Buku, Kisah Dan Nama Penulis

Setiap manusia pasti ingin meninggalkan jejak di muka bumi sebelum mereka tinggalkan ketika mati. Dan salah satu prasasti yang bisa mereka turunkan kepada anak cucu mereka adalah sebuah tulisan. Jika dahulu, ada prasasti kehidupan yang dipahat di atas batu bahkan menjadi sebuah candi.
Kini prasasti kehidupan sudah dapat dibuat melalui sebuah buku dan internet. Nama penulis prasasti kehidupan itu pun akan selalu dikenang.
Membuat Sebuah Buku
Meski sudah banyak program internet yang menawarkan kemudahan untuk menulis dan mempublishnya pada khalayak banyak, tidak membuat popularitas buku menjadi turun. Bahkan seorang penulis yang nama penulisnya ditulis di atas sampul buku, akan merasakan sebuah prestisius khusus yang tidak dimiliki saat karyanya dipublish di blog, multiply atau facebook.
Nama penulis yang tercantum dalam buku biasanya adalah nama pena. Dan nama penulis akan melambung jika buku tersebut mengalami best seller. Tetapi tidak jarang juga banyak buku yang tidak mencantumkan nama penulis aslinya. Bahkan banyak penulis misterius yang tidak diketahui keberadaannya.
Dicantumkan atau tidaknya nama penulis asli pada sebuah buku bukanlah sebuah masalah besar. Karena yang perlu diambil manfaat dari sebuah buku adalah isinya. Jika buku itu bermanfaat bagi orang lain maka sang penulis pun telah meninggalkan jejak baik di dunia ini. Sebuah amal yang tidak akan putus-putus dimakan usia. Dalam setiap buku pasti tercantum sebuah kisah.
Setiap Buku Punya Kisah
Dalam sebuah buku pasti tercantum sebuah kisah. Sekecil apapun kisah itu. Dalam buku agama pasti tercantum kisah-kisah para penyebar agama. Dalam buku motivasi pasti terdapat kisah-kisah inspiratif, dalam buku ‘how to’ juga pasti tercantum pengalaman-pengalaman orang sukses.
Kisah-kisah apik pun banyak diceritakan dalam buku-buku fiksi. Dan dalam setiap nama penulis yang tercantum dalam sebuah buku pasti memuat sebuah kisah.
Ya, nama penulis buku best seller tidak serta merta menjadi terkenal. Contohnya adalah Andrea Hirata, sebelum buku Laskar Pelanginya meledak di pasaran, namanya nyaris tidak pernah diketahui. Karena ia tidak memulai kiprah menulisnya dari media massa. Ia langsung menggebrak dunia sastra dengan novel yang fenomenal. Kini nama Andrea Hirata sudah melambung di seluruh Indonesia bahkan di luar negeri.
Proses menulis bukanlah perkara gampang, begitu juga dalam menentukan nama pena. Biasanya nama penulis yang asli selalu disamarkan dengan nama pena. Banyak orang berpendapat bahwa nama pena juga mempengaruhi hoki sebuah tulisan.
Apakah tulisan itu diminati oleh khalayak banyak atau tidak. Namun pada kenyataan, banyak juga penulis yang menuliskan nama asli atau menuliskan nama pena yang tidak lazim. Meskipun begitu, buku-buku mereka pun tetap bisa best seller.
Jadi, bagus atau tidaknya nama penulis buku tidak menjamin sebuah kisah itu akan bermutu untuk dibaca atau tidak. Yang terpenting dalam sebuah buku adalah isi dan pesan yang disampaikan. Karena buku diciptakan untuk selalu memberikan manfaat bagi pembacanya.






