pengunjung untuk mengetahui bahwa di museum ini menjadi tempat pengadilan rakyat waktu itu.
Selain bagian dalam museum, ternyata ada bagian luar yang menarik juga. Pada bagian luar museum, kita bisa melihat meriam tua asal Portugis. Meriam tua yang dikenal dengan nama Si Jagur. Meriam ini letaknya di luar gedung, tepatnya di halaman tengah di antara bangunan Museum di Jakarta ini. Meriam tua yang juga menjadi bukti sejarah perjuangan rakyat bangsa ini meraih kehormatannya.
Gedung museum di Jakarta dengan nama museum Kota tua ini ada 3 lantai. Para pengunjung bebas mengunjungi semua lantai dan semua ruangan di sini. Biasanya, untuk rombongan pengunjung yang ingin mengetahui detail informasi setiap koleksi yang dipajang, pihak museum menyediakan jasa guide. Jasa tersebut yang akan siap membantu dengan ramah.
Adanya jasa guide itu juga menambah menariknya wisata sejarah ini. Para pengunjung dapat menanyakan beragam hal mengenai tempat wisata sejarah ini. Sama halnya dengan jasa guide di wisata selain sejarah seperti wisata alam, wisata budaya dan lainnya. Jasa mereka memang sangat banyak memberikan kemudahan bagi para pengunjung wisata.
Oleh karena itu, sikap mereka pun ramah serta mudah bekerja sama dengan orang yang menggunakan jasanya. Mereka juga tidak lupa untuk mempersiapkan diri dengan beragam informasi mengenai tempat wisata dimana mereka harus bertugas. Para pengunjung pun akan dapat menikmati wisata sejarah atau budaya serta jenis wisata lainnya dengan baik.
Museum Kota Tua ini salah satu museum di Jakarta yang menawarkan suasana nyaman dan sejuk. Pengunjung bisa membawa keluarganya untuk sekedar duduk dan berkumpul di bawah pohon rindang sekitar. Pohon rindang itu berada di halaman tengah museum. Selain itu, ada tempat duduk dan tempat lapang untuk anak-anak istirahat dan bermain.
Karenanya, museum ini termasuk tempat wisata yang cocok untuk semua usia. Para orang tua pun tidak perlu khawatir dengan hasil wisata mereka. Anak-anak utamanya akan mengingat betapa pentingnya wisata sejarah seperti di museum Kota tua ini. Meski ada banyak pilihan wisata ke beragam tempat lainnya, tapi membiasakan sejak usia dini mengenai wawasan sejarah bangsa ini juga penting.
Wisata ke tempat seperti museum tidak harus menunggu waktu libur tiba. Para guru pun dapat menggunakan hari efektif untuk mengajak peserta didiknya ke museum ini. Terlebih lagi guru sejarah yang akan membantu peserta didiknya semakin mengenal sejarah bangsa ini. Para peserta didik yang akan menjadi generasi penerus bangsa tentunya butuh untuk melakukan penyegaran selain belajar di dalam ruang kelas mengenai sejarah.
Harga tiket untuk masuk ke museum Kota tua ini sangat murah! Anda hanya perlu mengeluarkan biaya yang sedikit tapi mendapatkan banyak manfaat. Anak-anak bisa bersenang-senang, bermain sambil belajar di museum ini. Harga tiket untuk orang dewasa hanya Rp 2.000,-/orang, pelajar/mahasiswa 1.000,-/orang dan anak-anak Rp 750,-/orang. Jika dibandingkan dengan harga tiket tempat wisata lainnya tentu berbeda. Belum lagi informasi perubahan harga tiket tempat wisata museum ini dapat diketahui dari media online dengan mudah.
Murah bukan? Nah, berwisata ke museum kota tua, yuk! Murah, menyenangkan dan menambah pengetahuan kita. Jangan lupa juga memanfaatkan waktu berwisata Anda dengan semaksimal mungkin agar tidak merasa rugi selama merencanakan, persiapan hingga pelaksanaannya. Selamat berwisata!

