Olahraga untuk Ibu Hamil

Olahraga sangat bermanfaat bagi tubuh dan jiwa. Olah raga mampu mengubah mood manusia. Bagaimana dengan ibu hamil? Olahraga untuk ibu hamil tentunya yang tidak boleh mengganggu kehamilan itu sendiri.
Untuk wanita yang pernah mengalami keguguran, sebaiknya tidak melakukan olah raga hingga kehamilan sudah kuat, sekitar trimester kedua. Bila perlu, konsultasikan olahraga apa yang sebaiknya dilakukan.
Ringan dan Tak Menyusahkan
Keadaan tubuh ibu hamil berbeda dengan keadaan tubuh wanita yang tidak hamil. Bagi ibu hamil, mulailah berolah raga dari bangun tidur. Ketika masih di tempat tidur, lakukanlah peregangan.
Angkat kedua kaki ke atas bergiliran lalu angkat bersamaan sebanyak 8 kali hitungan. Buatlah 2-3 set. Lalu, miringkan tubuh ke kanan dan angkat kaki ke atas dan ke bawah sebanyak 8 kali hitungan juga. Lakukan hal serupa pada kaki kiri dengan cara miringkan tubuh ke kiri.
Setelah itu, lakukan gerakan untuk tangan dengan cara duduk perlahan. Gerakkan tangan ke kanan dan ke kiri secara bergantian. Bila tubuh terasa sudah agak ringan, baru minum air putih hangat dan mengambil cemilan yang mengandung karbohidrat seperti biskuit atau roti marie yang mengandung susu. Kalau sudah, istirahatlah sejenak sebelum melakukan kegiatan rumah tangga seperti memasak dan membersihkan halaman rumah.
Jalan Kaki
Lakukan jalan kaki secara teratur. Akan lebih membahagiakan bila ditemani oleh orang tercinta seperti suami atau ayah atau ibu atau anak-anak. Jalan kaki santai ini akan menguatkan jantung ibu dan bayi. Ajaklah janin berdialog bahwa saat ini ‘dia’ sedang jalan-jalan sambil melihat pemandangan yang indah.
Gunakan sepatu atau alas kaki yang nyaman agar tidak melukai kaki. Kalaupun ada fasilitas batu-batu bersusun yang khusus untuk batu pijat refleksi, laluilah batu-batu tersebut, tapi jangan sampai kaki terasa sakit.
Renang
Renang sangat baik untuk ibu hamil karena massa air dapat menahan tubuh ibu hamil sehingga ibu tidak merasa terlalu berat sangat melakukan berbagai gerakan di dalam air. Tapi ada hal yang harus diperhatikan, yaitu, kualitas air.
Air kolam yang terlalu banyak mengandung kaporit atau air kolam yang kotor tentunya dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Bisa saja ibu terkena diare atau kulit ibu menjadi kering dan bersisik.
Kalau hanya kulit yang kering dan bersisik, ibu bisa menggunakan minyak zaitun dengan cara mengoleskan minyak zaitun ke bagian kulit yang kering dan bersisik. Tapi kalau ibu sampai diare, ibu harus berhati-hati dalam mengkomsumsi obat. Minum teh hijau kental atau makan pempek sagu bisa meringankan kondisi diare yang terjadi pada ibu hamil.
Bersepeda Statis
Kalau ibu hamil senang bersepeda, itu sangat baik. Asalkan melakukannya dengan sangat berhati-hati jangan sampai jatuh. Sebaiknya memang menggunakan sepeda statis. Manfaat yang didapatkan sama dengan bersepeda biasa, tapi jauh lebih aman karena ibu tidak harus keluar rumah.
Senam Pagi Indonesia dan Taichi
Gerakan senam pagi Indonesia yang dinamis tapi lembut bisa juga dilakukan oleh ibu hamil. Iringan musik bisa membuat gerakan senam terasa lebih menyenangkan.
Bila ibu hamil tahu atau mempunyai teman berlatih taichi, gerakan taichi yang lembut dengan teknik pernapasan juga sangat baik untuk ibu hamil. Selain untuk memperkuat tulang paha dan pinggul, taichi akan membuat daya dorong ibu ketika akan melahirkan lebih kuat.






