Sejarah Panjang Negara Indonesia
Ilustrasi negara indonesia
Negara Indonesia atau Republik Indonesia (RI) adalah sebuah negara kepulauan yang berada di kawasan Asia Tenggara. Negara Indonesia terdiri dari sekitar 13.000 pulau dan termasuk negara kepulauan terbesar di dunia. Negara Indonesia yang terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia serta antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik dilewati garis khatulistiwa yang membentang dari barat Negara Indonesia sampai timur Indonesia.
Pulau-pulau besar yang ada di Negara Indonesia antara lain, Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Pulau-pulau yang membentuk Negara Indonesia ini sering disebut dengan nusantara. Negara Indonesia ini merupakan Negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dengan jumlah penduduk yang menembus angka 200 juta.
Populasi lebih dari 200 juta jiwa ini didominasi oleh penduduk yang beragama muslim. Meskipun mayoritas penduduk Negara Indonesia memeluk agama Islam, tapi Negara Indonesia bukanlah negara yang menerapkan hukum Islam. Populasi jumlah penduduk Negara Indonesia ini terkonsentrasi di Pulau Jawa. Hal ini dikarenakan pusat pemerintahan Indonesia berada di Pulau Jawa, tepat beribu kota di Jakarta.
Selain menjadi pusat pemerintahan Negara Indonesia, Pulau Jawa pun menjadi pusat ekonomi, bisnis, pendidikan, dan sosial masyarakat. Terkonsentrasinya segala aspek bernegara, seperti pusat pemerintahan, ekonomi, sosial, dan pendidikan mengakibatkan pulau-pulau lain kurang mendapatkan perhatian dan kurang pembangunan.
Bentuk pemerintahan Negara Indonesia adalah republik dengan presiden sebagi kepala negara. Setelah masa reformasi, pemilihan presiden dilakukan dengan cara pemilihan secara langsung oleh rakyat. Pemilihan anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah) pun dilakukan secara langsung oleh rakyat.
Negara Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke. Negara Indonesia memiliki keanekaragaman suku, budaya, bahasa, dan agama. Ada banyak suku bangsa yang menepati di seluruh wilayah Negara Indonesia. Budaya dan bahasa yang ada di Negara Indonesia pun sangat beragam. Selain itu, banyak agama yang dipeluk oleh masyarakat Negara Indonesia, seperti, Islam, Kristen, Hindu, dan Budha.
Sejarah Panjang Negara Indonesia
Negara Indonesia memiliki sejarah yang panjang, mulai dari masa sejarah kerajaan, penjajahan, hingga zaman demokrasi yang sekarang ini sedang dilakoni oleh Negara Indonesia. Pada zaman kerajaan, sejarah Negara Indonesia dipengaruhi oleh eksistensi Kerajaan Hindu dan Budha yang di mulai pada abad ke-4 hingga abad ke-14. Kerajaan tertua yang menghiasi sejaran panjang nusantara Negara Indonesia adalah Kerajaan Kutai. Kerajaan Kutai ini dibentuk pada abad ke-4 di Kalimantan, taptnya di hulu Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
Setelah kemunculan Kerajaan Kutai, mucullah kerajaan lain yang menghiasi sejarah Negara Indonesia, seperti Kerajaan Tarumanagara dan Kerajaan Sriwijaya. Khusus Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan ini lahir di Pulau Sumatera. Pada masa kejayaannya, Kerajaan Sriwijaya ini berhasil menguasai wilayah nusantara dan semenanjung malaka.
Selain itu, Kerajaan Sriwijaya ini pun berhasil menguasi sekaligus mengontrol jalur perdagangan bisnis di Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut China Selatan.Kerajaan Sriwijaya ini meninggalkan peninggalan sejarah yang tak terukur nilainya, yaitu Candi Borobudur dan Candi Prambanan.Selain Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan majapahit yang berdiri pada abad ke-13 di bagian timur Pulau Jawa ini pun menghiasi sejarah kerajaan yang pernah ada di Negara Indonesia.
Kerajaan Majapahit mencapai masa kejayaannya saat berada di bawah Kepemimpinan Patih Gajah Mada. Kejayaan Kerajaan Majapahit ini ditandai dengan menguasai hampir seluruh wilayah nusantara atau Negara Indonesia saat ini. Masa kerajaan yang berbasis agama Hindu dan Budha di Negara Indonesia mulai terkikis dengan berdatangannya para pedagang yang berasal dari Persia dan Arab. Pedagang-pedagang ini datang ke wilayah nusantara atau Negara Indonesia melalui Gujarat, India.
Selain untuk berdagang, kedatangan para pedagang dari Arab dan Persia ini bertujuan untuk meyebarkan agama Islam.Setelah agama Islam masuk ke wilayah Negara Indonesia, mulai muncul kerajaan yang berbasis Islam, yaitu Kerajaan Samudera Pasai. Kerajaan Samudera Pasai ini merupakan kerajaan Islam pertama di Negara Indonesia.
Setelah masa kerajaan berlalu, datanglah orang-orang Eropa pada abad ke-16. Bangsa Eropa yang datang pertama kali ke Indonesia, yaitu bangsa Portugis. Kemudian, disusul dengan kedatangan bangsa Belanda dan Inggris. Di antara bangsa-bangsa Eropa yang datang ke Negara Indonesia waktu itu, Belanda lah yang berhasil menguasai Negara Indonesia.Negara-negara Eropa yang datang ke Negara Indonesia ini berhasil menguasai kerajaan yang ada di Negara Indonesia sehingga berhasil menguasai perdagangan rempah-rempah di kawasan nusantara.
Belanda masuk ke Negara Indonesia pada abad ke-17. Masuknya bangsa Belanda ke Indonesia membawa agama Kristen untuk disebarkan di Negara Indonesia. Belanda melalui konsi dagangnya yang bernama VOC berhasil menguasai Indonesia hingga Perang Dunia II sebagai koloninya. Setelah Belanda dijajah Jerman dalam Perang Dunia II, Jepang memanfaatkan kekalahan Belanda pada Perang Dunia II dengan mengambilalih kekuasaan di Negara Indonesia. Kekuasaan Belanda di Negara Indonesia ini berlangsung selama 350 tahun atau 3,5 abad sebelum akhirnya “dikudeta” oleh Jepang.
Kekuasaan Jepang di Negara Indonesia hanya seumur jagung, yaitu selama 3,5 tahun. Berakhirnya penjajahan Jepang di Indonesia diakibatkan kekalahan Jepang pada Perang Dunia II dengan dijatuhkannya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Setelah Hiroshima dan Nagasaki di bom atom, para pemuda Indonesia memerintahkan agar Sukarno dan M. Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Selanjutnya, Negara Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
Setelah Negara Indonesia merdeka, mulailah secara bertahap Negara Indonesia membangun pemerintah di bawah Presiden Indonesia pertama Sukarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta. Pemerintahan Sukarno hanya bertahan sampai 1967. Setelah Sukarno tidak menjabat sebagai presiden Negara Indonesia, posisi presiden dijabat oleh Suharto. Presiden Suharto memimpin Negara Indonesia selama 32 tahun. Masa pemerintahan Suharto saat memimpin Negara Indonesia dikenal dengan masa Orde Baru atau Orba.
Namun, karena masa Orde Baru terlalu lama berkuasa memimpin Negara Indonesia dan terjadinya krisis ekonomi yang berkepanjangan di Negara Indonesia membuat pemerintahan Suharto digulingkan oleh aksi mahasiswa. Selain itu, aksi mahasiswa menurunkan pemerintahan Presiden Suharto juga dipicu banyaknya praktik KKN (Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme) yang menggerogoti pemerintahan Suharto.
Setelah runtuhnya kekuasaan Orde Baru, Negara Indonesia memasuki era reformasi. Pada era ini, presiden mulai dipilih secara langsung oleh rakyat. Lengsernya Suharto, kemudian digantikan oleh B. J Habibie. Habibie kemudian digantikan oleh Gus Dur. Selanjutnya, Megawati menggantikan Gus Dur. Setelah era Megawati, Presiden SBY atau Susilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai presiden Negara Indonesia sebanyak 2 periode (2004-2009 dan 2009-2014).
Provinsi di Negara Indonesia
Dulu, saat Orba berkuasa, Negara Indonesia terdiri dari 27 provinsi. Namun, dengan diberlakukannya otonomi daerah setelah zaman reformasi, Negara Indonesia terbagi menjadi 33 provinsi. Berikut ini 33 provinsi yang menyusun wilayah Negara Indonesia." href="http://www.anneahira.com/negara-indonesia.htm">Negara Indonesia.
- Aceh - Banda Aceh
- Sumatera Utara – Medan
- Sumatera Barat – Padang
- Riau – Pekanbaru
- Kepulauan Riau - Tanjung Pinang
- Jambi – Jambi
- Sumatera Selatan – Palembang
- Kepulauan Bangka Belitung - Pangkal Pinang
- Bengkulu – Bengkulu
- Lampung - Bandar Lampung
- Daerah Khusus Ibu kota Jakarta
- Banten – Serang
- Jawa Barat – Bandung
- Jawa Tengah – Semarang
- Daerah Istimewa Yogyakarta – Yogyakarta
- Jawa Timur – Surabaya
- Bali – Denpasar
- Nusa Tenggara Barat – Mataram
- Nusa Tenggara Timur – Kupang
- Kalimantan Barat – Pontianak
- Kalimantan Tengah - Palangka Raya
- Kalimantan Selatan – Banjarmasin
- Kalimantan Timur – Samarinda
- Sulawesi Utara – Manado
- Gorontalo – Gorontalo
- Sulawesi Tengah – Palu
- Sulawesi Barat – Mamuju
- Sulawesi Selatan – Makassar
- Sulawesi Tenggara – Kendari
- Maluku – Ambon
- Maluku Utara – Sofifi
- Papua Barat – Manokwari
- Papua – Jayapura

