Penanaman Nutrisi Hidroponik
Ilustrasi nutrisi hidroponik
Penanaman tanpa tanah adalah menggunakan sistem hidroponik. Penanaman bisa menggunakan medium, seperti pasir dan kerikil, bisa juga nutrisi. Sistem nutrisi hidroponik umumnya hanya digunakan untuk kepentingan laboratorium, jarang dipergunakan untuk kepentingan komersil atau untuk penanaman secara besar-besaran.
Sistem penanaman dengan nutrisi memang agak sulit. Kesulitan tersebut terjadi akibat akar tanaman hanya tercelup di dalam larutan nutrisi sehingga tanaman tidak memiliki tumpuan untuk berdiri tegak. Oleh karena itu, untuk melakukan tanam secara besar-besaran, dibutuhkan biaya khusus.
Lain halnya dengan penggunaan sistem medium keras, seperti pasir, kerikil, pecahan genting, dan batu bata, yang bisa menjadi tumpuan tanaman karena akar-akarnya dapat menyelinap masuk di antara sel-sel medium. Jadi, untuk penanaman dengan media keras, diusahakan memakai butiran-butiran yang berukuran 1/2cm3 hingga 1cm3.
Penanaman Nutrisi Hidroponik
Untuk menanam dengan cara hidroponik, dibutuhkan petak-petak. Umumnya, menggunakan bak-bak atau tangki-tangki yang kedap air atau tidak mudah bocor, dapat diletakkan di atas tanah, namun dapat pula ditempatkan pada ketinggian. Saat bak-bak tersebut dialiri larutan nutrisi, frekuensi penyiramannya harus disesuaikan benar dengan keadaan cuaca.
Yang harus diperhatikan benar-benar adalah sebagai berikut.
- Intensitas cahaya.
- Suhu udara.
- Konsentrasi larutan nutrisi.
- Besar-kecilnya tumbuhan.
- Faktor-faktor lain.
Jika air siraman terlalu lebih, sebaiknya ditampung lagi ke dalam tangki-tangki. Larutan nutrisi sebaiknya disusun seperti kandungan bahan-bahan yang terdapat di dalam pupuk, misalnya kandungan nitrogen, fosfor, kalium, dan sebagainya. Banyak rumus campuran yang telah terbukti bisa memberikan hasil memuaskan.
Berikut adalah rumusan campuran yang paling sederhana dari nutrisi.
1. Resep Knop
- 1g Ca (NO3)2
- 0,25g MgSO4 7H2O
- 0,25g KH2PO4
- 0,25g KNO3
- Sedikit FeSO4
2. Resep Van der Crone
- 1g KNO3
- 0,5g MgSO4 7H2O
- 0,25g Ca3 (PO4)4
- 0,25g Fe3 (PO4)2
Kedua resep tersebut cocok untuk tumbuhan jenis dikotil. Campuran tersebut dibuat dalam keadaan kering sehingga memudahkan penyimpanannya. Jadi, ketika hendak dipergunakan, baru dibuat larutannya.
Tumbuhan Membesar
Bila tumbuhan sudah mulai besar, konsentrasi larutan harus dinaikkan menjadi 1,5 sampai 2,5 kali. Setiap minggu perlu juga ditambahkan sedikit kristal terusi dan mangan sulfat yang dilarutkan ke dalam air yang telah ditetesi air belerang (setetes dua tetes), larutan ini kemudian dicampurkan ke dalam nutrisi.
Setiap minggu, nutrisi tersebut harus diperiksa kadar kesamannya, nitrogen, fosfor, dan sebagainya. Nutrisi tidak perlu diganti-ganti, namun yang harus diperhatikan adalah penyiramannya dengan air biasa, harus dikondisikan dengan kondisi setempat.
Penanaman dengan nutrisi hidroponik memberikan keuntungan menghemat tenaga dan pemupukan walaupun memang membutuhkan biaya lebih besar. Oleh karena itu, sistem ini cocok digunakan untuk bunga-bungaan dan sayur-sayuran.

