logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Wanita & Kecantikan    Menyusui    Artikel Umum Menyusui    Nutrisi Ibu Nifas

Panduan Nutrisi Ibu Nifas

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Kadang ibu yang baru melahirkan dan menyusui atau saat masa nifas, kebingungan memikirkan makanan apa yang baik untuk dikonsumsi dan yang mana yang harus dihindari. Untungnya, nutrisi ibu nifas ternyata tidak sulit, hanya cukup meneruskan kebiasaan makanan sehat yang dianjurkan ketika masa kehamilan saja.

Sebenarnya, apa yang dimakan oleh sang ibu hanya sedikit sekali yang berpengaruh terhadap sikap bayi. Jika bayi ibu rewel, ini lebih berhubungan dengan perkembangan kemampuan pencernaan juga sistem syarafnya. Hal ini normal terjadi pada bulan-bulan pertama setelah kelahiran. Namun sebagai acuan, kami akan berikan panduan nutrisi ibu nifas untuk menjawab kebingungan para ibu baru.

Diet Ibu Nifas

Banyak wanita yang ingin tubuhnya kembali normal setelah melahirkan. Sehingga melakukan diet keras untuk menurunkan berat badannya yang naik drastis saat kehamilan. Sementara di sisi lain, si kecil membutuhkan Air Susu Ibu (ASI). Kabar buruknya, ibu menyusui harus makan banyak untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Jika nutrisi yang masuk sedikit, hal ini akan berpengaruh pada berkurangnya jumlah ASI.

Oleh karena itu, sebaiknya ibu tetap memenuhi kebutuhan nutrisinya dan tidak melakukan diet, apalagi diet ketat. Kurangi berat badan ibu dengan aktivitas fisik seperti berjalan-jalan dengan bayi, misalnya. Dengan aktivitas fisik ini berat badan ibu akan berkurang 0,5 sampai 1kg setiap minggunya hingga mencapai berat badan normal.

Kabar baiknya, dengan memberikan ASI eksklusif pada bayi, ibu juga dapat mengurangi tumpukan-tumpukan lemak di badan ibu, terutama pada bagian paha, pinggul, dan pantat. Jadi sebetulnya tanpa diet pun berat badan ibu akan normal kembali dengan menyusui.

Cairan

Ibu tidak perlu minum berliter-liter air agar jumlah ASI-nya banyak. Minumlah saat ibu merasa haus atau minum sebanyak 2-3 liter per hari. Ibu bisa minum air putih, jus, atau susu.

Perhatikan air seni ibu. Jika air seni itu berwarna kuning gelap, artinya ibu membutuhkan minum yang lebih banyak. Jika air seninya berwarna jernih artinya kebutuhan cairan ibu sudah cukup.

Vitamin dan Mineral

Pada masa nifas, ibu membutuhkan vitamin dan mineral dalam jumlah besar. Sebaiknya, cukup mengkonsumsi zat besi karena darah ibu banyak terbuang ketika persalinan. Zat besi ini dapat diperoleh dari daging, tiram, hati, sereal, dan buah kering.

Untuk penyerapan zat besi yang baik dari sumber makanan nabati, ibu memerlukan vitamin C yang dapat dikonsumsi secara bersamaan. Sumber vitamin C di antaranya, buah jeruk, kiwi, stroberi, melon, tomat, brokoli, dan kubis.

Kalsium dan fosfor juga penting untuk nutrisi ibu nifas, bisa didapat dari susu dan produk olahannya. Jika tidak menyukai susu, mintalah dokter merekomendasikan suplemen kalsium yang tepat untuk memenuhi kebutuhan ibu.

Selain itu, ibu juga membutuhkan asam folat untuk nutrisinya yang dibutuhkan juga oleh si kecil dalam perkembangan dan pertumbuhannya. Asam folat dapat diperoleh dengan mengkonsumsi banyak sayuran hijau seperti bayam, selada, dan sawi. Bisa didapatkan pula dari susu dan sereal yang mengandung asam folat.

Makanan yang Harus Dihindari

Walaupun makanan yang ibu makan hanya berpengaruh sedikit pada bayi. Namun alangkah baiknya memperhatikan asupan makanan untuk ibu menyusui. Terutama makanan yang sifatnya alergetik dan kolik pada bayi.

Berikut ini adalah makanan yang harus dihindari.

  • Makan dalam jumlah besar, misalnya minum jus 1 liter atau lebih, atau diet dengan banyak makan buah-buahan seperti ceri, melon, stroberi. Hal ini dapat menyebabkan diare dan kolik pada bayi. 
  • Makanan yang banyak mengandung zat aditif, seperti pengawet atau pewarna.
  • Minyak esensial yang dikandung bawang-bawangan yang memiliki aroma yang khas yang akan berpengaruh pada ASI dan mengganggu bayi.
  • Ibu yang memiliki riwayat keluarga yang alergi susu atau telur sebaiknya menghindari makanan ini.
  • Beberapa teh herbal berpengaruh terhadap ibu dan bayi. Sebaiknya, jika Anda mengkonsumsi pun tidak lebih dari tiga cangkir sehari.
Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Menyoal Masalah Menyusui Orang Dewasa dan Bayi
  • Merawat Payudara Wanita Saat menyusui
  • Kapan Seharusnya Ibu Menyusui Anaknya?
  • Bantal Menyusui untuk Kenyamanan Ibu dan Anak
  • Informasi Penting Ibu Menyusui Bayi
  • Resep untuk Diet Ibu Menyusui
  • Posisi Menyusui Menyusui Bayi yang Tepat
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA