Cerita Kelam Novel Dongeng Ketigabelas
Ilustrasi novel dongeng ketigabelas
“Ceritakan padaku yang sesungguhnya.”
Hanya dengan kalimat tersebut dapat membuat seorang Margaret Lea, seorang penulis biografi muda penyuka buku mendatangi seorang pendongeng terkenal yang kaya, Vida Winter. Dia orang tua yang sombong yang memiliki banyak kisah dalam hidupnya. Namun, tidak ada satu pun kisah yang benar-benar nyata.
Vida mengundang Margaret Lea untuk bercerita tentang hidupnya. Namun, Vida meminta Margaret untuk menyimak ceritanya satu persatu. Kisah mereka pun di mulai dari sebuah keluarga Angelfield.
Kisah yang diawali dengan teka-teki kehidupan seorang wanita pendongeng tua yang bukunya selalu laris, Vida Winter. Dia menuturkan kisah tentang kehidupan sebuah keluarga, tanpa sedikit pun memasukkan unsur "aku" di dalamnya. Cerita yang dituturkannya seperti dongeng lain yang tidak berkesudahan.
Di sisi lain, Margaret tidak secara langsung menelan bulat-bulat cerita Vida. Dia mencari tahu tentang keluarga Angelfield yang diceritakan Vida, mencari jejak-jejak yang tersisa dari kisah masa lalu untuk memastikan tidak ada yang salah. Sampai akhirnya, penelusuran Margaret dan cerita Vida pun hampir usai. Margaret dibuat tercengang oleh akhir kisah yang tidak terduga.
Novel Misteri Berbalut Judul Dongeng
Sebagai sebuah novel, Dongeng Ketiga Belas sanggup memberikan sentuhan misteri yang membuat pembaca tidak bisa meletakkan buku tersebut. Pembaca diseret untuk mencari tahu, tenggelam bersama penelitian Margaret, bahkan pembaca pun dihadapkan pada teka-teki Margaret sendiri.
Teka-teki apa yang membuat Margaret terseret oleh cerita sang pendongeng tersohor? Apa yang disembunyikannya? Sang pengarang, Diane Setterfield berhasil membalut misteri di dalam novel ini, dicampur dengan kisah kelainan psikis, pembunuhan, kecurangan, dan pikiran jahat lainnya.
Model Penceritaan
Ada dua jenis penceritaan dalam novel ini. Yaitu, penceritaan orang pertama. Yang bercerita saat itu adalah tokoh Margaret. Jenis kedua adalah penceritaan orang ketiga, yaitu kejadian diceritakan secara detail, tokoh pun hidup dan bergerak.
Sang pencerita layaknya tuhan dalam kisah tersebut. Ketika perpindahan bentuk penceritaan terjadi, itu lebih ke arah tokoh Vida yang menceritakan tentang keluarga Angelfield dan anak-anak yang memiliki kelainan psikis.
Rekomendasi
Novel berjudul asli The Thirteenth Tale, dan diterjemahkan dengan judul Dongeng Ketiga Belas, terbitan Gramedia ini, terasa sangat kelam. Hingga, membuat bulu kuduk bergidik ketika membacanya.
Di sisi lain, buku ini bak magnet yang membuat pembacanya tidak berhenti untuk mencari tahu hal yang sebenarnya terjadi. Ada rahasia apa di balik keluarga Angelfield? Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan "dongeng ketiga belas"? Semuanya membuat penasaran sehingga sulit sekali berhenti ketika sudah mulai membacanya.
Novel yang pantas mendapat acungan jempol. Anda harus membacanya, dan siap-siaplah tenggelam dalam misteri Dongeng Ketiga Belas.

