logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Olah Raga    Ekstrim    Surfing    Nias Surfing

Nias Surfing: Kecantikan Tano Niha

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Lambaian pohon palem oleh tiupan angin, langit biru yang mempesona, pantai berpasir putih dan pesona budaya ratusan tahun, kekayaan alam dan keramah tamahan penduduk dan bersahaja. Semua itu akan Anda dapatkan apabila berkunjung dan berwisata ke Tanah Nias atau Tano Niha. Selain itu, Nias terkenal di kalangan para para selancar dunia sebagai "Paradise of World Surf Spot" karena memiliki titik-titik selancar dan salah satu yang terganas di dunia. 

Indonesia merupakan negara kepulauan, lima pulau besar dan ribuan pulau kecil menjadi satu. Sebagai negara kepulauan, Indonesia dikelilingi oleh lautan dan banyak pulau dengan pantainya yang indah dan menawan. Pulau-pulau dengan pantai yang indah terkenal untuk wisatawan adalah pulau Bali, Pulau Bangka, Pulau Lombok dan banyak lagi dan Pulau Nias adalah salah satu tempat terbaik untuk peselancar di seluruh dunia (Nias Surfing).

Bermain dengan ombak, berselancar, berjalan di sepanjang pantai pasir putih, atau mandi sinar matahari adalah gambaran dari Pulau Nias yang indah, surga yang hampir terlupakan di sisi barat Provinsi Sumatera Utara.
Pulau Nias, sebagai tempat untuk berselancar merupakan tempat terbaik kedua setelah Hawaii. Gelombang besar dan keindahan alam Pulau Nias membuat surfer dunia mengakuinya sebagai surga di bumi dan tentu saja merupakan pilihan terbaik untuk liburan keluarga selain Pulau Bali yang sudah terkenal.

Pulau Nias, Paradise of World Surf Spot
Pulau Nias berjarak 125 kilometer dari Pantai barat Sumatera, bagian utara pulau Indonesia yang terbesar. Nias memiliki beberapa tempat selancar kelas dunia dan merupakan titik singgah untuk bepergian ke pulau-pulau tetangga seperti Mentawai dan kepulauan kecil Hinako.

Luas pulau Nias tidak jauh beda dengan Bali, Nias adalah pulau kecil dengan panjang 140 km dan lebarnya hanya 50 km. Akan tetapi, karena terisolasi dan ditambah dengan permukaan daerahnya yang bermedan kasar membuatnya menjadi sebuah tempat yang unik.

Sebelum Nias terkenal karena gendangnya, pulau ini merupakan tempat berkumpulnya para antropolog, ketika pemburu kepala dan pengorbanan manusia memainkan peranan dalam budaya Nias. Sekarang ini, para wisatawan yang mengunjungi Nias lebih menyukai membawa tas papan ganda dan 90 persen dari semua pengunjung adalah peselancar.

Reputasi pulau ini di kalangan pada surfer diawali dari sebuah bisikan kecil dari balutan film selancar dan Lagundri Bay, di mana tempat selancar terbaik Nias dapat ditemukan dan menjadi pusat surfing. Dewasa ini, di depan sepanjang pantai banyak dipenuhi dengan warung-warung kecil dan sebuah kafe bergaya barat.

Lagundi Bay merupakan salah satu spot selancar terbaik di Indonesia dan memiliki ketinggian ombak sampai 15 kaki. Sejauh ini, hanya ditemukan satu buah resort yang telah beroperasi, meskipun akan ada rencana untuk membuka resort yang baru di masa datang. Akan tetapi, ukuran Pulau Nias yang kecil diupayakan untuk tidak mengalami perkembangan seperti yang terlihat di Bali. Waktu terbaik untuk berselancar di Nias adalah Juni hingga Oktober, dengan gulungan ombak terbesar. Tetapi, waktu lainnya juga sangat ideal bagi wisatawan yang ingin berselancar dengan gelombang yang lebih kecil.

Mengunjungi Pulau Nias
Untuk mengunjungi Pulau Nias, Anda hanya dapat menggunakan transportasi udara dan laut. Apabila menggunakan transportasi laut dari kota Medan ke Sibolga, dari pelabuhan Angin (Sibolga) menggunakan feri ke pelabuhan di Pulau Nias (Gunung Sitoli, Teluk Dalam, Lahewa dan Tello) kira-kira selama 10 jam. Sibolga terletak tepat di seberang pulau Nias dan Kota Pelabuhan menjadi penghubung antara Kepulauan Sumatera dan pulau Nias.

Apabila menggunakan transportasi udara, ada penerbangan setiap hari dari Bandara Polonia di Medan dan mendarat di Bandara Binak-Gido (Gunung Sitoli, Pulau Nias) sekitar satu jam penerbangan atau penerbangan mingguan dari bandara Soekarno-Hatta di Jakarta ke Bandara Binaka-Gido. Apabila Anda berasal dari luar Indonesia, Anda dapat pergi ke Jakarta terlebih dahulu, kemudian ke Nias atau dari Jakarta ke Medan kemudian ke Nias.
Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Manfaat Pakaian Surfing yang Sering Terabaikan
  • Kenali Papan Surfing Anda
  • Surfing di Lombok: Menantang Gelombang
  • Sepatu Surfing, Fesyen dalam Air
  • Fungsi Kaos Surfing dalam Olahraga Surfing
  • Toko Surfing - Memanjakan Para Penantang Ombak
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA