Musik Pop
Ilustrasi musik pop
Dibanding dengan genre musik lainnya seperti rock, blues, jazz, musik pop termasuk yang gampang diterima masyarakat. Jenis musik pop juga memiliki penggemar yang banyak sehingga termasuk salah satu perhatian para penggiat industri musik dimana pun berada, tak terkecuali di Indonesia. Rata-rata musik pop memang gampang dicerna, lirik yang komersial sehingga tidak memerlukan pemahaman berlebihan untuk bisa menikmat sebuah lagu beraliran pop ini. Karena alasan-alasan itulah kenapa musik pop menjadi perhatian anak muda yang berkeinginan belajar musik.
Selain sederhana dalam lirik dan musik yang cenderung bertemakan hal-hal komersial, keistimewaan lain yang dimiliki oleh musik pop adalah penggunaan berbagai inovasi teknologi untuk menunjang musiknya. Misalnya gitar listrik atau proses mixing yang dapat menghasilkan nada-nada yang enak didengar dan lebih bervariasi. Hal-hal itulah yang kemudian menjadi alasan mengapa musik pop banyak digemari. Terutama oleh para remaja. Digemari oleh para remaja yang memang merupakan pasar potensial, telah pula memincut para generasi muda untuk menjadi penyanyi pop sekalipun hanya bermodal teknik menyanyi pas-pasan.
Dan dari tahun ke tahun, generasi muda yang telah lebih dahulu terkenal lewat dunia acting atau foto model, kemudian mencoba peruntungan untuk menjadi penyanyi. Beberapa diantaranya memang berhasil, tapi lebih banyak yang sekali muncul setelah itu tidak terdengar lagi kiprah. Popularitas dan kekayaan yang dihasilkan dari industri musik pop, membuat semua kalangan yang terlibat dalam industri ini menjadi berpikiran pragmatis.
Musik pop sebenarnya salah satu genre musik yang merupakan bagian dari musik populer. Musik populer sendiri adalah musik yang tidak terbatas pada satu jenis aliran tertentu. Kriteria utamanya adalah bagaimana jenis aliran musik itu dapat populer dan digemari. Itulah sebabnya mengapa musik pop sering diidentikkan dengan musik populer. Padahal musik pop dan musik populer itu adalah dua hal yang berbeda.
Seperti halnya musik-musik lain yang saling memengaruhi, musik pop pun demikian. Musik pop banyak dipengaruhi oleh “anggota” dari musik populer lainnya. Seperti, gabungan antara genre musik rock and roll dan rock.
Sejarah Musik Pop
Musik pop muncul pertama kali di awal tahun 1900-an, tepatnya antara 1920 hingga 1926. Pada 1920, rekaman tentang musik pop ditemukan oleh Thomas Edison. Enam tahun kemudian, istilah musik pop mulai banyak dikenal masyarakat.
Istilah musik pop sendiri awalnya digunakan untuk menyebut satu jenis genre musik yang dipercaya memiliki daya tarik populer. Sebuah aliran musik baru yang berusaha untuk dibedakan dari musik-musik yang sudah ada sebelumnya. Seperti, musik klasik, musik jazz, musik blues, dan musik rakyat atau folk. Karena sifatnya yang gampang populer dan tujuannya untuk populer pula, maka berbeda dengan jenis musik lainnya, musik pop dihadapkan pada tuntutan pasar yang progresif.
Hatch dan Millward mengatakan bahwa musik pop ibarat sebuah “tubuh”, yang sama sekali harus dibedakan dari “tubuh-tubuh” lain, seperti jazz dan folk.Meskipun musik pop tidak lepas dari pengaruh musik lainnya, seperti klasik, jazz, dan rock, musik pop adalah satu “tubuh” yang berbeda. Musik pop memiliki karakter dan dapat berkembang dengan sendirinya.
Pada 1950-an musik pop mulai banyak dibawakan oleh para musisi. Musisi yang cukup terkenal dengan nuansa pop di zamannya adalah The Beatles, Rolling Stones, dan ABBA. Menurut Grove Music Online, istilah musik pop disebutkan bersaing dengan beat music dari Inggris. Salah satu aliran musik yang terkenal di Inggris. Sedangkan, masih menurut Grove Music Online, di Amerika sendiri, musik pop dinilai masih tumpang tindih dengan gaya musik rock and roll.
Menurut Simon Frith, seorang kritikus musik rock, musik pop didesain untuk menarik minat semua orang, musik pop adalah bukan salah satu seni melainkan tuntutan perusahaan, musik pop tidak datang dari satu “tempat” tertentu dan rasa tertentu. Menarik untuk ditelisik pendapat dari Simon Frith ini, karena dalam keadaan pasar yang progresif seperti sekarang ini, salah satu jenis musik yang bisa menjawab dan mengikuti selera pasar adalah musik pop. Ketika terjadi gonjang-ganjing pasar akibat krisis, industri pop juga yang paling merasakan imbasnya. Demikian pula ketika pasar sedang menggandrungi penyanyi dan musik dari negeri tertentu, maka industri musik pop pun dengan serta-merta mengikutinya.
Musik Pop Pengaruh dan Perkembangannya
Berawal dari tahun-tahun itu, musik pop kemudian menyebar ke seluruh negara. Variasi pun banyak dilakukan. Menambahkan berbagai “unsur” musik serta pemanfaatan teknologi yang sudah semakin canggih, membuat musik pop menjadi lebih menarik. Dan dengan perkembangan teknologi ini pula dalam kadar tertentu telah memandulkan kreativitas musisi, sehingga melodinya sangat gampang ditebak dan cenderung dari itu ke itu saja.
Tapi apapun alasannya, asal pasar menyukai, maka industri musik pop akan terus jalan dan berjaya. Pengaruh musik pop untuk dunia musik pada akhirnya merangsang munculnya pembentukan MTV atau Music Television. Musik pop pun menjadi jalan hidup bagi sebagian musisi, seperti Michael Jackson dan Madonna. Beberapa nama musisi di Indonesia pun menjadi hidup mapan setelah menggeluti industri musik pop. Anang Hermansyah dan Dani Ahmad adalah dua sosok dari sekian banyak musisi yang menikmati popularitas dan kekayaan melimpah dari industri musik pop ini.
Di Indonesia sendiri, musik pop merupakan “jalan mulus” bagi para musisi baru yang ingin menuju dunia musik di Indonesia. Band-band atau penyanyi yang memilih musik pop sebagai pegangannya akan sangat mudah digemari. Pelopor musisi beraliran musik pop di Indonesia yang terkenal salah satunya adalah Koes Plus.
Meningkatkan Apresiasi Penikmat Musik Pop
Ketika kita ingin berapresiasi pada suatu karya musik, termasuk di dalamnya musik pop, mau tidak mau harus rajin mengikuti perkembangan musik dan setidaknya mengenal aliran musik lain sebagai pembanding. Tanpa usaha itu, maka sebenarnya bukan sedang berapresiasi terhadap musik, melainkan hanya menikmati sajian musik.
Sehingga ketika industri musik menggereknya pada kondisi musik tertentu, sebagai penikmat tak akan pernah menyadari. Berbeda bila memposisikan diri sebagai seorang yang sedang mengapresiasi. Beragam jenis musik selain berbeda perteminologi juga berbeda latar belakang.
Kedua hal ini harus pula dipahami manakala kita akan mengapresiasi musik. Demikian hal dengan musik pop. Anda saja masyarakat adalah sekaligus menjadi apresiator musik, maka peningkatan kualitas musik akan dengan sendirinya terjadi. Kenapa demikian?Karena industri musik tidak akan berani merilis album kacangan yang jelas-jelas akan ditolak masyarakat.
Sebaliknya bila masyarakat hanya memposisikan diri sebagai penikmat, industri musik menjadi pilot yang akan mengarahkan selera masyarakat sesuai dengan kepentingan-kepentingan industri. Maka sebenarnya masyarakat sebagai penikmat musik, harus terjadi pembelajaran untuk meningkatkan diri menjadi seorang apresiator. Hal ini penting untuk kemajuan industri musik itu sendiri pada akhirnya.
Namun sebaliknya bila selera musik masyarakat tidak meningkat, industri musik pun tidak akan tertantang untuk meningkatkan kualitas musik. Alasan asal laku, akan tetap menjadi pertimbangan utama apakah lagu itu akan diproduksi atau tidak.

