logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hiburan    Film    Resensi

Cara Singkat Menulis Naskah Skenario


Ilustrasi naskah skenario

Skrip atau naskah skenario yang menyenangkan dan inovatif sangat penting dalam seni pertunjukan. Sebuah film yang dibangun dari naskah skenario demikian lebih diminati pasar daripada skrip yang sudah umum beredar di pasaran.

Menulis skrip untuk drama, film, drama TV atau komedi situasi memiliki banyak perbedaan walaupun menggunakan elemen dasar yang sama. Sebuah skrip harus memiliki karakteristik dasar tertentu dalam hal format dan struktur cerita.

Untuk menulis naskah skenario, Anda memerlukan sebuah ide yang baik, komputer, dan perangkat lunak skrip (software) yang khusus digunakan untuk menulis naskah.

Dalam sofware tersebut telah terformat struktur pembuatan skrip, sehingga Anda bisa menggunakannya secara otomatis. Anda bisa mencari software tersebut secara online dan gratis di internet.

Berikut beberapa langkah pembuatan naskah skenario yang baik.

Karakter Tokoh Menarik

Buat karakter tokoh menarik. Mereka harus orang-orang “tiga-dimensi”, dengan atribut positif dan negatif, perasaan yang kompleks, keyakinan, dan pikiran. Karakter harus memiliki kebutuhan, keinginan, dan tujuan. Anda harus  bisa membayangkan satu manusia utuh.

Membangun Konflik

Membangun konflik berarti menempatkan orang-orang biasa dalam situasi luar biasa. Meskipun ada beberapa pengecualian, kebanyakan orang ingin dapat berhubungan dengan karakter. Hal ini memikat bagi orang untuk melihat diri mereka dalam kondisi yang tidak biasa. Artinya, penonton melalui karakter tokoh seakan-akan diajak untuk ikut mengalami situasi yang luar biasa.

Reaksi tokoh dalam dalam film akan memikat mereka untuk ikut merasakan dan memikirkan bagaimana seharusnya menghadapi situasi itu. Ingat, tokoh tersebut adalah tokoh yang menggambarkan orang-orang biasa.

Membuat Plot

Cara menulis skenario selanjutnya adalah dengan membuat plot-plot. Buat dan memiliki plot yang sudah dipikirkan dengan baik. Anda harus mempertimbangkan unsur-unsur cerita. Perhatikan hal-hal dan masukkan seperti tujuan, hambatan, klimaks, dan akhir cerita.

Pengembangan Dialog dan Karakter

Setelah Anda punya ide, plot, karakter, konflik dan tempat-tempat potensial peristiwa (adegan), sudah waktunya untuk mengembangkan dialog dan membuat tindakan di antara karakter Anda.

Aksi untuk pemeran juga harus dipercaya dan relevan dengan tempat kejadian. Jika dialog tidak ada yang terjadi, maka dialog bisa diganti dengan beberapa tindakan pemeran cerita. Karena selain dialog, tindakan atau gerak fisik juga bisa mewakili sebuah pesan.

Edit Naskah Skenario

Setelah naskah skenario jadi, edit dan revisilah berkali-kali. Anda bisa meminta pendapat orang lain yang tahu tentang naskah skenario. Perhatikan setiap adegan dan kata yang diucapkan dengan seksama.
Nah, demikianlah petunjuk singkat membuat naskah skenario. Semoga bisa membantu Anda.

Sekilas Tentang Pengembangan Karakter Tokoh dalam Skenario

Seorang tokoh dalam skenario drama adalah suatu hal yang penting. Namun tokoh tak berdiri sendiri. Ia harus membawa karakter dan watakh yang khas, memiliki lingkungan hidup dan orang-orang yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan kehidupannya.

Seorang tokoh meski ia berada dalam kondisi rekaan, namun sebenarnya bukan semata-mata rekaan, tetapi lebih sebagai replika dari sebuah kehidupan yang nyata. Seperti manusia biasa, tokoh-tokoh berbicara sesuai dengan watak dan karakter masing-masing, yang satu sama lain berbeda.

Jadi setiap tokoh yang direka dalam sebuah sinetron, ketika dia berbicara, bukan lagi seperti omongan penulisnya. Sebaliknya, si penulis harus mengacu pada karakter yang diingikan. Hanya dengan membangun sebuah karakter seperti itu, sebuah drama menjadi enak ditonton.

Bentuk Penulisan Skenario

Ketika penulis menyusun sebuah treatment dan kemudian akan mengembangkannya ke dalam naskah kemudian akan mengembangkannya ke dalam sebuah skenario drama, ada beberapa istilah baku yang telah disepakati sebagai petunjuk dari penulis cerita kepada sutradara, tentang apa yang diinginkan oleh penulis. Dalam prakteknya, ada dua karakter yang berbeda dari sutradara dalam menghadapi pencantuman istilah-istilah dalam penulisan skenario tersebut.

Yang paling penting dari penulisan skenario adalah menyusun dialog. Untuk menyusun dialog lucu yang menarik adalah dengan memperhatikan bagaimana dua orang yang bercakap-cakap lucu dalam hidup keseharian kita. Biasanya dalam alam keseharian, dalam alam nyata, telinga kita telah terbiasa mendengar kata-kata yang mengalir, dialog-dialog pendek, bicara sesuai dengan tempo dan kebiasaan orang per orang, sehingga dengan menutup matapun telinga kita dapat menangkap siapa yang sedang berbicara. Sesekali muncul canda, bicara yang sangat ekspresif, dan sebagainya.

Sejatinya, cara berbicara seperti itu menjadi patokan ketika menyusun sebuah percakapan drama sehingga telinga dapat menerima dengan baik. Tanpa semua itu, jangan harap drama yang dibangun akan dapat diterima dengan baik.

Cerita dramatis harus dapat menyedot perhatian pendengar dan meninggalkan kesan yang mendalam. Sesuatu yang dianggap dramatis biasanya karena melibatkan emosi. Emosi ini bisa dibangun karena ada kedekatan pengalaman, kedekatan yang berbicara, menemukan pengalaman baru yang bisa diterima oleh nalar.

Emosi pendengar dapat kita bangun melalui tahapan-tahapan tertentu yang telah dipersiapkan.  Pada tahap (1) introduksi, kita mulai memperkenalkan tokoh. Biasanya tokoh itu mulai berbicara tentang sesuatu yang negatif atau langsung berbagi pengalaman. Pada tahap introduksi ini emosi pendengar bisa langsung kita sedot dengan menciptakan sesuatu yang menarik pethatian, bisa dibantu dengan music atau sound effect, atau pun yang lain yang dapat membangkitkan perhatian.

Pada tahap (2) situasi, di sini si tokoh mulai terlibat dalam konflik dengan lawan mainnya. Pada bagian ini harus tergambar betul bagaimana karakter dan latar belakang masing-masing tokoh dan tokoh mana yang menjadi penyampai informasi. Karakter-karakter khas sangat membantu dalam penciptaan konflik, sehingga pada tahap (3) resolusi, yaitu pada saat penyelesaian masalah, kesimpulan dari naskah drama yang ditulis akan logis, alami, tanpa paksaan, tetapi memberi kesan.

Oleh karena itu, peran tokoh dalam drama lucu yang disampaikannya mesti mencakup beberapa hal:

1. Realistis dan dapat dipercaya

Artinya, kelucuan yang dimunculkan mestilah yang dapat diterima. Bukan hal-hal yang menghina. Sehingga tokoh yang tampil dalam drama nantinya benar-benar menunjukkan kelucuan dari fisik maupun cara berbicaranya. Ia tak boleh menyindir atau menyinggung SARA sedikit pun

2. Memiliki Pesan yang Tepat

Lelucon yang dimunculkan mesti memiliki pesan yang tepat. Bukan sekedar pesan lucu yang tanpa makna. Karena ketika pesan lucu yang tak ada maknanya, maka akan hilang begitu saja dari penilaian pendengar nantinya. Hendaklah pesan yang membuatnya selalu teringat akan pesan yang disampaikan.

Sehingga ketika ia mendengar drama tersebut akan tampil, maka ia sudah teringat akan humor-humor lucu yang dimunculkan oleh tokoh. Bukan tidak mungkin, gara-gara pesan moral tersebut membuatnya ingin menyaksikan kembali drama tersebut untuk yang kedua kalinya.

3. Tepat untuk Pendengar

Pendengar harus dapat mengenali budaya, kebiasaan hidup, dan standar umum dari karakter tokoh, karena hal itu akan membantu pendengar untuk percaya. Ketika kita akan menginformasikan lucu dalam karakter orang jawa, maka hendaklah tokohnya berpenampilan seperti orang jawa.

4. Berbeda dalam Hal Personalitas

Biar drama yang ditampilkan menarik. Penulis skenario harus bisa menimbulkan dua tokoh. Satu tokoh serius dan satu lagi tokoh humoris. Sehingga dengan adanya variasi seperti ini akan membuat pendengar menjadi lebih menarik menikmati drama yang diampilkan.

Karena itu, sosok sutradara mesti bekerja ekstra dalam membangun karakter tokoh humoris dan serius. Yakinlah, tanpa kombinasi keduanya tak akan muncul cerita yang mengandung humoris.

Inilah artikel singkat tentang naskah skenario dan segala hal yang berhubungan dengannya. Semoga bermanfaat.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • 5 Film Paling Romantis Sepanjang Masa
  • Film Sang Pencerah dan Genre Film Nasionalis Karya Anak Bangsa
  • Sekilas Mengenai Inspirasi dan Film Film Inspiratif
  • Pilih Download Film Indonesia Baru Atau Nonton di Bioskop?
  • Fenomena Sinetron Cinta Fitri
  • Film Janda Kembang
  • Jadwal Film Bioskop 21: Eat, Pray, Love
  • Arti Dalam Sebuah Tema Film
  • Avatar, Film Terlaris Sepanjang Masa
  • Sinopsis Novel Sang Pemimpi
  • Film Lama yang Masih Dikenang
  • Film Terbaru Hollywood - Diburu dan Ditunggu
  • Sinopsis Still Marry Me K-Drama
  • New Movie di Tahun 2013
  • Kiat Mendapatkan Novel Gratis
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA