logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Ilmu Sastra

Proses Penciptaan Naskah Drama


Ilustrasi naskah drama

Sebuah lingkup masyarakat modern pada masa reneisance banyak diangkat di dalam pentas-pentas drama yang dipertunjukkan dalam sebuah opera drama. Tema-tema drama yang diusung ke dalam pertunjukkan tersebut biasanya menyorot kehidupan sosial masyarakat tersebut pada masanya. Hingga seolah-olah penonton benar-benar disuguhkan kehidupan fakta. Pertunjukan drama yang berhasil seperti ini biasanya didukung oleh penulisan naskah drama yang cerdas dan menarik.

Makna Sebuah Drama

Makna drama sesungguhnya adalah mengangkat kehidupan sosial ke dalam sebuah pertunjukan. Dengan maksud menjadi sebuah sindiran sosial yang diperhalus melalui sebuah seni drama.

Drama merupakan sebuah pertunjukkan yang terdiri atas beberapa bagian, seperti prolog, monolog, dialog, dan epilog. Drama adalah pertunjukkan yang melibatkan lebih dari satu orang. Kecuali memang drama monolog yang khusus dipertunjukan oleh hanya satu orang saja. Masing-masing tokoh memiliki bagian sendiri-sendiri untuk diperankan, termasuk untuk melakukan dialog atau hal yang lainnya. 

Para pemeran drama harus benar-benar menghafal bagian-bagian yang harus dilakukannya dalam pertunjukkan drama. Untuk itu, diperlukan sebuah naskah drama yang harus dihafal sebelum drama tersebut dipentaskan. Sebuah pertunjukkan drama tidak akan bisa ditampilkan secara maksimal jika para pemeran tidak menghapalkan naskah drama terlebih dahulu. 

Nah, dalam kesempatan kali ini, penulis akan mengajak Anda untuk mengetahui hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam proses penulisan naskah drama sehingga tercipta naskah drama yang baik dan menghasilkan pertunjukkan maksimal.

Menulis Naskah Drama

Menulis naskah drama pada dasarnya berbeda dengan menulis sebuah cerita biasa seperti dalam novel, cerpen ataupun cerita bersambung serial. Meski dalam garis besar tetap sama, yakni terdapat alur cerita, konflik cerita dan tokoh cerita. Di dalam penulisan naskah drama lebih ditekankan kepada unsur visual. Karena penikmat drama adalah penonton.

Jadi efek-efek khusus harus dibuat untuk menambah megahnya jalan cerita. Berbeda dengan buku, yang penikmatnya adalah pembaca. Sehingga kekuatan cerita adalah modal untuk tetap mempertahankan daya tarik buku tersebut. Sebuah buku yang baik adalah buku yang mampu menghadirkan sebuah kisah yang dapat melegenda, diperbincangkan setiap orang, dan bertahan dalam masa yang cukup lama.

Sedangkan sebuah drama yang bermutu adalah drama yang memiliki naskah drama yang baik dan utuh, mampu menyedot perhatian penonton dari awal hingga akhir pertunjukan. Serta mampu bertahan menyita perhatian dan menjadi pembicaraan masa dalam waktu yang cukup lama. Meski keduanya hampir mirip dalam tendensi atau tujuan, namun tampilan dan media yang digunakan sedikit berbeda.

Fase Pembuatan Naskah Drama

Drama merupakan sebuah pertunjukkan yang sangat mengedepankan sisi kreatifitas. Dan kreatifitas yang dituntut bukan hanya dari si penulis naskah dramanya saja, namun juga pemain drama, seni tata panggung, tata cahaya (lighting) dan promosi drama. Semua harus menjadi sebuah kreatifitas yang terpadu.  

Dan khusus untuk proses penulisan naskah drama, harus mendapat porsi yang lebih serius dalam pelaksanaannya. Karena karya drama yang bagus, dijiwai oleh naskah drama yang bagus pula. Meski kadang-kadang ada pula naskah drama yang ditulis biasa-biasa saja tapi dapat tampil bagus di panggung pertunjukan.

Ya, memang benar. Menulis naskah drama memang susah-susah gampang. Karena merupakan proses kreatif yang berasal dari dorongan bawah sadar sehingga mampu tercipa sebuah karya sastra yang memiliki nilai seni. Proses kreatif tersebut biasanya meliputi beberapa fase, yakni sebagai berikut :

  • Merasakan: untuk dapat membuat naskah drama yang baik, penulis harus mampu merasakan hal-hal yang berkaitan dengan panca indera manusia. 
  • Menghayati: merupakan pendalaman terhadap temuan-temuan yang sebelumnya telah dirasakan.
  • Menghayalkan: merupakan proses memunculkan hal-hal yang telah dirasakan dan dihayati dengan tujuan menghadirkan hayalan lain atau hayalan baru.
  • Mengejawantahkan: merupakan proses mewujudkan tiga hal sebelumnya agar menghasilkan sesuatu yang lebih bernilai.
  • Memberi bentuk: yakni menguatkan fase pengejawantahan dengan menambahkan hal-hal alamiah, mengalir, simbol-simbol, dan metafora sehingga tercipta sebuah karya.

Unsur Drama

Di awal telah disinggung mengenai makna naskah drama dan bagaimana cara menuliskan sebuah naskah drama. Hingga fase-fase hingga mampu mencipta sebuah naskah drama yang bermutu.

Berikut adalah beberapa unsur drama yang harus terdapat di dalam sebuah naskah drama. Meski dapat saja setiap penulis drama memiliki kekhasan masing-masing dalam karya dramanya, namun unsur-unsur drama berikut tidak boleh ada yang ditinggalkan.

Beberapa unsur drama yang harus ada adalah :

Menciptakan Konflik

Pengarang yang kreatif mampu menghadirkan konflik yang menarik dengan kejutan-kejutan yang sama sekali diluar perkiraan dalam setiap naskah drama yang ditulisnya. Konflik-konflik yang diciptakannya akan dijalin sekuat mungkin sehingga akan memunculkan empati ketika proses penyelesaian konflik.

Konflik yang menarik akan menghadirkan banyak ketegangan. Semakin banyak konflik maka naskah drama itu akan semakin menarik untuk ditonton maupun dibaca. Konflik-konflik dalam naskah drama biasanya tercipta karena adanya pertentangan antartokoh, baik dari segi karakter, visi, maupun ideologi.

Menciptakan Tokoh

Pengarang yang handal akan mampu menciptakan tokoh yang sempurna. Tokoh-tokoh yang terbangun dalam sebuah drama biasanya merupakan tokoh protagonis (tokoh baik, yang mendukung cerita) dan tokoh antagonis (tokoh jahat penentang cerita). Tokoh-tokoh yang terdapat dramamerupakan penentu gerak alur cerita.

Menciptakan Dialog

Dalam naskah drama, dialog memiliki peranan yang sangat sentral karena dialog merupakan salah satu unsur esensial yang paling penting. Bahasa-bahasa yang digunakan dalam dialog biasanya menjadi penanda naskah drama tersebut. 

Menciptakan Simbol

Pada umumnya semua yang tersaji dalam naskah drama biasanya dalam bentuk simbol-simbol. Ada hal-hal yang tidak dikatakan atau dibeberkan secara gamblang oleh penulis dalam naskah drama yang dibuatnya. Penulis selalu menyembunyikan sesuatu di balik naskahnya. Simbol-simbol yang tersembunyi itu nantinya akan akan diinterpretasikan oleh sutradara melalui aktor-aktornya.

Menciptakan Naskah Berbobot

Naskah berbobot hanya bisa terlahir dari proses penulisan yang telah dijelaskan di atas. Untuk mengetahui seperti apa contoh naskah drama yang berbobot, Anda bisa mengunjungi website kumpulan naskah drama Indonesia di alamat: http://banknaskah-fs.blogspot.com/.

Apresiasi Naskah Drama

Apabila Anda telah mampu memahami bagaimana sebuah naskah drama tercipta. Maka Anda pun akan mulai merasa suka dan senang menikmatinya. Mungkin saja merasakan adanya keheranan dan ketakjuban pada saat menikmati drama panggung tersebut.

Setelah perasaan ini muncul, mungkin saja mulailah ada pikiran-pikiran yang mampir di benak Anda, setelah menontonnya. Hal ini wajar, dan biasa disebut sebagai tahap apresiasi yang muncul dari dalam diri Anda.

Mengapresiasi sebuah naskah drama sesungguhnya adalah pekerjaan khusus bagi para pekerja seni. Namun Anda sebagai orang awam tentu saja dapat pula mencoba untuk mengapresiasinya. Karena apresiasi sebuah karya dan naskah drama, berawal dari sebuah rasa kecintaan terhadap seni tersebut.

Yang biasa diapresiasi di dalam sebuah naskah drama adalah : dialog-dialog dramanya. Penonton senang kepada dialog-dialog cerdas namun bernuansa humor. Tidak menggurui namun mampu bertutur jujur.

Kemudian pula para pemainnya, tidak lepas dari apresiasi para penonton. Kefasihan pemain dalam mengucap dialog, acting pemain yang menghanyutkan penonton, dan kecerdasan penonton dalam memberi bumbu humor dalam setiap adegan. Semuanya tanpa disadari akan mendapatkan apresiasi tertentu dari penonton. Dan yang berikutnya yang tak luput dari apresiasi penonton adalah : tata panggung, iringan musik pendamping dan tata cahaya panggung.

Nah! Selamat menikmati naskah drama dengan belajar dari proses penciptaannya.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Drama Romeo Juliet dari Sisi Sosiologis
  • Membuat Cerita Pendek Persahabatan Singkat
  • Identitas Budaya Indonesia dalam Cerpen Sastra Indonesia "Seribu Kunang-Kunang di Manhattan"
  • Membuat Cerpen Pengalaman Pribadi
  • Penerjemah Bukanlah Orang Sembarangan
  • Mengenal Jenis-jenis Humor dalam Drama Komedi
  • Bunga Rampai Karya Sastra Angkatan 20
  • Merencanakan Pos Kerja Untuk Hasil Optimal
  • Contoh Karya Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Bentuk Sederhana
  • Sastra Lama: Naskah Sastra Melayu Klasik
  • Hal-hal Penting dalam Membuat Resensi Buku Novel
  • Membuat Paragraf Jenis Persuasi Yang Baik
  • Mari Membuat Naskah Drama 5 Orang
  • Kota Atlantis Identik dengan Indonesia Saat Ini
  • Unsur - Unsur Intrinsik Cerpen - Mengenal Cerpen Lebih Dekat
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA