Lebih Dekat dengan Open Source
Open source atau sumber terbuka merupakan sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu/lembaga pusat. Sistem ini dikelola oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan source code (kode sumber) yang tersedia dan tersebar bebas (biasanya memakai fasilitas komunikasi internet).
Pola pengembangannya mengambil model ala bazaar sehingga pola Open Source ini mempunyai ciri bagi komunitasnya, yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya 'memberi'. Artinya, saat komunitas tertentu memakai sebuah program Open Source dan sudah menerima sebuah manfaat, kemudian akan termotivasi untuk memunculkan sebuah pertanyaan: apa yang dapat pengguna berikan kembali kepada orang banyak?
Open source merupakan sebuah istilah untuk software yang kode programnya disediakan oleh pengembangnya untuk kalangan umum. Tujuannya adalah agar cara kerjanya dapat dipelajari, diubah, dikembangkan lebih lanjut, dan disebarluaskan. Jika si pembuat program melarang orang untuk mengugah dan menyebarkan program buatannya, program ini bukanlah open source.
Open source adalah salah satu syarat free software. Free software sudah pasti open source software, tetapi open source software belum tentu free software. Linux adalah contoh dari free software, sedangkan freeBSD adalah contoh open source software.
Linux yang berlisensi free software tidak bisa diubah menjadi berlisensi tidak free software. Namun, FreeBSD dengan lisensi open source software dapat diubah menjadi tidak open source. FreeBSD (open source) adalah salah satu dasar untuk membuat Mac OSX (tidak open source).
Sejarah
Pada 1994, server-server di ITB mulai menggunakan FreeBSD sebagai sistem operasinya karena tangguh untuk keamanan jaringan maupun server. Pada akhirnya, para administrator jaringan di Computer Network Research Group (CNRG) ITB lebih suka laptop Mac dengan sistem operasi Mac OS X yang berbasis BSD daripada sistem operasi lainnya.
Istilah open source dipopulerkan pada 1998. Tapi, sejarahnya sendiri dimulai sejak kultur hacker berkembang di Amerika pada 1960-an dan 1970-an. Software ini tumbuh dari suatu komunitas pemrogram dan setiap orang di dalamnya mampu memodifikasi program yang dibuat orang lain sesuai dengan kepentingannya. Hasil modifikasi ini disebarkan ke komunitas tersebut.
Pola Open Source muncul karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir, dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan serta produk yang cocok. Saat dilepas ke publik, kebebasan menjadi pertimbangan utama.
Kebebasan ini lahir dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab. Komintas-komunitas yang lain memperoleh kebebasan untuk belajar, merevisi ulang, mengutak-atik, membenarkan, dan menyalahkan.
Konsep
Konsep open source pada intinya adalah membuka “kode sumber” dari sebuah perangkat lunak. Pada awalnya, konsep ini terasa aneh karena kode sumber termasuk kunci dari sebuah perangkat lunak. Dengan diketahuinya logika yang ada di kode sumber, orang lain seharusnya dapat membuat perangkat lunak yang fungsinya sama.
Open Source Software
Perangkat lunak sumber terbuka (open source software) merupakan jenis perangkat lunak yang kode sumbernya terbuka untuk dipelajari, diubah, ditingkatkan, dan disebarluaskan. Pengembangannya dilakukan oleh suatu perkumpulan terbuka dengan tujuan mengembangkan perangkat lunak tersebut.
Para anggota perkumpulan ini bersifat sukarela, tetapi ada juga pegawai perusahaan yang dibayar untuk membantu pengembangan ini. Produk perangkat lunak yang dihasilkan bersifat bebas dengan tetap menganut etika dan kaidah tertentu.






