Orang Kanekes

Orang Kanekes, atau yang lebih dikenal sebagai masyarakat Baduy adalah kelompok adat Sunda yang mendiami wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Nama "Baduy" diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut, berasal dari nama panggilan dari para peneliti Belanda yang menyamakan mereka dengan Suku Badawi atau Bedouin Arab yang hidup nomaden (berpindah-pindah).
Orang Baduy adalah kelompok masyarakat yang sangat taat pada adat. Dengan panduan adat tersebut mereka mengamalkan cara hidup yang melestarikan alam dan lingkungan sekitar. Mereka hidup dengan mengikuti “pikukuh” (kepatuhan) yang disebut konsep “tanpa perubahan apapun”, atau perubahan sesedikit mungkin. Interpretasi kepatuhan tersebut sangat jelas dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Salah satu contoh pikukuh dalam bidang pertanian adalah tidak mengubah kontur lahan bagi ladang, sehingga cara bercocok tanamnya sangat sederhana. Orang Kanekes tidak mengolah lahan dengan bajak, tidak bertani di sawah, atau membuat terasering, melainkan hanya menanam dengan sepotong bambu yang diruncingkan. Mereka juga tidak diperbolehkan memakai pupuk.
Di zaman modern ini, Orang Kanekes masih teguh memegang larangan-larangan untuk menggunakan alat transportasi, memakai parfum atau bunga, berternak dan menanam padi di sawah, dan menerima uang, emas, atau perak. Masalah kekerasan juga dibahas dengan jelas pikukuh mereka.






