Nomor Induk Siswa Nasional - Datebase Pelajarnya Indonesia
Ilustrasi nomor induk siswa nasional
Database memiliki arti penting bagi sebuah sistem, tak terkecuali sistem pendidikan. Jika negara kita tidak memiliki database siswa dan sekolah, bisakah Anda membayangkan betapa susahnya untuk mengetahui jumlah sekolah dan siswa di seluruh Indonesia? Itulah salah satu fungsi dari Nomor Induk Siswa Nasional.
Tak hanya itu, jika pemerintah tidak membuat sebuah sistem penomeran siswa, seperti Nomor Induk Siswa Nasional, pemerintah juga akan kesulitan mencari data sekolah-sekolah mana saja yang memerlukan bantuan pendidikan, maupun siswa-siswa mana saja yang perlu mendapatkan beasiswa.
Tentunya masing-masing sekolah sejak dahulu telah memiliki data setiap siswa yang bersekolah di sana, data Nomor Induk Siswa Nasional pada dasarnya sudah dimiliki. Data setiap sekolah di seluruh kota, kabupaten, kemudian disatukan di tingkat provinsi dibawah tanggung jawab Dinas Pendidikan masing-masing Provinsi. Namun data masing-masing siswa itu belum mengikuti standar pengkodean nasional.
Masing-masing sekolah memiliki kodenya sendiri-sendiri. Kemudian sejak tahun 2007, mulailah dirintis sebuah sistem terpadu yang merupakan database siswa di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat SD, Madrasah MI, SMP, Madrasah Tsanawiyah Mts, SMA , SMK maupun MA. Sistem ini disebut Nomor Induk Siswa Nasional atau NISN.
Sistem ini terus dikembangkan hingga sekarang, sehingga nantinya benar-benar bisa menjadi sistem yang komplit dan mudah diakses. Nomor Induk Siswa Nasional ini dikelola oleh Pusat Data Statistik Kemdiknas, yang merupakan salah satu program Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Nomor Induk Siswa Nasional disusun berdasarkan standar pengkodean tertentu yang berlaku selamanya.
Setiap siswa diberi kode unik yang berbeda satu dengan lainnya, dan meski siswa tersebut telah lulus sekolah, ketika Nomor Induk Siswa Nasional milik siswa tersebut dimasukkan dalam database maka langsung akan muncul segala informasi pendidikan yang bersangkutan.
Maksud dan Tujuan Nomor Induk Siswa Nasional
Maksud dan tujuan dari program Nomor Induk Siswa Nasional ini adalah untuk membuat database lengkap dan terpadu tentang data pendidikan seluruh pelajar di berbagai daerah di Indonesia. Database siswa di seluruh Indonesia ini penting untuk mempermudah segala sesuatu yang berkaitan dengan program perencanaan pendidikan, statistik pendidikan, dan bantuan pendidikan dari tingkat sekolah, kabupaten, kota, propinsi, hingga pusat.
Misalnya bagaimana program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) agar tepat sasaran, Ujian Nasional, sistem informasi manajemen sekolah, pemberian beasiswa, dan sebagainya. Tugas pengelolaan data pokok pendidikan (Nomor Induk Siswa Nasional) ini dilakukan oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan seperti yang diatur dalam Permendiknas No.38 tahun 2008, Permendiknas No.36 tahun 2010, dan Berita Acara Serah Terima No. 22848/A2.3/PR/2010 yang ditandatangi di Mataram, tanggal 30 Maret 2010.
Pemindahan Pengelolaan Nomor Induk Siswa Nasional
Awalnya pada tahun 2006/2007, PSP Batlitbang Depdiknas dipercaya untuk mengelola Data Pokok Pendidikan atau Dapodik ini (Nomor Induk Siswa Nasional). Namun karena dianggap tidak mampu memenuhi tugas yang diembannya, kemudian pengelolaan sistem ini dipindah tugaskan ke masing-masing Dinas Pendidikan wilayah di tingkat Provinsi atau Kota atau Kabupaten di seluruh Indonesia, sejak tahun 2008.
Kemudian berdasarkan surat edaran nomor 1980/P3/TP/2011 bertanggal 14 September 2011, sistem layanan versi terbaru dibangun kembali oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (PDSP Kemdikbud). Sistem ini menggunakan nama sistem Nomor Induk Satuan Pendidikan (NISP) dan sistem Nomor Induk Peserta Didik (NIDP) dan lahirlah istilah Nomor Induk Siswa Nasional. Situs resmi sistem tersebut adalah http://npsn.data.kemdikbud.go.id, dan http://nisn.data.kemdikbud.go.id.
Sementara itu layanan data pokok pendidikan yang lama dengan alamat situs www.dapodik.org resmi ditutup sejak 1 Januari 2012. Tentu saja pengalihan tugas pengelolaan sistem ini berikut dengan berubahnya situs resmi yang bisa diakses oleh masyarakat, akan membuat kebingungan banyak pihak.
Dalam situs resmi kemdiknas (www.nisn.data.kemdiknas.go.id) dikatakan bahwa sistem yang baru ini masih terus diperbaiki sehingga dibutuhkan saran dan masukan dari berbagai kalangan demi kemajuan sistem tersebut. Untuk mendapatkan informasi lebih jauh mengenai layanan sistem NISP (Nomor Induk Siswa Nasional) dan NIPD ini dapat langsung menghubungi nomor telp 021-5731177, atau bisa juga dengan menghubungi Call Center Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud di 177.
Sementara jika ada pengaduan, Anda bisa langsung menyampaikannya melalui email: pengaduan@kemdikbud.go.id atau pdsp@kemdikbud.go.id.
Prosedur Entry Data - Nomor Induk Siswa Nasional
Sistem pengkodean siswa ini dilakukan secara online dan diolah oleh server di pusat layanan data Nomor Induk Siswa Nasional. Setelah data siswa yang valid dimasukkan dalam kolom yang tersedia, maka akan keluar secara otomatis kode atau nomor induk siswa yang bersangkutan. Untuk mencari Nomor Induk Siswa Nasional, Anda bisa membuka sutus resmi NISN yaitu di www.nisn.data.kemdiknas.go.id.
Layanan Nomor Induk Siswa Nasional ini bisa diakses secara real time oleh setiap siswa, guru, maupun orang tua siswa. Dalam proses entry data siswa di seluruh Indonesia, diperlukan kerja sama dengan semua dinas pendidikan yang terkait, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten di seluruh Indonesia.
Masing-masing dinas pendidikan tersebut harus memastikan bahwa setiap data siswa di setiap sekolah di dalam wilayahnya, adalah valid dan bisa dipertanggungjawabkan. Jika data siswa ternyata tidak sesuai dengan aslinya, maka pihak Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten yang akan dipersalahkan, selain mungkin bisa juga terjadi petugas entry data yang keliru memasukkan data.
Nomor Induk Siswa Nasional ini tidak hanya meliputi data pribadi siswa seperti nama, tanggal lahir, asal sekolah, namun juga data prestasi akademis atau nilai raportnya. Dengan demikian, sistem ini diharapkan bisa benar-benar digunakan sebagai piranti untuk melihat kualitas pendidikan di Indonesia, bagaimana prestasi siswa, dan sebagainya, sehingga kebijakan-kebijakan pendidikan ke depan bisa ditentukan berdasarkan data yang valid ini.
Hingga kini tercatat puluhan juta sekolah dan siswa telah terdaftar di sistem Nomor Induk Siswa Nasional ini. Meski demikian pemuktakhiran sistem Nomor Induk Siswa Nasional ini terus berlangsung untuk mendapatkan sistem yang terpadu dan menyeluruh.
Cara Mengetahui Nomor Induk Siswa Nasional
Sistem database pendidikan seperti (Nomor Induk Siswa Nasional) ini sebenarnya telah mulai dirintis sejak 2007, namun karena sempat berpindah pengeloaan berikut situs resminya, ini menimbulkan kebingungan di dalam masyarakat. Sosialisasi sistem terbaru agaknya juga masih kurang. Terbukti dari masih banyaknya siswa dan orang tua siswa yang tidak mengetahui bagaimana mendapatkan nomor induk bagi tiap-tiap siswa.
Berikut langkah-langkah untuk mengetahui Nomor Induk Siswa Nasional terbaru yang berlaku sejak 1 Januari 2012.
- Buka situs resmi Nomor Induk Siswa Nasional di www.nisn.data.kemdiknas.go.id.
- Cari menu 'Data Siswa' dan klik di sana
- Setelah halaman Data Siswa terbuka, Anda akan melihat kota kosong yang harus Anda isi untuk mengetahui Nomor Induk Siswa Nasional, baik dengan memasukkan data NISN siswa maupun dengan memasukkan data siswa. Data siswa ini berupa nama siswa, tempat lahir, dan tanggal lahir.
- Setelah kotak yang kosong Anda isi, klik 'cari' di bawahnya, dan nomor induk siswa yang Anda cari akan keluar secaara otomatis.
Semoga ke depan tidak ada lagi perubahan pengelola dan perubahan sistem, sehingga bangsa kita bisa segera memiliki sistem pengkodean dan database pendidikan siswa di seluruh Indonesia secara terpadu, menyeluruh, valid, dan mudah diakses. Semoga Nomor Induk Siswa Nasional justru semakin mengalami kemajuan dalam pengelolaannya.
Dengan database yang kuat maka kebijakan-kebijakan pendidikan di masa depan bisa disusun dengan lebih akurat sesuai data di lapangan, dan juga distribusi bantuan pendidikan bisa dilakukan dengan efektif dan tepat sasaran. Nomor Induk Siswa Nasional ini diharapkan mempermudah proses belajar anak-anak Indonesia.

