Novel
Membaca merupakan salah satu hobi yang mengasyikkan. Terutama jika bahan bacaannya memang mengandung candu, dan membuat betah berlama-lama menelusuri kata demi kata dalam lembaran kertas. Jenis bacaan seperti itu selalu menarik minat baca banyak orang, bahkan yang sebelumnya sangat tidak suka membaca. Salah satu jenis tulisan seperti itu adalah novel.
Bacaan memiliki dua sifat secara umum, yakni yang bersifat informative dan hiburan. Pemilik hobi membaca pastinya terbagi dalam dua kategori ini. Ada mereka yang lebih suka membaca sesuatu yang sifatnya memberikan informasi, dan ada yang gandrung terhadap bacaan yang bersifat hiburan.
Perbedaan selera terhadap bahan bacaan tersebut tentu saja bukan masalah. Karena, perihal selera memang tidak bisa dipaksakan. Orang-orang dengan perbedaan selera terhadap bacaan tersebut memiliki pandangan yang berbeda.
Mereka yang hobi membaca sesuatu yang sifatnya informative mungkin beranggapan bahwa membaca novel atau cerpen tidak begitu menarik. Hanya menghabiskan waktu tanpa mendapatkan informasi terbaru apa pun. Sama halnya dengan mereka yang lebih hobi membaca novel, bacaan bersifat informative sama sekali dianggap tidak menarik serta cenderung membosankan.
Kedua jenis bacaan ini tentu saja berbeda. Seperti yang Anda tahu, bacaan yang memuat berita cenderung memiliki ragam bahasa baku yang tidak bisa langsung akrab dengan berbagai lapisan masyarakat. Bacaan tersebut juga terkesan kaku, sehingga jarang sekali ada anak muda yang mau berlama-lama membaca sebuah berita. Kecuali berita yang dikemas dalam bentuk menarik.
Sementara bacaan sejenis novel, dinilai lebih menarik karena pilihan bahasanya yang lebih santai. Selain itu, hal-hal yang sifatnya imajinasi memang cenderung lebih banyak diminati. Belum lagi kesamaan jalan cerita dalam novel dengan kehidupan nyata pembacanya. Hal tersebut menjadi faktor dalam mengeratkan kecintaan para pembaca pada novel.
Jika membicara mengenai konflik, kedua bacaan tersebut sama-sama memiliki konflik. Dalam berita-berita yang disajikan dalam bentuk bacaan, pastinya ada konflik menarik yang diulas. Misalnya, konflik antara organisasi, konflik antara negara, konflik antara orang perorang dengan sebuah substansi dan lain sebagainya.
Namun, yang membedakan adalah nuansa konflik itu sendiri. bacaan-bacaan seperti novel memiliki konflik yang sifatnya lebih kepada personal, perasaan, dan hati. Konflik-konflik seperti itu akan sangat mudah masuk ke dalam hati para pembacanya. Sekaligus terasa berlebihan bagi yang tidak terbiasa.
Jenis Novel
Novel hadir dalam beragam jenis. Disesuaikan dengan konflik yang terangkum dalam novel itu sendiri. Dari sekian banyak jenis novel, novel pop paling banyak digemari. Novel jenis ini biasa juga disebut dengan novel populer. Novel populer merupakan novel bentukan baru, setelah sebelumnya novel selalu identik dengan sesuatu yang berat, atau disebut dengan novel sastra.
Novel populer, sesuai namanya, hadir dalam bentuk yang lebih mudah diterima oleh masyarakat luas. Novel jenis ini cenderung ringan, terutama dari segi pemilihan kata. Tidak banyak terdapat majas-majas membingungkan yang akan membuat pembaca berhenti di satu halaman tertentu dan tidak menyelesaikan bacaan.
Berikut ini adalah hal yang bisa diidentifikasi dari novel-novel pop yang sudah bertebaran di mana-mana.
- Novel populer harus diakui memang lebih sering mengangkat tema-tema cinta, asmara, dan hal-hal yang berhubungan dengan dunia remaja.
- Plotnya atau jalan ceritanya sederhana, tidak njlimet. Memang, mungkin karena masalah yang diceritakan juga berhubungan dengan dunia remaja, jalan ceritanya pun sengaja dibuat lebih santai.
- Tidak banyak tokoh yang terlibat. Novel pop cenderung hanya melibatkan beberapa tokoh. Kalau pun ada banyak, tokoh tersebut tidak memiliki pengaruh yang cukup besar. Berbeda dengan novel sastra. Cerita bisa bermula dari pihak kakek, lanjut ke paman, orang tua dan sebagainya.
- Karakter tidak banyak berkembang. Karakter dalam novel pop harus diakui memang itu-itu saja. Kalau pun ada yang berbeda, tidak begitu signifikan.
Ciri-ciri identitas yang dimiliki oleh novel pop lainnya bisa Anda rasakan sendiri. Yang jelas, antara satu novel dengan novel lainnya akan bisa ditarik garis merah. Meski pun demikian, novel jenis ini ampuh dijadikan hiburan saat mata tengah lelah dengan beragam berita-berita tentang negeri ini yang agak lumayan menjengkelkan.
Novel pop sudah banyak diproduksi. Anda jika berminat juga bisa mulai menulisnya. Di antara novel-novel yang beredar di pasaran, berikut ini adalah novel terekomendasi yang bisa dijadikan pilihan bacaan.
1. Beauty Case – Icha Rachmanti
Novel ini sangat pas bagi Anda yang memang memiliki rasa percaya diri rendah. Cerita demi cerita yang ada di dalamnya akan menjadi mood booster Anda ketika tengah merasa menjadi manusia paling buruk rupa satu dunia.
Cerita yang dirangkai oleh Icha Rachmanti memang berlatar belakang percintaan, tetapi, bukan sembarang percintaan. Di dalamnya ada sentilkan-sentilan issue politik yang membuat menarik. Gambaran karir dari masing-masing tokoh yang dibuat sedetail mungkin membuat cerita yang ada di dalam novel tersebut terasa lebih nyata.
Novel ini sebenarnya bukan tergolong baru. Terbit beberapa tahun lalu. Tetapi, jalan ceritanya tetap menarik dibaca. Tidak ketinggalan zaman, meski pun ada beberapa detail dalam cerita, seperti merek gadget yang digunakan atau nama mobil yang dikendarai. Tetapi, itu semua tidak begitu berpengaruh banyak pada keseruan jalan cerita.
Seorang wanita mungil, berambut ikal, berparas cantik bernama Nadja Sinka Suwita. Ia adalah sesosok perempuan muda modern dengan pengetahuan tentang banyak hal, terutama masalah desain interior. Dalam cerita, Nadja diceritakan tertarik dengan sesosok pria yang berkecimpung di dunia politik. Adalah Budiarsyah Nasution. Sosok lelaki ideal menurutnya. Pintar, tampan, dan masa depan cerah.
Di perjalanan mendapatkan perhatian Budiarsyah, Nadja harus berhadapan dengan seorang model wanita super cantik dan lengkap, Dania Soedjono. Namun, siapa sangka bahwa bahwa ia justru akhirnya jatuh cinta pada lelaki “acak-acakan”, yang lebih memikirkan isi dibanding kemasan. Max, adalah lelaki yang bisa membuat Nadja merasa cantik sebagai dirinya. Max berhasil mengubah pandangan Nadja terhadap hal-hal yang indah. Bahwa segala sesuatunya tidak bisa hanya diukur dengan kesempurnaan fisik.
2. Perahu Kertas – Dee Lestari
Novel ini cukup terkenal, terutama di kalangan para anak muda. Jalan ceritanya menarik. Percampuran antara “sastra” dengan “pop” khas Dee Lestari. Berfilosofi menggunakan gaya bahasa-gaya bahasa ringan yang diminati oleh banyak orang. Novel ini bahkan dibuatkan versi layar lebarnya. Diperankan oleh aktris serta actor muda yang pastinya memiliki kemampuan berakting yang baik.
Perahu Kertas bercerita tentang 4 sahabat. Kugy, Keenan, Eko dan Noni. Bahwa benar, tidak ada persahabatan yang bisa terjalin lama antara seorang pria dan wanita. Ini dibuktikan dengan konflik batin yang dialami oleh Kugy dan Keenan. Mereka saling mengagumi, jatuh cinta, tanpa sempat menyatakan.
Konflik antara 4 sahabat ini pun mulai terjadi. Hingga akhirnya, masing-masing dari mereka memutuskan untuk menjalani hidup sendiri. Keenan pindah ke Bali, ia bertemu seorang gadis daerah, sementara Kugy, bekerja di sebuah perusahaan advertising, dan bertemu dengan Remi. Melihat sosok Kugy yang manis dan penuh semangat, Remi jatuh cinta.
Hingga akhirnya mereka bertemu di pernikahan Eko dan Noni. Bahwa sejauh apa pun mereka berkelana, menjalani hari-hari, pada akhirnya akan tetap kembali bertemu, seperti perahu kertas yang bermuara di laut yang sama.
Dua novel tersebut adalah sebagian kecil dari peredaran novel pop di Indonesia. Gambaran bahwa pilihan novel-novel di Indonesia juga tidak kalah menarik jika dibandingkan dengan novel karya penulis luar negeri. Hal-hal detail dalam dua novel tersebut menjadi kekuatannya sendiri.

