logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Profil    Tokoh

Profil Najwa Shihab


Ilustrasi najwa shihab

Daftar Isi
  1. Penghargaan yang Diraih
  2. Tokoh yang pernah diwawancarai
  3. Peraih Young Global Leader
  4. Biografi Najwa Shihab
  5. SMA

Masih ingat sosok wanita muda dengan senyuman manisnya selalu menyapa pemirsa televisi? Ya, seorang sosok wanita yang anggun bernama Najwa Shihab. Presenter Metro TV yang berparas ayu dan  cerdas dan berambut cepak. Awal karir Najwa Shihab adalah sebagai reporter, meningkat menjadi presenter dan pembawa acara tetap di Metro TV.

Sosok Najwa Shihab lahir di Makassar, 16 September 1977. Najwa adalah putri kedua dari  Quraisy Shihab, mantan menteri Kabinet Pembangunan VII. Dan, menikah dengan Ibrahim Assegaf. Dari perkawinannya mempunyai seorang putra yang kerap dipanggil Izzat, sedangkan panggilan Najwa adalah Nana.

Saat SMA, Najwa Shihab terpilih untuk mengikuti program AFS (America Field Service) atau program petukaran pelajar. Najwa  adalah lulusan Fakultas hukum UI tahun 2000. Setelah lulus dari UI, Najwa mengawali karir di RCTI, kemudian tahun 2001, Najwa begabung ke Metro TV hingga sekarang.

Penghargaan yang Diraih

Tahun 2005, Najwa mendapat penghargaan dari PWI Pusat dan PWI Jaya karena laporan-laporannya tentang bencana tsunami Aceh Desember 2004. Liputan serta laporannya dianggap memberikan andil yang besar bagi masyarakat terhadap kepedulian serta rasa empati yang besar bagi tragedi kemanusiaan.

Najwa Shihab menjadi saksi mata atas kedahsyatan bencana Aceh pada saat hari-hari pertama bencana. Dia melihat secara langsung, begitu banyaknya mayat dan belum terurus secara baik. Beberapa laporannya saat itu sangat penuh emosional. Karena, melihat Pemerintah pusat seperti belum siap menghadapi.

Meskipun orang yang dianggap paling bertanggung jawab pasca bencana adalah Alwi Sihab, Menko Kesra waktu itu, yang tak lain adalah pamannya. Namun, Najwa tak kehilangan daya kritiknya yang tajam. Hingga pakar komunikasi UI, Effendi Ghozali menyebutkan fenomena seperti itu sebagai Shihab VS Shihab.

Tahun 2006, Najwa Shihab diberikan penghargaan oleh Metro TV sebagai jurnalis terbaik. Walau telah memutuskan karirnya akan total di dunia jurnalistik dan TV broadcast. Najwa Shihab tak pernah berhenti untuk selalu belajar dan mempeluas wawasan keilmuannya.

Kemudian awal tahun 2008, Najwa mendapatkan Full Scholarship for Australian Leadership Awards dari pemerintah Australia. Kesempatan ini dia gunakan untuk memperdalam hukum media.Pada tahun 2010, Najwa Shihab terpilih sebagai nominasi presenter berita terbaik Panasonic Award. 

Tokoh yang Pernah Diwawancarai

Tokoh yang pernah diwawancarai Najwa adalah Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Najwa adalah wartawan yang pertama kali mewawancarai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak berapa lama setelah pelantikannya. Tak lama kemudian, dia mewawancarai tokoh mancanegara mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, setelah beliau keluar dari penjara.

Peraih Young Global Leader Award

Pada tahun 2011, Najwa Shihab dari Metro TV mendapatkan penghargaan Young Global Leader (YGL) dari World Economic Forum(WEF) yang berada di Swiss. Setiap tahun WEF memberikan penghargaan YGL bagi profesional muda yang berusia di bawah 40 tahun dari seluruh dunia. Seleksi yang ketat diberikan bagi ribuan kandidat yang dileksi oleh Komite Seleksi diketuai Ratu Rania Al Abdullah dari Yordania.

Najwa Shihab terpilih sebagai Young Global Leader 2011 setelah melalui penyaringan yang sangat ketat dari ribuan professional muda pada disiplin ilmu dan profesi yang berbeda seluruh dunia. Najwa Shihab terpilih sebagai Young Global Leader 2011 karena pencapaian profesionalnya.

Najwa berhasil membuat komitmen terhadap masyarakat dan kontribusinya yang sangat potensial dalam membentuk masa depan dunia  dengan kepemimpinannya serta  dapat memberi inspirasi buat kaum muda lainnya. Atas hasil pencapaian itu, Najwa Shihab mendapat undangan sebagai anggota aktif dari The Forum of Young Global Leaders.

Forum tersebut  terdiri dari jaringan profesional muda pilihan dari seluruh dunia. Yang mempuyai tujuan mampu memberikan dampak yang signifikan bagi penyelesaian masalah global.

Biografi Najwa Shihab

Masa kecil Najwa dihabiskan di Kota Makasaar dan Jakarta kemudian ikut ayahnya ke Amerika. Waktu kecil, Nana sekolah di TK Al-Quran Makassar, melanjutkan sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah (1984-1990), kemudian SMP AL-Ikhlas Jeruk Purut, Jakarta Selatan (1990-1993).

SMA 

Aktivitas yang selalu dilakukannya sejak SMA dan dipimpin oleh ibunya adalah salat berjamaah Maghrib, mengaji Al-Quran dan ratib Haddad bersama. Najwa baru boleh keluar untuk mengikuti organisasi setelah Maghrib. Saat SMA, Najwa mengikuti program pertukaran pelajar ke America.

Sebenarnya banyak keluarga yang tak mendukung karena khawatir, Najwa akan goyah keimanannya. Namun, bapaknya sangat mendukung dan selalu memerikan kepercayaan padanya. Kepercayaan ini tak disia-siakan oleh Najwa, terbukti saat tinggal selama setahun dengan orang tua asuhnya di Amerika, dia tak pernah meninggalkan salat.

Kemudian setelah pulang dari Amerika, dia diterima lewat jalur PMDK di Fakultas Hukum UI. Cita-citanya untuk menjadi ahli hukum di Indonesia sudah di depan mata. Namun, setelah lulus ternyata jalur karir yang diambil bukan sebagai ahli hukum namun sebagai presenter dan menjadi anchor Metro TV hingga sekarang.

Orangtua Nawja Shihab mendidik anak-anaknya secara demokratis. Ayahnya yang seorang ahli tafsir Al-Quran sering memberikan joke-joke Abunawas, untuk memberikan nasihat.Saat Najwa tinggal dan sekolah di Amerika selama setahun. Waktu yang setahun itu digunakan untuk mencari teman sebanyak-banyaknya.

Caranya dengan mengikuti berbagai kegiatan seperti, panjat tebing, skyting,  jadi anggota tim bowling, menjadi bagian English Debate. Usaha Najwa tak sia-sia, temannya banyak dan hingga sekarang dia masih menjalin tali silahturahmi. Kadang saat liburan atau saat liputan ke Amerika, Najwa masih sempat meluangkan waktu untuk bertemu dengan teman-temannya saat SMA dulu.

Najwa Shihab mengalami nikah muda saat menjadi mahasiswa baru, dia bertemu dengan Ibrahim Sjarief Assegaf, kakak tingkatnya di Fakultas Hukum UI. Najwa menikah saat masih semester enam. Dan, Ibrahim Sjarief Assegaf adalah seorang pemuda berasal dari Solo keturunan Arab.

Dia memutuskan menikah dengan Ibrahim karena merasa sudah cocok dan mempunyai kesamaan yang sama di antara mereka. Sama-sama mantan siswa pertukaran pelajar di Amerika. Tak ada istilah pacaran, yang ada adalah taaruf atau pendekatan selama 6 bulan. Dan, memutuskan untuk menikah secepatnya.

Keputusannya untuk menikah muda bercermin dari kakaknya, ada yang menikah saat usia 19 tahun, sedangkan usianya saat menikah sudah 20 tahun. Dan, dilandasi sudah ada kecocokan serta diniatkan untuk ibadah. Maka keputusan untuk menikah muda dia ambil tanpa ragu.

Kemudian, dia utarakan keinginannya kepada orangtua. Dan keinginan tersebut dikabulkan dengan satu syarat asal Najwa menyelesaikan kuliahnya. Dan, orangtua Najwa menyuruh untuk salat Istikharah dulu sebelum memantapkan pilihannya, juga mengajak Najwa untuk ibadah umroh untuk memohon petunjuk pada Allah.

Akhirnya pernikahan itu pun dilangsungkan di Solo pada tahun 1997. Prosesi pernikahan dengan menggunakan adat Solo. Acara midodareni mamakai adat Bugis, dinamakan adat mapacing. Ketika kuku jari tangan perempuan diwarnai dengan buah tertentu hinggga berwarna oranye.

Meskipun sudah menikah, Najwa tak meninggalkan aktivitasnya di kampus, disebabkan keinginan dan kesibukan antara suami dan dirinya akhirnya dia memutuskan untuk menunda kehamilan dulu. Dia ingin menyelesaikan kuliah baru kemudian akan memprogram punya momongan.Suaminya tak mengikat agar dia di rumah saja namun malah selalu mendukung keaktifannya di organisasi. Dengan setia suaminya menjemput setiap kali pulang malam. 

Najwa Shihab pernah terpilih menjadi deputi sekjen ALSA (ASEAN Law Student’s Association). Pernikahannya juga tak mengurangi hasil belajarnya, terbukti nilai ujiannya semakin baik dan hidupnya lebih teratur setelah menikah. Perbedaan pendapat membuat dia dan suami semakin tertantang untuk mencari kebersamaan.Mereka pun rukun hingga saat ini.

Akhir tahun 2000, sambil menulis skripsi, Najwa  melakukan magang kerja di RCTI bertugas sebagai jurnalis. Dan liputan pertamanya adalah tentang  arus mudik lebaran di Stasiun Gambir dan Pelabuhan Merak. Sejak itulah dia jatuh hati pada dunia kewartawanan. Akhirnya, Najwa berhasil juga menyelesaikan bangku kuliah.

Tahun 2001, Najwa  hamil putra pertamanya. Kebahagiaan mereka pun serasa lengkap. Pekerjaan sudah didapat dan kuliah pun juga sudah selesai. Saat kehamilan pertamnya ayahnya, Bapak Qurais Shihab menjabat sebagai Duta Besar di Mesir. Dan, mengundangnya untuk melaksanakan upacara mitoni dengan adat Jawa (upacara tujuh bulanan) di Mesir.

Upacara mitoni-nya di Mesir bagaikan malam kebudayaan Indonesia, banyak tamu undangan dari bermacam-macam negara terpesona. Suasananya sungguh meriah. Sekarang, anak itu sudah lahir dan diberi nama Izzat.

Itulah sedikit ulasan tentang Najwa Shihab, seorang reporter Metro TV yang mempunyai acara sendiri Mata Najwa. Walau terkadang performanya menuai kritik, namun dia adalah seorang anchor televisi yang sarat dengan prestasi.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kisah Perjuangan Raden Ajeng Kartini
  • Seri Kisah Para Tokoh Sang Penjelajah Samudra
  • Mengenal Biografi H Samanhudi
  • Jenderal Basuki Rahmat, Saksi Supersemar
  • Ini Dia Para Perempuan Hebat Dunia
  • Bruce Lee, Sang Legenda Kung Fu
  • Fathimah, Putri Rasulullah Saw.
  • Tokoh Melayu: Muhammad Natsir Politikus yang Religius
  • Tokoh Perdamaian Dunia yang Sesungguhnya
  • Biodata Raditya Dika Lengkap Seputar Kesuksesannya
  • Mengenal Tokoh Pahlawan Indonesia - Jenderal Soedirman
  • Biografi Archimedes Sang Eureka
  • Menyimak Biografi Pangeran Antasari
  • Kumpulan Biografi Tokoh Dunia: Archimedes Ilmuwan Esperimental
  • Thomas Edisson, Penemu Lampu Pijar Listrik
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA