logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Binatang Peliharaan    Burung    Burung Nuri

Nuri, Burung Cantik yang Hampir Punah


Ilustrasi nuri

Saat mendengar kicauan burung nuri di pagi hari, rasanya tentu sangat indah. Apalagi jika kicauan itu merupakan nyanyian burung yang merdu didengarkan oleh telinga.
Nuri merupakan salah satu burung yang dicari oleh penggemar burung ocehan.

Burung yang memiliki bulu berwarna-warni ini dikenal dengan kecantikannya. Keluarga dari burung berparuh bengkok ini dapat ditemui di kawasan timur Indonesia. Burung paruh bengkok di pasaran harganya cukup malah ini sebanding dengan kecantikan bulunya.

Walaupun mahal tetap dicari orang, maklum yang namanya hobi berapa pun uang dikeluarkan demi kesenangan. Yang pasti burung ini memiliki tingkat kecerdasan diatas rata-rata burung lain. Usia burung nuri bisa mencapai puluhan tahun kalau dirawat dengan benar.

Ciri khas Nuri

Seperti halnya burung paruh bengkok lainnya. Burung nuri mudah dikenali, diantara burung jenis parrot ini burung ini memiliki pesona bulunya berwarna-warni. Warna dasarnya adalah merah, sedangkan coraknya pada kepala ada yang biru, kuning dan hijau.

Ukuran tubuh panjangnya mencapai 30 cm masuk dalam kategori burung menengah, gesturnya luwes dan lincah. Kepalamya besar dengan paruh besar, bentuknya bengkok ke bawah, ini menunjukan bahwa burung ini adalah pemakan biji-bijian. Paruh bengkok berfungsi memecahkan kulit biji yang keras, dan mengambil isinya saja.

Kakinya kuat dan lincah dengan jari yang menghadap ke belakang. Kakinya digunakan untuk berjalan di dahan-dahan atau di ranting. Ketika nuri berjalan atau merayap pada badan pohon terkadang dibantuk oleh paruhnya.

Burung pemakan buah-buahan, biji-bijian, dan tepung sari ini sangat suka membuat sarang. Sarangnya itu dibuat di lubang-lubang yang ada di pohon. Kemampuan terbangnya sangat cepat.

Suaranya yang tajam dan keras mampu membuat siapa pun berpaling untuk memperhatikan keindahannya. Bahkan burung ini bisa meniru suara burung lain, dan suara-suara hewan lainnya seperti jangkrik, bahkan kerabat nuri seperti Burung Bayan bisa meniru suara manusia.

Habitat aslinya

Burung nuri merupakan penghuni hutan-hutan tropis, misalnya di Papua, Maluku, Halmahera. Burung ini juga hidup hutan-hutan pinggir sungai, laut. Habitat aslinya tak jauh dari pohon-pohon tinggi dan besar. Dia membuat sarang di tempat yang tinggi, misalnya dilobang pohon, tebing –tebing pinggir sungai.

Di alam liar makanan alaminya adalah biji palem, buah matoa, buah sagu dan terkadang dia memakan tanah yang mengandung kalsium. Tujuannya untuk mencukupi kalsium yang bermanfaat memacu pertumbuhan tulang dan bulu.

Musim kawin burung paruh bengkok, biasanya pada musim hujan. Di mana pada masa itu pohon-pohon hutan mulai berbuah. Burung nuri merupakan burung setia dengan pasangannya.

Burung jantan membuatkan sarang untuk burung betina. Sekali bertelur burung betina bisa mengeluarkan telur sampai 5 butir. Uniknya yang mengerami telur-telurnya itu adalah burung jantan. Telur menetas setelah dierami selama 15 minggu. Namun dari lima telur, yang berhasil menetas hanya dua dan sampai tiga. Sisanya gagal atau dimangsa perdetor, seperti ular, tupai dan manusia.

Burung asli Maluku dan Papua

Burung nuri memiliki beberapa spesies, namun yang terkenal adalah nuri pelangi. Maluku memliki beberapa pulau kecil yang didiami oleh nuri pelangi. Beberapa daerah pun menjadi daerah penyebaran spesiesnya di antaranya Sumbawa, Papua Barat, Flores, dan Lombok.

Burung cantik ini dikenal juga dengan nama burung kasturi. Ekornya yang agak bersudut merupakan salah satu ciri khasnya. Selain itu, para kolektor sangat menyukai warnanya yang indah dan cantik. Burung nuri pelangi memiliki sisik-sisik di bagian bawah bulunya. Hal itulah yang membuat warnanya menjadi semakin cantik.

Burung nuri pelangi sangat suka terbang berbarengan dengan kelompoknya. Saat terbang bersama, biasanya mengeluarkan suara yang sangat ramai.

Selain burung nuri pelangi, burung nuri jenis lain yang sangat cantik, yaitu burung nuri merah kepala biru. Ada juga burung nuri merah yang memiliki bulu-bulu berwarna merah, namun kepalanya berwarna hitam.

Yang tidak kalah cantik, yaitu burung nuri berwarna hijau dan kuning. Selain itu, ada juga burung nuri yang memiliki sayap hitam. Bahkan, ada burung nuri yang berwarna hitam.

Terancam punah

Sayangnya, saat ini burung nuri yang terkenal dengan kecantikan dan keindahan warna bulunya itu sudah hampir punah. Hal itu disebabkan oleh habitat tempat tinggalnya yang rusak. Hutan-hutan tempat tinggal burung nuri ditebangi pohon-pohonnya sehingga burung ini kehilangan tempat tinggal.

Selain itu, burung nuri banyak ditangkapi oleh pemburu untuk dijadikan binatang peliharaan. Tentu saja, hal itu dikarenakan banyak sekali yang menyukai burung ini. Pemburu mengambil anakan burung dari sarangnya langsung dan dijual kepada pengepul. Dari pengepul burung ini dikirim ke Jawa dan Sulawesi untuk dijual ke konsumen akhir.

Tentu saja pengambilan burung secara ilegal dan massif berdampak menyusutnya populasi burung di alam liar. Selain itu pengambilan anakan burung, berarti menghilangkan kesempatan bereproduksi pada burung dewasa. Ada generasi yang hilang di ekosistem burung paruh bengkok.

Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dari semua pihak untuk melestarikan keberadaan burung yang cantik ini agar tidak musnah. Burung nuri merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia yang harus dipelihara dan dilestarikan.

Kerabat burung paruh bengkok

Burung yang masuk dalam kategori parrot ternyata ada banyak sekali. Dan habitatnya tersebar di berbagai belahan bumi. Namun yang pasti kebanyak burung paruh bengkok habitatnya di wilayah tropis, seperti Afrika, Asia, Brazil dan Australia.

Sebagian spesies masuk dalam kategori terancam punah, seperti kakak tua raja dari Papua. Berikut ini merupakan burung-burung paruh bengkok kerabat nuri yang banyak dipelihara :

  • Kakak tua Kepala kuning

    Salah satu spesies lokal yang masuk kategori paruh bengkok adalah kakatua kepala kuning atau jambul kuning. Burung ini habitat aslinya ada di Indonesia timur misalnya Sulawesi, Papau Barat, Pulau Halmahera, Ternate dan Australia.

    Kakatua atau nama latinnya Cacatuidae. Burung ini lebih banyak menghabiskan hidupnya di atas pohon-pohon besar yang rindang. Burung kakatua memiliki karaktristik pada kepalanya yang ditumbuhi bulu jambul warna kuning. Sedangkan tubuh lainnya diselimuti warna putih bersih. Ukuran paruhnya besar dan kokoh, bisa menghancurkan biji. Matanya bulat, dan sepasang kakinya berwarna hitam legam.

    Burung jenis ini bisa menirukan suara burung lain, dan bahkan bisa menduplikasi suara manusia dengan jelas. Itu letak daya tarik memelihara kakatua, selain itu burung ini mudah dijinakan, dan dilatih untuk melakukan perintah pemiliknya.

  • Kakatua raja

    Kakatua raja masih kerabat dengan nuri walaupun secara fisik berbeda, tapi keduanya dimasukan dalam family Cacatuidae. Kakatua raja atau nama ilmiahnya probosciger aterrimus merupakan aves asli Papua.

    Burung ini fisiknya relatif lebih besar dari pada jenis kakatua lainnya. Panjangnya bisa mencapai 70 cm dan bobotnya maksimal 5 kg. Postur tubuhnya besar, bulunya berwarna gelap, pada kedua belah pipinya ditumbuhi bulu warna merah. Bentuk jambulnya setengah lingkaran, ditumbuhi bulu abu-abu dan warna hitam gelap. Paruh atas bengkok dan meruncing ke bawah, hingga paruh bawah tertutup rapat. Matanya hitam bulat, kaki-kakinya besar, dengan cakar yang tajam.

    Populasinya terbanyak di Papua, Papua New Ginuine sampai Australia. Burung ini masuk dalam kategori Cites Apendix, beresiko punah. Oleh pemerintah Indonesia, dimasukan dalam hewan yang dilarang dipelihara tanpa izin.

  • Bayan

    Bayan / Eclectus roratus adalah kerabat dekat dari nuri. Bedanya bentuk tubuh bayan lebih besar dari pada nuri. Burung ini hidupnya di hutan Maluku, Papua dan Halmahera. Warna burung jantan dan betina sangat bertolak belakang. Bayan jantan berwarna hijau dengan paruh kuning sedangkan bayan perempuan bulunya didominasi merah tua dan corak biru.

    Populasi terbanyak burung bayan terdapat di Halmahera Utara, menyebar ke timur seperti Papua, Kepulauan Solomon. Sedari dulu burung ini sudah banyak diburu oleh manusia untuk diambil bulunya. Bulu burung bayan dipakai untuk hiasan dan syarat ritual.

    Oleh pemerintah burung bayan masuk dalam daftar burung dilindungi, dan dilarang dipelihara. Hanya orang-orang tertentu yang memelihara bayan, itu pun dipakai untuk menangkar, agar bisa berkembang biak. Anakan ini setelah besar dilepas kembali ke asalnya lagi.

Sebenarnya masih banyak lagi jenis burung paruh bengkok family dari nuri, misalnya ada betet dari Jawa yang populasinya di alam menurun drastis.

Demikianlah sekilas tentang burung nuri, primadona burung peliharaan, tapi nasibnya terancam punah. Mari selamatkan satwa Indonesia.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Makanan Burung Nuri Kepala Hitam
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA