Konosuke Matsushita, Nama Pengusaha Sukses Jepang yang Menginspirasi
Ilustrasi nama pengusaha sukses
Ketika menyebut nama Konosuke Matsushita mungkin ada di antara Anda yang tidak mengenalnya. Namun ketika menyebut nama Panasonic, tentu tak ada yang tak pernah dengar produk elektronik terkenal ini. Benar, Konosuke Matsushita adalah nama pengusaha sukses asal Jepang yang mendirikan Panasonic Corporation. Jangan bayangkan bahwa perusahaan ini sudah besar ketika baru mulai didirikan. Banyak onak dan duri yang dimenghadang.
Perjuangan Tiada Henti
Hanya orang-orang yang benar-benar kuat dan mempunyai tujuan yang jelas, yang akan mampu menahlukan berbagai rintangan. Membaca kisah hidup tokoh satu ini memang sangat menginspirasi. Matsushita dikenal sebagai pebisnis yang tidak sekedar mengejar keuntungan komersial semata. Tokoh ini juga dikenal memiliki visi kepemimpinan yang sangat mengagumkan. Pandangannya yang sangat bijak ini bisa jadi karena pengaruh ayahnya yang juga seorang tokoh masyarakat yang terlibat dalam politik lokal.
Lihat saja bagaimana strategi bisnis yang dilakukan Matsushita saat menghadapi krisis keuangan yang melilit keuangan perusahaan. Saat itu, Matsushita bukannya mengurangi jumlah karyawan dengan melakukan rasionalisasi seperti dilakukan banyak perusahaan besar lainnya. Sebaliknya, dia justru mengurangi jumlah jam kerja tanpa memotong gaji karyawan. Hal ini dilakukan terutama untuk sekedar menekan biaya operasional yang membengkak.
Pemikiran yang hebat demi menghebatkan orang lain itu akan membuahkan terobosan yang luar biasa. Orang akan mengenang apa yang telah dilakukan tanpa melihat apa yang masih menjadi mimpi. Bila hanya bermimpi ingin melakukan sesuatu bagi orang lain, hal ini hanya sebatas gambaran. Namun bila telah dilakukan, maka dampaknya akan sangat terasa. Dampak inilah yang akan menjadikan seseorang itu menjadi orang yang besar.
Memang tidak ada salahnya bermimpi terutama kalau mimpi itu memang ditujukan untuk menghebatkan orang banyak. Abraham L, adalah salah satu presiden Amerika yang mempunyai mimpi. Ia utarakan mimpi itu kepada orang banyak. Melihat betapa sulitnya masyarakat yang ada di wilayah timur menuju ke barat dan sebaliknya, Abraham L bermimpi membangun sebuah jaringan rel kereta api yang menghubungan kedua wilayah yang sangat luas itu.
Sebelum mimpi itu terwujud, ia telah ditembak mati oleh seseorang yang tidak senang dengan gerakannya yang sangat manusiawi, salah satunya adalah menghapuskan perbudakan. Tetapi apa yang terjadi. Akhirnya rangkaian rel kereta api transkontinental berdiri dengan gagah dan mampu menghubungkan daratan Amerika yang sangat luas itu.
Banyak pengusaha yang serakah sehingga tidak berpikir jauh bagaimana untuk tidak memberhentikan para pegawainya ketika ia sedang menghadapi masalah keuangan. Bila ada pengusaha yang rela mengalah dan membiarkan dirinya merugi asalkan ia tidak mengurangi jumlah karyawannya, hal tentu saja sesuatu yang sangat hebat. Tidak banyak pengusaha yang berpikir seperti itu. Kebanyakan malah ingin menggantikan tenaga manusia dengan tenaga mesin.
Padahal para pegawai inilah yang memberikan warna dan memberikan banyaknya peluang masuk ke perusahaan. Bahwa setiap orang itu telah ditetapkan rezekinya sehingga ketika ia bekerja pada perusahaan tertentu, ia pasti membawa satu keberuntungan yang tak bisa dijelaskan. Inilah rahasia Tuhan yang tidak akan mampu diketahui dan dicerna oleh orang-orang yang tidak mendekatkan diri kepada Tuhannya.
Mungkin hal ini telah menjadi salah satu tipikal para pengusaha Jepang. Mereka tidak akan berhenti sebelum mencapai apa yang telah dibayangkan sebelumnya. Saat orang lain menangis dan mungkin akan bunuh diri, orang Jepang ini tidak akan menyerah. Apalagi kalau ia masih melihat sedikit cahaya di ujung terowongan. Lihatlah apa yang dilakukan oleh Honda, pendiri dan pemilik perusahaan yang memproduksi produk otomotif.
Pada awalnya, Honda sempat merasa putus asa pada saat penemuannya tidak diterima oleh Toyota. Ternyata perusahaan Toyota mempunyai pandangan lain terhadap apa yang ditemukan oleh Honda. Setelah beberapa bulan merasa sangat merana, Honda bangkit dan mulai berpikir membuat sebuah motor roda dua. Honda tahu bahwa akan sangat sulit baginya kalaua langsung ‘perang’ dengan Toyota dengan cara membuat mobil.
Toyota pasti terlalu kuat untuk dilawan. Apa yang diputuskan Honda, terbukti menghasilkan sesuatu yang sangat luar biasa. Honda menguasa pangsa pasar sepeda motor yang tidak dimiliki oleh Toyota. Setelah sukses, barulah Honda berusaha membuat mobil. Walaupun hingga kini, Toyota tetap menjadi penguasa pasar mobil, sedikit demi sedikit Honda bisa mendapatkan sedikit kue untuk pasaran mobil ini. Hal ini tidak akan berhasil tanpa tekad dan keinginan yang kuat dari seseorang yang bisa dikatakan sebagai seorang pemimpin.
Kepala Keluarga
Nama seorang pengusaha sukses ini diketahui lahir di sebuah desa bernama Wasa, Jepang pada tanggal 27 November 1894. Anak bungsu dari delapan bersaudara ini termasuk dari keluarga yang terpandang. Ayahnya, Masakusu adalah tuan tanah yang memiliki lahan pertanian yang cukup luas, yang pengelolaanya dilakukan oleh petani pengarap. Sedangkan Masakusu dikenal sebagai tokoh masyarakat yang juga aktif dalam kegiatan politik.
Keterlibatannya dalam masyarakat membuatnya mempunyai perasaan yang sangat peka terhadap nasib orang banyak. Kehidupan keluarga itu akan sangat mempengaruhi karakter anak-anaknya. Inilah yang sangat diyakini oleh banyak orang. Oleh karena itu jangan sesekali meremehkan apa yang dilihat dan apa yang dirasakan oleh seorang anak ketika ia belum mampu melakukan apa-apa. Ia akan mencernanya dan akan mengambil inti sarinya dan akan menjadi sesuatu yang bisa mempengaruhi keputusannya kelak.
Ketika anak berada pada lingkungan yang kejam terhadap orang lain, ia juga mungkin akan berlaku yang sama. Ada dendam yang ingin dilampiaskan. Tetapi ada juga anak yang malah memberontak dan malah ingin membela kepentingan orang-orang yang tertindas. Hal ini yang sekarang ditunjukan oleh wakil gubernur DKI Jakarta, Ahok. Ia yang mengalami bagaimana disepelekan oleh seorang pejabat, malah kini berusaha menjadi pejabat yang baik dan tidak mau menginjak orang lain. Harga diri adalah hal yang sangat dijunjung tinggi agar tetap bisa bergerak dengan kepala tegak.
Tanpa adanya harga diri yang masih bisa dipelihara, maka manusia itu sesungguhnya dianggap sangat rendah dan dianggap sampah. Ahok tidak mau menjadi seperti itu. Inilah karakter pemimpin yang dipengaruhi oleh pengalamannya. Ia yang ketika tidak mempunyai uang, tetap memberikan yang terbaik kepada orangtuanya yang sakit. Ia berhutang demi membuat ayahnya dirawat dikelas VIP. Cerita ini sangat menginspirasi. Bahwa demi memberikan yang terbaik kepada orangtua, pasti ada jalannya.
Ayah Matsushita pun dipandang sebagai pemimpin yang berani. Ia pun pernah bangkrut. Kebangkrutan ini memukulnya, tetapi tidak menghentikannya. Keberaniannya melakukan spekulasi dalam penjualan beras yang dihasilkannya menyebabkannya bangkrut. Akibatnya, tanah dan rumah yang merupakan warisan turun temurun terpaksa dijual dan keluarga Kasakusu pun pindah ke Wakayama. Pendidikan dasarnya hanya ditempuhnya hingga kelas 5 SD karena dia harus magang dan bekerja untuk membantu keuangan keluarga.
Bahkan pada usia yang teramat muda, yaitu 11 tahun, dia harus menjadi tulang punggung dan kepala keluarga menyusul wafatnya sang ayah maupun kedua saudara laki-lakinya. Saat itu Matsushita telah bekerja di sebuah toko sepeda. Tak lama kemudian dia pindah ke Osaka Electric. Di perusahaan elektronik inilah potensinya sebagai teknisi handal terasah. Orang tidak pernah tahu pada bidang apa ia akan berkarya.
Setelah 7 tahun bekerja, akhirnya pada umur 22 tahun, Matsushita keluar dari Osaka Electric dan mendirikan perusahaan sendiri yang bernama Matsushita Electric Industrial Co pada tahun 1917, sebuah perusahaan yang akan melambungkan nama pengusaha sukses ini.
Visi Bisnis
Pengalaman hidup maupun pengaruh ayahnya, tampaknya cukup kuat membentuk kepribadiannya. Pandangan dan visi bisnis Matsushita dikenal cukup unik dan tidak biasa. Bagi Matsushita, misi bisnis adalah untuk mengatasi kemiskinan, membebaskan masyarakat dari kesengsaraan, dan membawanya ke tingkat yang sejahtera.
Bisnis, bagi Konosuke Matsushita, bukan untuk memperkaya pengusaha, toko, atau pabrik, melainkan masyarakat. Dalam sebuah kalimat menarik, Matsushita berujar, “Masyarakat membutuhkan dinamika dan vitalitas bisnis untuk memperbanyak dan membagi adil hasil-hasilnya, dan hanya dengan keadilan itu bisnis akan berhasil baik dan sukses”. Kata-kata penuh makna dan sangat mendasar inilah yang menjadikan Konosuke Matshushita, nama pengusaha sukses asal Jepang ini selalu dikenang.

