Flo Jo, Legenda Olahraga Lari Dunia
Ilustrasi olahraga lari
Olahraga larijarak pendek dunia pernah melahirkan seorang legenda. Dia adalah Florence Griffith Joyner atau yang akrab dipanggil Flo Jo.Jika di Indonesia ada nama Suryo Agung Wibowo yang dapat julukan "manusia tercepat", pemegang rekor lari jarak pendek 100 meter dengan catatan waktu 10,17 detik, maka di tingkat dunia Florence Griffith Joyner lah pemegang rekor dalam cabang olahraga atletik itu.
Ada pepatah terkenal, yaitufrom zero to hero. Pepatah itu boleh jadi merupakan cermin kisah hidup Florence Griffith Joyner. Tadinya ia tidak dikenal sama sekali sebagai seorang atlet lari, bahkan sama sekali tak diperhitungkan. Tiba-tiba saja muncul seperti kilat di kancah olahraga dunia bergengsi, Olimpiade, dengan rekor dunia yang berhasil ia ciptakan.
Semua mata memandang ke arah wanita cantik dengan kemampuan luar biasa itu sambil berdecak kagum.Namun, Florence Griffith Joyner kembali membuat semua mata penggemarolahraga larimenatap ke arahnya pdda 21 September 1988. Bukan karena aksi kilatnya saat berlari, tapi lantaran secara tragis ia meninggal dunia karena serangan jantung.
Awal Perkenalan dengan Olahraga lari
Sang legenda dunia atletik itu lahir di daerah selatan Los Angeles, Amerika Serikat, pada tanggal 21 Desember 1959. Ia bernama asli Delorez Florence Griffith. Flo Jo berasal dari keluarga miskin dengan anak-anak yang banyak. Ia sendiri merupakan anak ke tujuh dari sebelas bersaudara. Keluarga mereka hidup di daerah Watts, Los Angeles, Amerika Serikat.
Setelah remaja, kehidupan belum memberikan titik terang bagi Flo Jo untuk menapaki masa depan yang cerah. Ia pun lantas bertekat untuk menyelesaikan kuliahnya di Cal State Northridge, sebuah universitas yang jaraknya berjam-jam dari tempat tinggalnya. Saat itu, Flo Jo sama sekali belum mengenalolahraga lariyang akan membesarkan namanya.
Ia bekerja apa saja untuk membiayai kuliahnya tersebut. Flo Jo pernah jadi penulis buku anak, penyair, karena wajahnya cantik ia juga pernah menjadi model, bahkan perancang busana spesialisasi kostum olahraga. Flo Jo melakukan apa saja untuk hidupnya. Kecerdasan dan kekuatan fisiknya benar-benar diuji saat remaja. Ia sebenarnya juga menggemari olahraga, namun belum secara khusus fokus ke dunia atletik di cabang lari.
Florence Griffith Joyner lantas bekerja sebagai pegawai bank, selepas dari kuliah yang ia tekuni dengan segala kerja keras itu. Di perusahaan tempat ia bekerja itu lah, bakat Flo Jo mulai terasah, dan ia mulai terjun secara aktif di bidang olahraga lari.
Karir Flo Jo di Olahraga Lari
Flo Jo memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya di bank pada tahun 1986. Namun ternyata, perusahaan tempat ia bekerja masih yakin bahwa wanita yang memelihara kukunya hingga panjang dan berjuntai ini, punya potensi amat besar di bidang atletik.Maka perusahaan tersebut masih saja mendorong Flo Jo untuk berlatih walau ia sudah tak lagi bekerja di bank tersebut.
Rupanya Flo Jo berhasil membuktikan bahwa keyakinan tersebut benar adanya. Ia seperti memang terlahir untuk menjadi bintang di lapangan atletik, dan bukan lah sekadar wanita yang bisa duduk di belakang meja saja.
Flo Jo mulai berlatih serius di bidangolahraga lari, dan mengambil spesialisasi lari jarak pendek. Di bawah bimbingan Bob Kersee dan istrinya Jackie Joyner-Kersee, pelatih sekaligus juga atlet olahraga lari yang menguatkan semangat wanita cantik itu, nama Flo Jo mulai melejit.
Pelari itu sontak menjadi bintang di arena Olimpiade tahun 1988 di Indianapolis, Amerika Serikat. Ia yang semula sama sekali tak diperhitungkan, dalam sekejap mata menjadi bahan berita di semua surat kabar. Sosok cantiknya bahkan banyak menjadi cover majalah. Benar-benar fromzero to hero.
Ada hal unik tentang kuku panjang yang dimiliki Flo Jo. Konon, Flo Jo tak diizinkan turun dalam nomor 400 meter estafet, sebab kuku panjangnya itu dikhawatirkan merintangi pertukaran tongkat antar pemain.Lalu di Olimpiade Seoul 1992, Flo Jo kembali menorehkan prestasi berupa pemecahan rekor di cabang olahraga lari 200 meter, dengan waktu 21,34 detik.
Wanita yang memiliki otot tubuh sangat mengagumkan ini pun tercatat sebagai wanita tercepat di dunia dengan belum patahnya rekor olahraga lari jarak pendek yang ia ciptakan. Kecurigaan orang muncul, karena secara tiba-tiba saja seorang yang belum punya nama besar di bidang atletik seperti Flo Jo, mampu jadi juara, bahkan membuat rekor baru yang sangat sulit ditumbangkan.
Tahun 1987, Flo Jo menikah dengan adik dari pelatihnya, Al-Joyner, yang juga seorang atlet kelas dunia di cabang olahraga lompat tinggi. Dari situlah asal nama Joyner yang melekat di belakang namanya.
Pada tahun 1988, Florence Griffith Joyner berhasil lolos seleksi untuk turut menjadi peserta dalam even olahraga tingkat dunia, Olimpiade yang saat itu dilangsungkan di Indianapolis. Even olahraga yang dilangsungkan setiap 4 tahun sekali ini adalah even besar pertama yang ia ikuti.
Sungguh luar biasa, Flo Jo mampu menjuarai nomor lari sprint atau lari 100 meter, bahkan memecahkan rekor di nomor olahraga lari bergengsi itu dan mencatat rekor baru atas namanya dengan 10, 49 detik.
Rekornya ini tak terpecahkan selama 20 tahun. Semua mata langsung terarah ke wanita yang selalu berdandan dengan make up lengkap, busana olahraga trendi, dan tak lupa kuku jarinya yang panjang-panjang itu.
Isu penggunaan doping deras menerpa dirinya. Kecurigaan dilontarkan pada pelari cantik itu tentang penggunaan obat-obatan terlarang yang mungkin ia lakukan.
Namun Flo Jo berhasil mematahkan kecurigaan tersebut dengan melewati rangkaian tes yang diberikan padanya. Sebanyak sebelas tes narkoba pada tahun 1988 ia lewati dan selalu membantah dia telah melakukan sesuatu yang tidak etis dalam bidang olahraga lari.
Karir puncak Flo Jo adalah di arena olimpiade tersebut.Namun secara tiba-tiba saja, seperti saat kemunculannya di arena olahraga lari yang juga secara tiba-tiba, Flo Jo memutuskan untuk berhenti dan pensiun dari dunia lari yang telah membesarkan namanya hanya beberapa bulan setelah ia menorehkan rekor dunia di Olimpiade Seoul.Ia berencana menekuni dunia fashion dan kecantikan yang ia sukai dengan modal uang yang ia peroleh dari dunia olahraga.
Suatu pagi, di tahun 1998, tepatnya 21 September, Flo Jo yang saat itu telah berusia 38 secara mengejutkan ditemukan meninggal dunia saat sedang tidur. Dokter memperkirakan penyebab kematian sang legenda dalam cabang itu adalah sebab gagal jantung.
Flo meninggalkan seorang anak perempuan dari pernikahannya dengan Al Joyner, serta juga rekor dunia yang bahkan hingga kematiannya belum juga terpecahkan.
Dalam perjalanan karirnya sangat singkat namun luar biasa di bidang olahraga lari jarak pendek, Flo Jo telah mampu menjadi legenda. Kematiannya yang tiba-tiba dalam kondisi tubuh sehat sempat menimbulkan kecurigaan bahwa Flo Jo sebelumnya pernah memakai steroid. Namun otopsi membuktikan bahwa ia sepenuhnya bersih. Kematian Flo Jo

