Olimpiade Pendidikan
Pendidikan sangat penting dan wajib hukumnya bagi semua orang. Pembangunan bangsa dan kesejahteraan hidup ditentukan oleh faktor pendidikan. Agar anak-anak berbakat dapat menunjukkan potensi emas yang mereka miliki, diadakannya olimpiade pendidikan akan sangat baik baik mereka.
Olimpiade pendidikan adalah sarana bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam bidang akademis. Dengan mengikuti olimpiade tersebut, pastinya anak-anak akan merasa bangga akan prestasi dan kemampuan diri sendiri, begitu juga keluarga, dan tentunya sekolah.
Olimpiade Pendidikan Se-Jawa Barat
Biasanya olimpiade ini diadakan oleh wilayah-wilayah dalam sebuah negara, seperti halnya di Indonesia. Salah satu olimpiade yang dilaksanakan adalah di Jawa Barat, yang meliputi semua sekolah se-Jawa Barat.
Tentunya tidak sembarang anak yang bisa mengikuti olimpiade, mereka yang pintar dan berprestasi adalah yang berhak mengikuti. Jadi, untuk anak-anak yang prestasi akademisnya biasa saja tidak bisa mengikuti olimpiade ini.
Olimpiade ini meliputi segala bidang pendidikan dan pelajaran di sekolah. Nantinya mereka satu sama lain harus saling bersaing mendapatkan poin yang banyak. Semakin banyak jawaban benar berarti kesempatan menjadi juara semakin terbuka lebar. Untuk olimpiade se-Jawa Barat 2012 telah diselenggarakan di Universitas Siliwangi Tasikmalaya.
Beberapa materi yang diolimpiadekan antara lain, debat bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan paduan suara.
Ketentuan-Ketentuan dalam Olimpiade
Pada setiap olimpiade yang diselenggarakan ada banyak ketentuan yang harus dilalui oleh para peserta agar bisa mengikuti pertandingan. Semua ketentuan itu menjadi tolak ukur bagi keberhasilan peserta dalam menyelesaikan semua permasalahan pada olimpiade.
Sebelum memulai pertandingan para siswa harus datang tepat waktu, kemudian mendaftar sebagai peserta sambil mambawa nomor peserta. Jumlah maksimal tim yang bisa dibawa oleh masing-masing sekolah adalah 3 tim saja. Jika ada peserta yang terlambat mengikuti maka akan didiskualifikasi.
Ketentuan atau Teknis Olimpiade Debat Bahasa Indonesia
Inilah ketentuan-ketentuan dalam mengikuti pertandingan debat bahasa Indonesia:
- Ada 2 tim yang melakukan debat, kedua tim tersebut saling bertolak belakang alias pihak pro dan pihak kontra. Pihak pro berarti yang mendukung dan kontra yang menolak.
- Setiap timnya terdiri atas 3 pembicara, awalnya mereka berbicara dengan kata-kata yang pro dan akhirnya dengan kata-kata yang kontra.
- Saat melakukan debat, ada 2 sesi yang harus dilalui, sesi 1 adalah sesi debat parlementer dan sesi 2 debat rapidfire (kusir). Apakah debat parlementer dan rapidfire tersebut? Debat parlementer diawali dengan peserta pertama dalam tim pro dan tim kontra. Begitu seterusnya hingga pembicara ketiga tim pro dan kontra. Masing-masing pembicara memiliki waktu berbicara selama 2 – 2,20 menit. Jika ada peserta berbicara di bawah dan di atas waktu 2 menit, maka akan memengaruhi penilaian juri. Pembicara lainnya yang sedang tidak berbicara bisa menyampaikan interupsi sesuai dengan yang ada di pikiran mereka selama 15 detik dari menit pertama sampai kedua.
- Dalam debat parlementer terdapat beberapa “cara main” dari setiap peserta. Setiap pembicara memiliki tugasnya masing-masing.
Pembicara pertama dalam tim pro menjelaskan background yang sedang terjadi, definisi mosi, memjelaskan tim, kemudian argumen. Dari tim kontra memberikan sanggahan atas pernyataan pembicara pertama dari tim pro, kemudian menjelaskan tujuan tim serta argumen.Setelah pembicara pertama dari masing-masing tim selesai, pembicara kedua dari tim pro dan kontra mulai melakukan perdebatan.
Pembicara kedua dari tim pro menjelaskan atas sanggahan yang telah dilakukan oleh tim kontra, efek jangka panjang mosi, argumen, dan sudut pandang “aktor” yang berperan dalam mosi.Setelah itu, pembicara ketiga pun memulai gilirannya. Tugas pembicara ketiga dari tim pro adalah menjelaskan sanggahan atas argumen dari pembicara kedua tim kontra, begitu juga sebaliknya untuk pembicara terakhir dari tim kontra.
Semua pembicara harus memiliki argumen yang berbeda, akan berdampak pada penilaian jika argumen dari tiap pembicara tim sama. Saat melakukan debat ada tim keeper yang memberikan sinyal kepada pembicara mengenai waktu giliran berargumen. Jika tim keeper ini mengetuk sebanyak satu kali berarti pembicara sudah berbicara selama dua menit. Pada menit terakhirnya keeper akan mengetuk sebanyak 2 kali dan mengharapkan pembicara segera menyelesaikan pembicaraan mereka. Jika pembicara masih berbicara hingga batas waktu 2,20 menit, keeper akan mengetuk secara non stop.
Tadi adalah sesi debat parlementer, sementara debat rapidfire memiliki ketentuan lainnya, antara lain:
- Peserta diberikan waktu selama 6 menit untuk berdebat, sementara pembicara diberi waktu 30 detik dan tidak bisa interupsi. Pembicara dari tim pro adalah yang pertama memulai.
- Jika salah satu tim pro atau kontra tidak memiliki sanggahan, maka tim yang berbicara diberikan pertambahan waktu 30 detik sebelum waktu berdebat habis.
- Jika ada waktu 15 detik dan tidak ada yang berbicara lagi, berarti sesi debat dinyatakan telah selesai.
Setelah sesi debat selesai, tibalah saatnya untuk sesi kesimpulan. Kesimpulan tersebut tentunya dibuat oleh anggota tim namun dengan diwakili satu orang saja, namun tidak boleh oleh pembicara ketiga. Pembicara yang maju tersebut diberikan waktu selama 1 sampai 1,20 menit, mereka harus meringkas apa yang telah dibicarakan tadi saat berdebat dengan tim lawan.
Under time dan over time juga akan berpengaruh terhadap penilaian, untuk menentukan pemenang, olimpiade pendidikan ini menggunakan sistem gugur. Saat mengemukanan kesimpulan mereka dihadapan para juri, peserta tidak diijinkan untuk melakukan hal-hal seperti, memukul-mukul meja, emosi, memprovokasi lawan, dan perbuatan buruk lainnya. jika ada peserta yang melakukan hal demikian, akan segera dinyatakan gugur. Semua hasil dari keputusan juri sifatnya mutlak (tidak dapat berubah).
Ada beberapa kriteria penilaian yang dipilih oleh juri terhadap para peserta, antara lain argumen yang dibawakan oleh setiap peserta, kelakuan para pembicara (tata bicara yang baik dan kesopanan), serta cara menyampaikan argumen tiap pembicara.
Ketentuan atau Teknis Olimpiade Ilmu Pengetahuan Sosial
Materi untuk dipertandingkan selanjutnya adalah tentang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Sama seperti materi lain, bidang dalam olimpiade pendidikan ini memiliki ketentuan alias teknis.
Setiap peserta diberikan 100 soal, 25 soal tentang ekonomi akuntansi, 25 soal sosiologi, 25 soal sejarah, dan 25 soal geografi. Sama seperti saat ujian sekolah, peserta diwajibkan untuk mengerjakan pada lembar kerja menggunakan pensil 2B. Waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal adalah 100 menit.
Sebenarnya peraturannya sama dengan ujian sekolah pada umumnya, seperti memilih soal pilihan ganda yang terdiri dari A-E, menjawab soal dengan melingkari lembar jawaban. Apabila ada peserta yang membulatkan lembar jawaban lebih dari satu maka jawaban dinyatakan salah.
Jika jawaban benar, peserta akan diberikan nilai 4, sementara yang salah minus 1 dan tidak diisi nilainya 0. Apabila soal adalah tentang perhitungan, peserta diperbolehkan untuk menjadikan lembar soal menjadi tempat coretan. Soal tidak ada ralat sama sekali, semua soal harus dikerjakan dengan baik oleh para peserta. Jika para peserta telah menyelesaikan semua soal, lembar jawaban mereka disimpan di atas meja dengan posisi terbalik kemudian angkat tangan untuk memberitahukan kepada panitia bahwa Anda telah menyelesaikan soal. Kemudian Anda diperbolehkan untuk meninggalkan ruangan.
Pemenang akan diambil dari ranking 10 besar, yaitu dari 10 nilai paling tinggi. Semua juara diberikan medali, serta untuk yang ranking 1-3 diberikan juga piala dan uang pembinaan. Bagaimana jika ada nilai yang sama? Maka pemenang ditentukan dengan lamanya waktu pengerjaan soal, siapa yang paling cepat dia yang menang.
Demikianlah beberapa bidang perlombaan dan mekanisme dari olimpiade pendidikan. Ayo, jadilah anak yang berprestasi agar bisa membanggakan dirimu, orang tua, dan semua orang. Tunjukkan prestasi terbaikmu.

