logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Psikologi    Psikologi Sosial

Berdamai dengan Nafsu Liar


Ilustrasi nafsu liar

Bagi Anda yang baru saja membaca judul tulisan ini mungkin ada yang berpendapat negatif mengenai nafsu, tapi jangan langsung menghakimi bahwa tulisan ini akan mengarah kepada hal yang negatif. Kali ini kita akan membahas mengenai nafsu liar dengan kaca mata yang berbeda. Sehingga diharapkan kita dapat mengambil sisi positif dengan adanya bahasan mengenai nafsu tersebut. 

Pada dasarnya bisa diartikan bahwa nafsu liar merupakan ketidakmampuan diri untuk mengontrol emosi yang dirasakan. Sehingga pada akhirnya hal tersebut akan mengarah kepada hal yang negatif.

Dalam membahas hal ini penting untuk diingat bahwa yang mampu membatasi setiap tingkah laku manusia menjadi lebih baik hanyalah berasal dari agama atau kepercayaan yang mereka anut.

Dengan adanya agama mereka akan berpikir ulang untuk melakukan tindakan-tindakan yang bisa menyebabkan munculnya nafsu liar tersebut. Disadari maupun tidak, kemampuan tiap-tiap orang dalam mengatur dirinya sendiri merupakan cermin kemampuannya dalam menaklukkan dirinya sendiri. Pastinya semua orang tidak ingin jika ada faktor lain yang lebih kuat yang mampu memimpin dirinya, terlebih lagi jika hal tersebut mengarah pada kondisi yang kurang baik.

Memang sesuai dengan agama yang saya anut ada beberapa macam hal yang harus dilakukan untuk meminimalisasi munculnya nafsu liar tersebut, sehingga setiap manusia bisa menjalani hidup sesuai dengan tuntunan agama dan berakhir dengan bahagia.

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk berdamai dengan nafsu tersebut salah satunya adalah kita selalu merasa bahwa ada yang selalu mengawasi segala tingkah laku kita. Sehingga secara sadar kita akan berpikir ulang jika hendak berpikir mengenai nafsu tersebut.

Pada dasarnya tidak ada yang sulit dalam menjalani hidup ini, seperti halnya berdamai dengan nafsu liar, asal ada niat yang dalam dari diri kita, maka secara tidak sadar kita bisa membatasi semua hal yang kita lakukan.

Faktor lain yang terkadang menjadi pemicu munculnya pikiran nafsu liar tersebut terkadang disebabkan oleh lingkungan di mana orang tersebut tinggal. Secara sadar maupun tidak ternyata lingkungan membawa peranan yang penting bagi cara pandang maupun tingkah laku seseorang.

Oleh karena itu, bagi Anda yang memiliki anak yang tinggal pada lingkungan yang bagus, maka lebih berhati-hatilah agar anak Anda tidak terkena virus nafsu liar. Karena bagaimanapun juga Anda diberikan amanah untuk menjaga anak tersebut agar tidak meleset dari tuntunan agama.

Oleh karena itu, pola asuh atau pendidikan dari keluarga mutlak diperlukan. Ketika anak sudah dewasa mereka mampu membedakan antara hal yang baik dengan hal yang buruk, sehingga pada akhirnya dia bisa menjadi anak yang Anda bangga-banggakan.

Penyebab dan Permasalahan

Jika membahas mengenai penyebab munculnya nafsu liar tersebut, maka akan kita temukan beragam jawaban yang terkadang jauh dari pikiran kita.

Secara mudahnya bisa, kita terka bahwa kemunculan nafsu tersebut lebih banyak disebabkan karena kekosongan pikiran, sehingga seseorang lebih cendrung memikirkan hal-hal yang tidak bernilai, seperti nafsu liar dari pada memikirkan hal-hal yang berguna bagi kehidupannya.

Memang kondisi ini tidak bisa terlepas dari kualitas masing-masing orang di mana terdapat hubungan yang positif atas sikap seseorang menghargai dirinya dengan berbagai macam pikiran yang muncul dalam keseharian mereka.

Seseorang yang lebih banyak memikirkan akan masa depan mereka, mungkin tidak mempunyai waktu yang cukup untuk sekadar memikirkan hal-hal yang tidak membesarkan kehidupannya. Kebanyakan orang yang tertantang dengan masa depannya, tidak akan rela jika pikirannya hanya diisi dengan hal yang negatif.

Karena dipercaya ataupun tidak kualitas dari pikiran seseorang tersebut juga memiliki pengaruh bagi kemudahan rizki pada seseorang.
Sebagaimana yang diajarkan oleh agama bahwa dalam menjalankan kehidupan ini, kita harus berpatokan pada perintah agama. Melakukan hal yang terbaik dan berpikir dengan baik juga.

Bisa kita dalami, ketika kita berpikir positif, maka secara tidak langsung hal tersebut merupakan bukti syukur kita kepada sang pencipta. Bisa dibayangkan saja, ketika kita memiliki kekurangan dalam berpikir, maka pikiran mengenai nafsu liar tersebut mungkin saja tidak pernah ada. Oleh karena itu, dengan kelengkapan fisik yang diberikan oleh Tuhan, maka sudah sepantasnya jika kita menggunakannya secara benar.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, terkadang pikiran negatif tersebut lebih sering muncul tatkala kita bergaul dengan komunitas yang kurang baik, yang selalu menceritakan mengenai hal negatif. Oleh karena itu, dalam agama sering disebutkan bahwa kualitas dari seseorang bergantung pada kualitas sahabatnya.

Dalam hal ini, dapat kita ketahui secara pasti bahwa kita harus berhati-hati memilih teman yang menjadi sahabat kita, sehingga kita bisa menjalani kehidupan yang lurus sesuai dengan tuntunan agama. Akan tetapi, pedoman dalam memilih teman tersebut jangan lantas membuat kita terkotak-kotak dan hanya mau berteman dengan orang yang sesuai dengan Anda.

Dalam menentukan siapa yang menjadi teman Anda, maka Anda harus memiliki keteguhan diri, sehingga Anda tidak mudah terombang-ambing dan hilang arah.

Permasalahan mengenai nafsu liar tersebut terkadang tidak hanya merugikan diri sendiri dengan habisnya waktu secara sia-sia, tapi terkadang juga mampu mengganggu orang lain yang digunakan sebagai sasarannya, sehingga korban merasa hidupnya tidak tenang.

Sebenarnya, ketika mengetahui kondisi tersebut sebagai manusia, kita khawatir jika sampai mengganggu ataupun menyakiti orang lain. Jadi, tidak tertutup kemungkinan jalan rizki kita akan terhalang, terlebih lagi jika orang yang kita ganggu tersebut tidak terima dan mendoakan hal yang kurang baik bagi Anda. untuk itu, tidak mustahil hidup Anda akan penuh dengan kerugian.

Oleh karena itu, dalam melakukan setiap hal yang menyangkut kehidupan Anda, lakukanlah dengan sadar dan bertanggungjawab, sehingga Anda bisa mengetahui untung dan ruginya.

Cara Penanganan

Membicarakan mengenai penyebab munculnya nafsu liar tersebut, maka dirasa kurang lengkap jika kita tidak membicarakan pula mengenai cara penanganannya.

Cara yang digunakan untuk meminimalisasi munculnya nafsu tersebut, ada beragam jenisnya, tergantung pada tiap-tiap individu yang menjalaninya. Namun, secara umum dapat dirangkum beberapa cara penanganan untuk meminimalisasi munculnya nafsu liar, yaitu sebagai berikut.

  • Selalu ingatlah kepada Tuhan Anda yang menciptakan segala bentuk kelebihan untuk Anda syukuri.
  • Selalu ingatlah bahwa di manapun dan kapanpun selama Anda masih hidup, seluruh tingkah laku Anda akan diawasi oleh Tuhan, sehingga Anda akan lebih berhati-hati untuk berpikir mengenai nafsu.
  • Sebagai bentuk syukur atas kelebihan yang Anda miliki saat ini, maka pergunakanlah waktu Anda secara berkualitas dan jangan memberikan waktu sekejap pun untuk munculnya pikiran hawa nafsu.
  • Anda bisa melakukan puasa, yang selama ini dipercaya bisa digunakan sebagai pengendali hawa nafsu.

Setelah membaca beberapa pilihan tersebut, mungkin ada sebagian dari Anda yang sudah mengira-ngira atau menerapkan suatu cara untuk meminimalisasi munculnya nafsu liar tersebut. Memang diakui ataupun tidak, yang bisa mengendalikan diri kita adalah kita sendiri. Oleh karena itu, marilah sejak awal kita bangun kualitas diri kita.

Hidup yang Baru

Setelah beragam pemaparan di atas mengeni cara berdamai dengan nafsu liar, maka sudah saatnya kita menerapkan hidup yang lebih baik, sehingga kita memiliki masa depan yang lebih berkualitas.

Bisa kita bayangkan saja, berapa banyak keuntungan waktu yang bisa kita peroleh, ketika kita tidak membiarkan munculnya nafsu liar pada diri kita. Semoga dengan adanya tulisan ini, dapat membantu kita untuk belajar bersyukur dengan melakukan yang terbaik bagi diri kita.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Keinginan Manusia: Muda Foya-Foya, Mati Masuk Surga
  • Apa Arti Cinta?
  • Beragam Cara Membaca Pikiran Orang
  • Cara Gampang Menyelesaikan Soal Ujian Hidup
  • Kakek Gaul di Zaman Edan
  • Emosi Adalah Rangsangan
  • Diskriminasi Gender, Contoh Diskriminasi di Tempat Kerja
  • Pengendalian Emosi Jiwa
  • Kekuatan Diri dalam Sang Pemimpi
  • Cara Kelola Macam-Macam Emosi
  • Merenungkan Sebuah Harapan Indah
  • Gangguan Jiwa Tidak Selalu Gila
  • Seluk Beluk Pengertian Gender
  • Mempelajari Artikel Psikologi Sosial
  • Psikologi Stress: Dari Stadium Awal, Menuju Tingkat Akut
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA