Nada Sambung
Bagi sebagian orang, barangkali tidak asyik rasanya jika handphone miliknya tidak dilengkapi dengan Nada Sambung Pribadi (NSP). Banyaknya content provider yang menyediakan layanan NSP ini menjadi cerminan, bahwa cukup banyak pengguna telepon selular yang menggunakan NSP di HP-nya.
Awal kemunculan NSP ini berasal dari negara Korea, yang pada tahun 2002 menggunakan layanan tersebut. Adalah WiderThan sebagai content provider yang bekerja sama dengan salah satu operator telekomunikasi di Korea Selatan, yakni SK Telecom. Akhirnya, di Indonesia sendiri, layanan NSP mulai digunakan pada tahun 2004.
Mengapa Layanan Nada Sambung Pribadi Menjadi Populer?
Memang terdengar aneh, nada sambung yang dipakai di handphone dan tidak bisa kita nikmati, justru NSP tersebut dinikmati oleh orang lain yang menelepon ke handphone miliki kita. Namun anehnya, justru banyak orang yang tertarik untuk menggunakan layanan NSP yang ditawarkan sejumlah content provider dan operator telepon seluler ini.
Boleh jadi, ada alasan tertentu mengapa orang tertarik untuk menggunakan layanan NSP, meski itu hanya 1 kali atau kadang-kadang saja. Alasan pertama, bisa jadi orang tersebut memang ingin coba-coba saja. Seperti apa sih, rasanya mempunyai NSP di handphone.
Alasan berikutnya, mengapa seseorang menggunakan NSP barangkali sebagai curahan hati atas apa yang sedang dirasakannya. Misalnya saja, jika dia sedang merasakan jatuh cinta terhadap seseorang, namun sulit utuk mengutarakannya, maka ia memakai NSP sebagai media curahan hatinya. Sehingga, saat orang yang dia cintai menelepon, sang penelepon tersebut akan mendengarkan NSP lagu yang sebetulnya merupakan perasaan si pengguna NSP.
Selain itu, ada beragam alasan lainnya mengapa banyak orang tertarik menggunakan NSP, dan berdampak menjadikan NSP menjadi begitu populer, bahkan menjadi industri menguntungkan tersendiri. Bahkan, terkadang ada juga orang yang mempunyai alasan menggunakan NSP untuk menyenangkan atau menghibur si penelepon.
Ada hal lucu, sebut saja Diani, seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi di kota Bandung. Diani, terkadang sering iseng menelepon atau sekadar melakukan panggilan misscall kepada teman-temannya yang menggunakan layanan NSP, hanya untuk mendengarkan NSP lagu yang enak. Bahkan, malah ia juga turut menperdengarkan NSP yang dia dengar dari HP-nya tersebut kepada orang lain.
Sebuah hal yang menarik, bukan? Sepertinya, sebagian dari kita memang senang dengan kegiatan berkomunikasi dan berbagi dengan orang lain, bahkan untuk sekadar NSP
| Beri rating untuk artikel di atas |








