logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Dunia    Artikel Umum Dunia    Negara Berkembang Di Afrika

Afrika Selatan Barometer Negara Berkembang di Afrika

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Di Benua Afrika, terdapat beberapa negara yang kondisinya masih terpuruk dari segi ekonomi dan politik. Keterpurukan itu terjadi karena dilanda perang saudara, bencana kekeringan, dan instabilitas kondisi masyarakat Afrika yang masih didominasi budaya koloni. Namun, di balik stigma minus tentang Afrika, sebenarnya ada beberapa negara berkembang di Afrika yang tergolong maju, yakni Afrika Selatan. Afsel merupakan barometer negara berkembang di Afrika yang patut dicontoh.

Negara Berkembang di Afrika - Sejarah Afrika Selatan

Sebelum negara Afrika Selatan (negara berkembang di Afrika) terbentuk, daerah di Afrika Selatan dihuni oleh beberapa suku asli yang mendiami Tanah Afrika bagian selatan. Suku-suku yang ada di negara berkembang di Afrika ini antara lain suku Zulu, Bushman, dan Khoi, yang hidup nomaden dan beternak sapi serta berburu. Pada 1652, datanglah Belanda untuk menjajah Afrika Selatan. Yang melandasi Belanda ingin menjajah Afrika Selatan karena negara ini memiliki aneka tambang berlian, emas, dan platina, yang melimpah.

Ternyata, bukan hanya Belanda yang ingin menguasai Afsel. Kerajaan Inggris rupanya memiliki minat yang sama untuk menguasai Afsel dan mengeruk berlian dari bumi Afsel. Invansi Inggris ke Afsel rupanya mendapat perlawanan sengit dari Belanda yang lebih dulu menjajah Afsel dan terjadilah perang sengit Britinia Belanda dan Pertempuran Boer yang terjadi pada 1910.

Akhirnya, Inggris Raya berhasil menguasai Afsel. Semenjak itu, urat nadi perekonomian dan perpolitikan di Afsel dikuasai oleh kulit putih. Tidak hanya itu, pemerintahan kulit putih mengeluarkan kebijakan rasialis, pemisahan kulit putih dan kulit berwarna. Kebijakan itu dinamai Apartheid.

Negara Berkembang di Afrika - Afrika Selatan Terbelenggu Diskriminasi Rasial

Kebijakan rasialis sangat merugikan orang pribumi dan banyak pertentangan dalam negeri maupun internasional. Tokoh penentang Apartheid adalah Nelson Mandela. Karena begitu gencarnya melawan pemerintah Kulit Putih, Nelson Mandela dihukum kurungan selama 25 tahun di Pulau Robben. Pada 1961, Afsel memproklamirkan diri sebagai Negara Republik, tapi kebijakan diskriminasi ras masih diperlakukan di seluruh Afsel (negara berkembang di Afrika).

Pada 1990, atas desakan kelompok anti diskriminasi dan dukungan PBB menuntut membubarkan rezim Apartheid dan melihat angin perubahan yang kencang, Presiden Afsel (negara berkembang di Afrika) waktu itu, De Klerk, mencabut kebijakan Apartheid mengadakan restrukturisasi pemerintahan di Afsel dan membebaskan Nelson Mandela.

Negara Berkembang di Afrika - Momen Kebangkitan Afsel

Sejak rezim Apartheid bubar, negara bekembang di Afrika, Afrika Selatan mulai membangun demokrasi yang lebih baik. Pemerintahan baru yang dipimpin oleh Presiden Nelson Mandela berusaha membangun perekonomian Afsel (negara berkembang di Afrika) yang lebih makmur dengan mengeksploitasi sumber daya alam dan mengundang modal asing untuk menanamkan usahanya di negara berkembang di Afrika ini.

Afrika Selatan adalah negara berkembang di Afrika dan sudah dikategorikan negara maju karena disokong oleh devisa dari hasil tambang platina, berlian yang terbesar di dunia. Dunia perindustrian di Afsel (negara berkembang di Afrika) termasuk maju. Bahkan, menjadi salah satu incaran investor asing. Tak pelak, sektor industri Afsel menempati peringkat ke-25 negara-negara industri dunia.

Negara Berkembang di Afrika - Hubungan Bilateral Afrika Selatan dengan Indonesia

Hubungan kerja sama bilateral dengan Indonesia dijalin sejak Nelson Mandela naik menjadi presiden Afsel. Antara pemerintah Indonesia dan Afsel sepakat mengadakan kerja sama dagang dengan saling mengirim komoditi lokal untuk dijual pada kedua negara. Indonesia mengekspor komoditi pertanian, carft, dan pangan. Afsel mengirim produk manufaktur untuk keperluan industri di Indonesia.

Negara Berkembang di Afrika - Politik Afrika Selatan

Afrika Selatan termasuk negara yang menerapkan sistem demokrasi konstitusional. Sistem itu memiliki tiga tingkat dan institusi kehakiman yang independent. Tiga peringkat tersebut, yaitu nasional, wilayah, dan pemerintahan lokal yang memiliki badan legislatif serta eksekutif dengan daerah kekuasaan masing-masing.

Afrika Selatan dipimpin oleh seorang presiden. Presiden Afrika Selatan memegang dua jabatan, yaitu Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Presiden dipilih saat Sidang Nasional (National Assembly) dan Majelis Provinsi-provinsi Nasional (National Council of Provinces) bergabung. Umumnya, presiden yang menjabat adalah pemimpin partai mayoritas di Parlemen.

National Assembly terdiri atas 400 anggota yang dipilih melalui pemilu secara perwakilan proporsional. Sementara itu, National Council of Provinces, yang menggantikan Senat pada 1997, terdiri atas 90 anggota yang mewakili setiap 9 provinsi termasuk kota-kota besar di Afrika Selatan. Di Afrika Selatan, pemilihan umum dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Pemilu di Afrika Selatan dapat diikuti oleh warga negara Afrika Selatan yang minimal telah berusia 18 tahun.

Negara Berkembang di Afrika - Pembagian Administratif Afrika Selatan

Afrika selatan yang merupakan negara berkembang di Afrika terbagi menjadi sembilan provinsi. Sembilan provinsi tersebut, yaitu Eastern Cape, Free State, Gauteng, KwaZulu-Natal, Mpumalanga, Limpopo, North West, Northern Cape, dan Western Cape. Afrika Selatan (negara berkembang di Afrika) pun memiliki kota-kota utama, seperti Johannesburg, Durban, Cape Town, Pretoria, Kimberley, dan Bloemfontein.

Letak geografi Afrika Selatan berada di paling ujung Benua Hitam ini. Salah satu negara berkembang di Afrika ini memiliki luas 1.219.912 km persegi. Wilayah Afrika Selatan termasuk Pulau Robben dan Kepulauan Prince Edwards. Negara ini bersebelahan dengan Samudra Atlantik di kawasan pantai barat dan Samudra Hindia di kawasan pantai timur.

Afrika Selatan termasuk negara berkembang di Afrika yang kaya dengan bahan tambang bernilai tinggi. Barang tambang yang terkandung di dalam tanah Afrika Selatan ini antara lain emas, platinum, dan berlian. Selain itu, di Afrika Selatan pun ditemukan biji besi, nikel, biji timah, dan uranium. Sementara iklim di Afrika Selatan bervariasi. Di kawasan timur laut Afrika Selatan, memiliki iklim subtropis.

Negara Berkembang di Afrika - Ekonomi Afrika Selatan

Afrika Selatan termasuk negara berkembang di Afrika dengan penduduk yang berpendapatan sederhana. Afrika Selatan atau Afsel memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah. Kekayaan alam tersebut khususnya bahan tambang yang memiliki nilai tinggi seperti emas, platinum dan berlian.

Afrika Selatan pun memiliki sistem keuangan, perundangan, telekomunikasi, energi, dan infrastruktur yang maju dan modern. Bursa saham Afrika Selatan yang ada di Johannesburg sangat aktif. Bursa saham Afrika Selatan pun termasuk 10 besar bursa saham terbesar di dunia.

Selain sektor pertambangan yang menjadi sumber devisa, Afrika Selatan (negara berkembang di Afrika) pun mengandalkan sektor industri sebagai roda penggerak perekonomian negara berkembang di Afrika ini. Sektor industri di Afrika Selatan sangat maju sehingga mengantarkan ekonomi Afrika Selatan sebagai salah satu dari 25 kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Negara Berkembang di Afrika - Piala Dunia 2010 di Afsel

Penyelenggaraan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan membuktikan bahwa negara ini adalah negara berkembang di Afrika. Piala Dunia FIFA 2010 merupakan Piala Dunia FIFA ke-19 dan termasuk turnamen sepak bola utma internasionalyang digelar di Afrika Selatan, negara berkembang di Afrika. Pada bulan Mei 2004, negara berkembang di Afrika ini berhasil terpilih sebagai penyelenggara Piala Dunia 2010 setelah menyingkirkan Maroko dan Mesir dalam acara pengundian yang hanya diikuiti oleh negara-negara Afrika.

Perhelatan akbar sepak bola ini diikuti 0leh 32 negara dengan melibatkan 736 pemain untuk bersaing meraih tropi Piala Dunia. Pertandingannya sendiri akan dilaksanakan di sepuluh stadion di Afrika Selatan, negara berkembang di Afrika. Sekali lagi, penyelenggaraan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan menunjukkan bahwa negara ini adalah barometer negara berkembang di Afrika.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Fosil Manusia Purba di Afrika
  • Revolusi Industri: Poin Penting dalam Sejarah Eropa
  • Ganyang Malaysia, Konflik Negara Serumpun
  • Sejarah Negara Republik di Dunia
  • Satwa Laut Penguasa Samudera di Masa Lalu
  • Nama Bayi Eropa Terpopuler dan Terunik
  • 10 Bangunan Tertinggi di Dunia
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA