logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Artikel Umum Islam    Nama Sahabat Nabi

Khadijah: Istri, Pelindung, dan Sahabat Nabi

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Kita sudah sering mendengar nama sahabat nabi. Akan tetapi, kadang kita melupakan sosok sahabat sejati Nabi Muhammad SAW yang luar biasa, istri beliau tercinta, Khadijah binti Khuwailid. Bagaimana tidak? Jauh-jauh hari sebelum Nabi Muhammad SAW menjadi nabi, Khadijah sudah berada di sisi beliau, berbagi cinta dan kasih sayang.

Dimulai dari Kejujuran

Saat menikah dengan Nabi, Khadijah berusia 40 tahun sedangkan Nabi 25 tahun dan saat itu Muhammad belum menjadi Nabi Allah. Sebelum menikah, Khadijah sempat “menjajal” kualitas Nabi dengan memintanya memimpin kafilah dagang milik Khadijah ke Syiria.

Seperti yang kita ketahui, Khadijah berasal dari golongan kaya dan usahanya berdagang. Sebelumnya, Khadijah sudah menikah dua kali, tetapi kedua suaminya meninggal.

Dalam memimpin kafilah dagang milik Khadijah, Muhammad sangat jujur ketika berdagang, berbeda dengan pedagang Arab lain yang terkenal akan kelicikannya. Logikanya, dengan kejujuran Muhammad, akan sulit memperoleh keuntungan besar. Akan tetapi, yang terjadi justru sebaliknya.

Orang-orang Syiria sangat percaya kepada Muhammad sehingga kafilah tersebut mendapatkan uang berlimpah. Sejak peristiwa tersebut, Khadijah sangat yakin bahwa Muhammad memang orang yang istimewa karena kejujurannya.

Tidak Lebih Daripada Sekadar Sebelah Sayap Nyamuk

Sebelum menikah dengan Muhammad, Khadijah sempat diberitahu pamannya, Waraqah bin Naufal, bahwa ia akan menikah dengan orang yang luar biasa. Waraqah berkata, akan datang seorang lelaki agung yang akan meminang Khadijah. Ia kelak akan memiliki kedudukan dan kemasyhuran yang tiada duanya.

Khadijah sadar lelaki tersebut adalah Muhammad. Oleh karena itu, Khadijah tidak segan untuk melamar terlebih dahulu melalui perantaraan Nafisah Binti Munyah.

Menarik jika kita memahami bahwa pada saat itu, biasanya wanita yang dilamar pria. Akan tetapi, Khadijah yang kaya justru berbuat sedemikian rupa untuk Muhammad yang miskin. Keteguhan hati Khadijah tersebut diungkapkan dalam ucapannya: jika semua kenikmatan hidup diberikan kepadanya, tapi Nabi Muhammad tidak hidup bersama Khadijah, semua itu tidak lebih daripada sekadar sebelah sayap seekor nyamuk.

Betapa seluruh hidup Khadijah dicurahkan kepada Nabi Muhammad.

Peran Krusial Khadijah

Peran Khadijah sangat penting bagi Nabi. Ketika Nabi mengalami masa-masa keguncangan batin begitu menerima wahyu, Khadijahlah yang menjadi “pahlawan” Nabi. Nabi yang sempat ragu apakah Jibril adalah setan atau malaikat, dihibur Khadijah.

“Selama hidupmu kau adalah orang baik. Tidak mungkin ada hal-hal jahat di dalam dirimu. Bagaimana mungkin dia (Jibril) bukan malaikat yang menyampaikan wahyu dari Allah?”, hibur Khadijah.

Kesetiaan Khadijah tersebut memberikan kesan mendalam bagi Nabi Muhammad. Beliau selalu membangga-banggakan istrinya meski Khadijah sudah wafat.

Ketika Aisyah protes, Nabi berkata, “Aisyah,kau tidak tahu betapa besar kebaikan Khadijah kepadaku”.

Demikianlah. Khadijah menjadi sosok perempuan istimewa. Bukan hanya sebagai istri Nabi, beliau juga adalah sahabat, pelindung, dan pahlawan bagi Nabi Muhammad SAW.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Mewaspadai Jaringan Islam Liberal
  • Kisah para sahabat nabi
  • Mengenal Buku-buku Agama Islam
  • Tiga Kunci Karakteristik Agama Islam
  • Keutamaan Mengimani Malaikat Israfil
  • Saatnya Kembali pada Syariat Islam
  • Khutbah dan Jenis-jenisnya dalam Islam
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA