logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Hiburan    Musik    Musik Instrumen    Musik Klasik

Mozart, Raja Musik Klasik yang Miskin

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Siapa yang tidak kenal Mozart, seorang komponis yang dikenal jenius baik pada Zamannya maupun sampai sekarang. Dia menggubah banyak sonata indah, di antaranya adalah Apollo Et Hyacinthus (1767), Mitridate, re di ponto (1770) Zaide (1780) dan masih banyak lagi lagu klasik gubahannya, semuanya berjumlah delapan ratus buah.

Wolfgang Amadeus Mozart, lahir di Salzburg, Austria pada tahun 1756. Sejak usia lima tahun, Mozart sudah mengikuti ayahnya untuk tour musik berkeliling negara Eropa, salah satunya adalah Perancis dan Wina. Mozart juga pernah bertemu dengan Ratu Marie Antoniette, yang saat itu masih gadis dan belum menjadi ratu Prancis.

Mozart mulai memperlihatkan kemampuan bermusiknya sejak usia belia. Ketika berusia 12 tahun dia menciptakan beberapa karya orisinil, dan terus berkarya. Di usia 15 tahun, Mozart sudah menggubah Simfoni dan lagu untuk Opera. Sayangnya, walau karyanya populer, namun Mozart tidak menerima uang bayaran yang pantas sehingga kehidupannya tidak membaik. Para bangsawan saat itu demikian pelit untuk memberi penghargaan berupa uang kepada para pemusik. 

Menikah

Mozart jatuh cinta pada seorang penyanyi opera bernama Aloysia, dan menggubah lagu khusus untuk dinyanyikan gadis itu, tapi Aloysia yang sudah menjadi penyanyi opera terkenal tidak lagi mau mengenal Mozart yang miskin. Mozart patah hati, namun dia kembali jatuh cinta pada Constance, adik Aloysia yang sederhana, ramah namun pemalas. Mozart pun akhirnya menikah dengan Constance. Saat itu usia Mozart dua puluh enam tahun dan Constance delapan belas tahun.

Mozart pun menghasilkan banyak musik untuk opera, simfoni, sonata, serta orkes. Semua karyanya berkelas dan indah. Sayangnya, Mozart tidak menyukai cara-cara curang para pemusik saat itu. dia memilih untuk tetap berkarya sendiri, tanpa berpegang pada tren saat itu, akibatnya hidup Mozart tetap miskin.

Ada sebuah kisah yang sangat mengharukan yang pernah didapati sahabatnya ketika mengunjungi Mozart. Dia sedang berdansa dengan istrinya karena ingin menghangatkan tubuhnya, diakibatkan mereka tidak mampu membeli kayu untuk menyalakan tungku perapian.

Akhir Hidup Mozart

Maestro musik dunia yang sangat melegenda itu meninggal dunia pada 1791, dalam usianya yang masih terbilang muda, yaitu 35 tahun. Dia meninggal karena sakit akibat tekanan ekonomi. Ketika kematiannya, tidak ada seorang pun yang mengantar kepergiannya.

Istrinya sendiri sedang terbaring sakit, dan teman, sahabat maupun penggemarnya saat itu seolah tidak peduli. Mozart hanya ditemani sang penggali kubur. Ketika istrinya sembuh, dia bergegas mencari makam suaminya. Namun, makam Mozart tidak ditemukan.

Mendengar cerita tersebut, Kaisar Perancis kemudian menyumbang kehidupan janda Mozart dengan mengadakan sebuah konser yang menghasilkan uang sejumlah seribu lima ratus dolar. Akhirnya, Constance menikah lagi dengan seorang pegawai Kotapraja Denmark, Baron Von Nissen. Nissenlah yang membiayai enam orang anak Mozart.

Lima puluh tahun kemudian, di Salzburg, kota kelahiran Mozart, di bangun sebuah lapangan yang diberi nama St Mitchel. Di dalam lapangan tersebut dibangun monumen untuk memperingati seorang jenius musik yang tetap hidup miskin sampai akhir hayatnya.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Instrumentalia, Musik Tanpa Vokal
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA