logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Industri & Perdagangan    Pertanian    Istilah Pertanian

Mengenal Nama Latin Sayuran


Ilustrasi nama latin sayuran

Siapa yang tidak mengenal wortel, tanaman berumbi berwarna oranye, mengandung vitamin A, dan sangat bermanfaat bagi kesehatan? Tapi wortel hanya dikenal di Indonesia atau beberapa wilayah yang mengenal bahasa Indonesia. Wortel akan berubah namanya menjadi ‘Carrot’ jika berada di negara yang menggunakan bahasa Inggris, atau ‘Möhre’  jika berada di wilayah yang berbahasa Jerman.

Bagi mereka yang faham bahasa latin, ketika mendengar nama latin sayuran seperti Daucus carota ssp. sativus’ maka akan menunjuk wortel, di mana pun mereka berada. Jadi, pemberian nama latin pada tumbuhan sangatlah penting. Dalam sumber rujukan ilmiah, nama sayuran tidak digunakan nama daerah melainkan nama latin. Jadi, sangat sulit bila anda akan mencari kandungan apa yang terdapat dalam sayuran brokoli misalnya, bila anda mencari informasi tersebut dalam bahasa daerah. Tapi bila anda mencari nama brokoli dalam bahasa lain, niscaya akan mudah memperoleh apa yang Anda inginkan.

Penamaan tanaman dalam bahasa latin memang telah menjadi kesepakatan internasional sehingga memudahkan komunikasi antara para ahli tanaman, baik ketika menemukan pupuk yang sesuai untuk satu jenis tanaman tertentu atau menemukan varietas baru hasil dari kawin silang misalnya. Informasi hasil penelitian tentang berbagai jenis tanaman juga dengan mengkomunikasikan jenis tanaman tersebut dalam bahasa latin, sehingga para ahli dimana pun akan memahami bahwa tanaman yang dimaksud dalam tulisan jurnal ilmiah tersebut adalah misalnya naman lobak dan lain sebagainya. Bisa dibayangkan bila seorang peneliti di Indonesia menemukan teknik memperbanyak tanaman dengan cara penyeburkan misalnya dan hanya menjelaskan nama daerahnya, ilmuwan di negara lain tentu saja akan mengalami kesulitan. Tapi sebaliknya bila peneliti tadi menyebutkan nama latinnya, akan sangat memudahkan tanaman mana yang dimaksud.

Beberapa manfaat penamaan bahasa latin pada tumbuhan, di antaranya adalah untuk hal berikut :

  • Menyamakan keluarga tumbuhan (famili) di berbagai daerah, sehingga mempermudah untuk mengidentifikasikan suatu tanaman serta membedakan suatu varietas tanaman. Kesesuaian tanaman dengan keluarganya juga akan memudahkan siapa saja yang akan melakukan kawin silang atau membudidayakan tanaman tersebut. Apalagi bila tanaman tersebut misalnya termasuk tanaman yang jarang ditemukan. Namun dengan mengetahui keluarga, ordo bahkan kelasnya, tentu saja akan memudahkan dalam budidaya dengan mencari tanaman sejenis yang satu keluarga.
  • Tujuan pertanian, agar mudah menemukan pupuk atau pembasmi hama yang tepat pada satu keluarga tumbuhan (famili). Dengan demikian tidak perlu mencari pupuk atau pembasi hama untuk masing-masing jenis tanaman, melainkan cukup untuk tanaman dalam satu keluarga. Karena sebenarnya pengelompokan tanaman ini sendiri berdasarkan kesamaan dan karakteristik yang khas. Sehingga ketika pupuk dan pembasmi hama cocok untuk satu tanaman dari keluarga A, maka akan cocok pula untuk tanaman lain dari keluarga yang sama.
  • Untuk memudahkan penyerbukan silang pada spesies yang sama. Tentu saja penyerbukan silang bisa dilakukan pada tanaman dari spesies yang sama. Bisa dibayangkan bila masing-masing negara hanya menuliskan nama tanaman dengan bahasa sendiri, akan sangat kesulitan ketika akan melakukan penyerbukan silang dengan tanaman yang tumbuh di negara lain. Sebaliknya bila diketahui bahwa kedua tanaman yang akan dikawin silangkan tersebut merupaka spesies yang sama, dengan sendiri bisa segera dilakukan. Sebaliknya sekalipun bentuk fisiknya sama tapi ternyata bukan dari spesies yang sama, tidak akan bisa dilakukan penyerbukan silang pada kedua tanaman tersebut.
  • Untuk menentukan penanaman suatu tumbuhan berdasarkan famili atau keluarga tumbuhan. Seperti telah disebutkan dengan diketahui pengelompokan suatu tanaman, akan sangat memudahkan para peneliti dari berbagai belahan dunia lain untuk melakukan penelitian dan memanfaatkannya baik untuk tujuan ilmiah maupun tujuan-tujuan lain seperti tujuan komersial misalnya.

Para ahli memberikan nama latin pada suatu tumbuhan setelah melakukan pengelompokkan atau dikenal dengan ‘taksonomi’ (sistematika) yang salah satunya dengan metode Linnaeus (ilmuwan Swedia bernama lengkap Carl von Linné). Metode ini dikenal dengan sistem bertingkat (dari atas ke bawah), yakni urutannya sebagai berikut :

  1. Kingdom
  2. Filum (jamak Fila)
  3. Kelas
  4. Ordo
  5. Famili
  6. Marga atau genus (jamak Genera)
  7. Spesies

Sayuran termasuk ke dalam kingdom tumbuhan. Setiap tumbuhan mempunyai nama botaninya masing-masing yang dikenal dengan nama latin. Nama latin sayuran ditentukan berdasarkan: marga (genus) dan jenis (species). Contohnya : Allium cepa. ‘Allium’ adalah nama marga dan ‘cepa’ adalah nama jenis kelompok bawang, dari famili Liliaceae atau keluarga lili yang ciri daunnya panjang dengan tiga jumlah bunga.

Marga Allium memiliki banyak macamnya, seperti:

  • Allium ascalonicum ( bawang merah)
  • Allium sativum (bawang putih)
  • Allium schoenoprasum (daun bawang)
  • Allium ampeloparsum var. Porrum ( bawang prei)   

Jika di akhir kata nama botani suatu tumbuhan terdapat ‘var’ ini menandakan bahwa tumbuhan tersebut hasil budidaya, contohnya Allium cepa var. Yellow Sweet Spanish. Hasil dari suatu budidaya tumbuhan tidak selalu menghasilkan tumbuhan yang sama dengan aslinya, contohnya Allium cepa ‘Sweet Vidalia’ nama lain untuk bawang bombai.

Famili Brassicaceaei atau keluarga sawi dan kubis terdiri atas beberaparapa marga (genus), yaitu:

  • Brassica napus (canola)
  • Brassica oleracea var. Acephala (kailan keriting)
  • Brassica oleracea var. Botrytis (kembang kol)
  • Brassica oleracea var. Capitata (kubis)
  • Brassica oleracea var. Gemmifera (kubis Brussel)
  • Brassica oleracea var. Gongylodes (kolrabi)
  • Brassica oleracea var. Italica (brokoli)
  • Brassica oleracea var. Sabauda (kubis Savoy)
  • Brassica rapa var. Rapa (lobak)
  • Raphanus sativus (lobak merah/ bit)
  • Rorippa nasturtium-aquaticum (selada air)
  • Rorippa x strerilis (selada)

Famili Apiaceae atau keluarga tumbuhan aromatik yang batangnya berongga, berbunga kecil ini terdiri dari beberapa marga (genus), yakni:

  • Apium graveolens var. Dulce (seledri)
  • Apium graveolens var. Rapaceum (celeriac)
  • Daucus carota ssp. Sativus (wortel)
  • Foeniculum vulgare (adas Florence)
  • Pastinaca sativa (ubi)
  • Petroselinum crispum var. Crispum (peterseli)

Itulah beberapa contoh nama latin sayuran, yang tentu saja sangat bermanfaat untuk berkomunikasi dengan orang dari belahan dunia lain ketika akan memanfaatkan sayuran tersebut. Begitu pula untuk mencari tahu tentang komponen atau unsur-unsur dalam sayuran tersebut, akan sangat mudah apabila mencari dalam nama latinnya daripada mencari informasi tersebut dalam bahasa daerah maupun bahasa nasional. Tentu saja pemilihan bahasa latin ini tidak terlepas dari latar belakang perkembangan dunia ilmu pengetahuan yang sejak awal memang dimulai dengan menggunakan bahasa latin. Kalaupun kemudian ada upaya mencari bahasa lain sebagai bahasa untuk penamaan sayuran atau tanaman pada umumnya, akan mengalami kesulitan karena berbagai hasil penelitian ilmiah telah terdokumentasikan dengan menggunakan bahasa latin. Sehingga ketika akan merubah bahasa latin menjadi bahasa lain, jauh lebih banyak kesulitannya daripada manfaatnya. 

Tolong di SHARE :
Tweet
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA