logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Otomotif    Motor    Oli dan Jenisnya

Oli, Komponen Penting untuk Mesin


Ilustrasi oli

Segala jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat membutuhkan bahan bakar agar bisa beroperasi. Namun, bukan bahan bakar saja yang penting bagi kendaraan. Satu elemen penting lainnya yang tidak bisa dilupakan dalam keberlangsungan operasional kendaraan adalah minyak pelumas atau oli. Minyak pelumas atau oli ini dipakai untuk menunjang kinerja mesin.

Minyak pelumas mesin atau oli mesin memiliki banyak jenisnya. Penggunaan minyak pelumas mesin atau oli mesin bergantung pada mesin. Pada dasarnya, oli atau pelumas mesin berfungsi untuk menambah atau menjaga usia pakai dari mesin.

Secara umum, oli atau pelumas mesin dapat diartikan sebagai zat yang berada di antara komponen-komponen yang terus bergerak agar mengurangi gesekan yang terjadi anta komponen yang ada di dalam mesin. Oli atau pelumas mesin termasuk komponen penting dalam sistem pelumasan.

Pada dasarnya, semua jenis oli memiliki fungsi yang sama, yaitu menjaga agar mesin tetap awet dan bebas gangguan. Selain itu, oli pun berfungsi sebagai pendingin dan penyekat mesin. Pelumas atau oli tersusun atas lapisan-lapisan halus yang berfungsi untuk mencegah gesekan antar logam yang ada di dalam mesin seminimal mungkin.

Selain itu, untuk keperluan tertentu, pelumas atau oli diharuskan memiliki fungsi-fungsi tambahan. Contohnya, oli untuk mesin diesel tentunya berbeda dengan oli mesin yang berbahan bakar bensin.

Jenis Oli

Oli atau pelumas memiliki dua jenis, yaitu oli mineral dan oli sintetis. Berikut ini penjelasan mengenai kedua jenis tersebut.

1. Oli mineral

Salah satu jenis oli adalah oli menieral. Oli jenis ini terbuat dari basae oil atau oli dasar. Base oil atau oli dasar ini diambil dari minyak bumi yang sudah diolah dan disempurnakan dengan melakukan pencampuran. Pencampuran itu dilakukan dengan zat yang berfungsi untuk meningkatkan fungsi dan kemampuannya.

Para pakar mesin menjelaskan bahwa jika telah terbiasa memakai oli mineral selama bertahun-tahun dan ingin menggantinya dengan oli sintetis, jangan langsung menggantinya dengan oli sintetis. Hal ini dikarenakan umumnya oli sintetis bisa mengikis sisa-sisa yang ditinggalkan oli meniral. Hal ini mengakibatkan siss-sisa dari oli mineral itu teangkat dan akan mengalir ke celah mesin sehingga dapat memnggangu kinerja mesin.

2. Oli Sintetis

Selain jenis oli mineral, oli pun ada yang berjenis sintetis. Umumnya, jenis oli sintetis terdiri atas Polyalphaolifins. Zat ini kemudian dicampur dengan oli mineral. Hal inilah yang mengakibatkan oli sintetis dapat dicampur dengan oli mineral ataupun sebaliknya.

Perlu diketahui bahwa oli jenis sintetis ini tidak mengandung zat karbon reaktif. Karbon reaktif merupakan senyawa yang tidak bagus untuk oli. Hal ini dikarenakan senyawa tersebut cenderung bersifat mengikat oksigen sehingga menghasilkan asam (acid). Pada dasarnya, oli sintesis dirancang agar menghasilkan kinerja yang efektif dan maksimal dibandingkan dengan oli mineral.

3. Pelumas Nabati

Pelumas nabati merupakan jenis pelumas yang tebuat dari lemak binatang atau tumbuh-tumbuhan. Pelumas jenis ini memiliki sifat penting, yaitu bebas sulfur atau belerang. Namun, jenis oli atau pelumas nabati ini tidak tahan terhadap suhu tinggi. Jadi, untuk mendapatkan kinerja yang baik dari jenis oli ini harus dicampurkan dengan pelumas yang berasal dari bahan jenis minyak mineral.

Karakter Oli

Oli sebagai bagian dari sistem pelumasan memiliki karakter. Berikut ini karakter oli.

1. Kekentalan Oli

Oli sebagai salah satu komponen dalam sistem pelumasan. Oleh karena itu, oli memiliki kekentalan atau viskositas. Kekentalan oli merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan. Mengapa? Karena kekentalan oli berkaitan dengan ketebalan oli atau seberapa besar kemampuannya untuk mengalir di dalam mesin. Selain itu, kekentalan oli pun berkaitan dengan fungsi oli sebagai zat yang melindungi benturan antara komponen penyusun mesin.

Pelumas atau oli akan mengalir ketika suhu mesin dalam batas ambient. Hal ini bertujuan agar oli atau pelumas dapat mengalir secara cukup supaya komponen-komponen yang bergerak di dalam mesin terjamin pasokan olinya. Dapat diaktakan bahwa semakin kental oli, lapisan yang ditimbulkan akan semakin kental
Lapisan halus pada oli yang memiliki kekentalan yang bagus akan memberikan layanan ekstra untuk menyapu atau membersihkan permukaan logam yang terlunasi.

Sebaliknya, oli yang terlalu kental akan menghasilkan resistensi berlebihan sehingga mengalirkan oli pada temperatur yang rendah. Hal ini bisa mengakibatkan terganggunya jalannya oli ke komponen mesin yang dibutuhkan. Jadi, dapat dikatakan bahwa oli atau pelumas mesin harus memiliki kekentalan yang tepat saat mesin di operasikan, baik ketika mesin bersuhu tinggi maupun saat mesin bersuhu rendah.

2. Indeks Kekentalan

Tinggi rendah indeks kekentalan oli menunjukan tingkat kekentalan oli terhadap perubahan temperatur. Dapat dikatakan bahwa semakin tinggi angka indeks oli atau pelumas, maka semakin kecil perubahan kekentalan oli jika tejadi penaikan atau penurunan suhu. Indeks kekentalan ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

  • HVI atau High Vicosity Index dengan indeks di atas 80
  • MVI atau Medium Viscosity index dengan indeks antara 40 hingga 80
  • LVI atau Low Viscosity Index dengan indeks di bawah 40

3. Flash Point

Flash point atau titik nyala merupakan suhu terendah saat pelumas atau oli menyala. Cara pengukuran flash point ini menggunakan alat-alat standar, tapi metodenya berbeda bergantung pada produk yang diukur dari flash point-nya.

4. Pour Point

Pour poin merupakan suhu terendah ketika oli tidak dapat mengali dan selanjutnya membeku. Karakteristik pour point ini sangat perlu diketahui bahwa oli atau pelumas yang penggunaannya mencapai suhu yang dingi atau beroperasi di lingkungan udara yang dingin.

5. Total Base Number (TBN)

Karakter total base number menunjukkan tinggi rendahnya ketahanan oli terhadap pengaruh pengasaman. Biasanya, indeks TBN dilakukan minyak pelumas yang baru atau fresh oil. Setelah pelumas dipakai dalan jangka waktu tertentu, nilai TBN akan mengalami penurunan. Untuk mesin dengan bahan bakar bensin dan diesel, penurunan TBN tidak boleh kurang dari satu. Jadi, lebih bai diganti dengan pelumas atau oli baru. Hal ini dikarenakan kualitas minyak pelumas yang mengalami penurunan TBN sudah tidak layak pakai lagi.

6. Carbon Residue

Salah satu karakter dari oli adalah carbon residue. Karakter ini merupakan indeks karbon yang mengendap jika pelumas atau oli diuaokan pada suatu tes tertentu.

Kualitas Oli

Setiap produk memiliki kualitas yang ditentukan standarnya. Begitupun dengan oli atau pelumas. Kualitas  oli atau pelumas disimbolkan dengan API atau American Petroleum Institute. API terdiri atas dua, yaitu S dan C. S atau service diartikan sebagai Spark plug ignition (memakai busi). Tipe S ini digunakan untuk jenis mobil MPV atau jenis mobil pick up yang berbahan bakar bensin. Sementara itu, C atau Commercial digunakan untuk truk heavy duty dan kendaraan bermesin diesel. Contoh dari kategori C antara lain CF, CF-2, dan CG-4.

Jika menggunakan mesin diesel, oli yang digunakan harus tepat karena karakter mesin diesel berbeda dengan karakter mesin bensin. Karakter mesin diesel banyak menghasilkan sisa pembakaran yang tinggi. Jadi, kategori oli jenis C membutuhkan zat tambahan berupa aditif dispersant dan detergen yang berfungsi menjaga mesin agar tetap bersih.

Manfaat Oli

Pada penjelasan di awal artikel, telah dijelaskan fungsi dan  manfaat oli secara singkat. Berikut ini fungsi dan manfaat dari oli sebagai komponen yang penting bagi mesin.

  • Berfungsi mengurangi gesekan dan mencegah keausan. Hal ini dilakukan dengan cara membentuk lapisan tipis unntuk mencegah gesekan antar logam yang ada di dalam mesin.
  • Oli berfungsi sebagai media penndingin mesin. Hal ini dilakukan dengan cara menyerap panas dari bagian-bagian yang mendapatkan pelumasan.
  • Oli berfungsi sebagai bahan pembersih. Caranya dengan mengeluarkan kotoran pada bagian mesin.
  • Oli atau pelumas berfungsi mencegah karat pada bagian mesin.

Itulah penjelasan mengenai minyak pelumas mesin atau oli mesin. Jadi, peran oli sebagai pelumas mesin tidak dapat dianaktirikan karena oli termasuk komponen terpenting untuk mendukung kinerja mesin.

Tolong di SHARE :
Share
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA