Berbagai Kegiatan disaat Padangmbulan
Ketika penanggalan bulan Jawa menunjuk tanggal lima belas, maka pada saat itulah bulan berada pada kondisi penuh. Bulan bundar tanpa kehilangan bagiannya.
Seluruh bagian bulan menerima sinar matahari dan langsung memantulkan cahaya ke permukaan bumi. Pada saat itulah kita mengatakan sebagai padangmbulan atau terang bulan.
Kesempatan Berkumpul
Dalam pola kehidupan Jawa, khususnya tata pergaulan antar personal, pada padangmbulan merupakan saat dimana berbagai kegiatan sosial dan budaya diselenggarakan.
Saat padangmbulan seringkali dijadikan sebagai ajang untuk menampilkan berbagai kegiatan sosial dan budaya. Kegiatan ini merupakan langkah konkrit untuk mewujudkan eksistensi budaya dalam tata pergaulan masyarakat.
Padangmbulan memang satu kesempatan terbaik bagi komunitas atau masyarakat agar dapat menunjukkan eksistensinya sehingga mendapatkan pengakuan, setidaknya masyarakat mengetahui keberadaannya.
Ajang Menampilkan Kesenian
Saat padangmbulan suasana begitu cerah sebab alam terang benderang, maka pada saat tersebut memungkinkan masyarakat melaksanakan kegiatan bersama-sama.
Dalam pelaksanaan kegiatan bersama-sama itulah tercipta sebuah kondisi yang kondusif untuk bersosialisasi. Masing-masing generasi dapat berkomunikasi dan berinteraksi untuk mengeksplorasi kemampuan.
Kesenian juga merupakan jembatan paling mudah untuk menghubungkan antar generasi dalam sebuah masyarakat. Bahkan, tidak hanya antar generasi, tetapi yang lebh penting adalah antar lapisan masyarakat. Dengan berkesenian, maka tercipta komunikasi aktif dalam segala hal, termasuk kesenian dan budaya.
Padangmbulan memang selalu dijadikan sebagai saat yang tepat untuk mengksplorasi kemampuan diri. Padangmbulan adalah saat berbudaya secara maksimal. Bahkan, Cak Nun yang mempunyai Kiai Kanjeng secara khusus menamakan padangmbulan, pada pengajian rutin yang dipimpinnya.
Malam Magis
Ini merupakan anggapan yang sebagian orang. Pada saat cahaya bulan terpantul sempurna ke permukaan bumi, maka sebenarnya pada saat itu ada sebuah tenaga yang maha dahsyat menyebar di permukaan bumi.
Begitu dahsyatnya tenaga yang terpancar oleh cahaya bulan, maka pada saat itu ada orang yang bertelanjang badan untuk dapat bermandi cahaya bulan. Diyakini hal tersebut dapat berpengaruh atas kondisi diri, fisik maupun psikis.
Saat padangmbulan juga dimanfaatkan sebagai kala untuk membilas berbagai macam pusaka. Beberapa pusaka dipercaya dapat menjadi semakin kuat yoninya jika setiap padangmbulan dimandikan cahaya bulan yang begitu kuat.
Kekuatan yang terkandung dalam cahaya bulan sedemikian rupa sehingga mengilhami sebuah film manusia srigala. Yang menceritakan tentang seseorang menjelmalah menjadi serigala pada saat padangmbulan atau cahaya bulan yang sedang penuh.
Ajang Kreasi dan Eksplorasi Budaya
Di kabupaten Mojokerto, ada satu kegiatan budaya yang dilaksanakan setiap kali padangmbulan. Kegiatan ini adalah kegiatan eksplorasi dan kreasi seni yang dilaksanakan di pelataran candi Lawang yang ada di daerah Trowulan.
Pada kegiatan ini, secara bergantian kelompok kesenian dan budaya yang ada di lingkungan daerah kabupaten Mojokerto menggelar kreasi dan mengeksplorasi kemampuan kelompoknya dan memberikan hiburan sekaligus kesempatan mengapresiasi tampilan kelompok lainnya.
Trowulan sebagai wilayah yang diyakini banyak menyimpan warisan leluhur, khususnya jaman Mojopahit dibangkitkan kembali suasananya. Secara rutin, ludruk sebagai kesenian tradisional tampil membawakan berbagai cerita. Pemain ludruknya merupakan kolaborasi berbagai artis kesenian daerah Mojokerto.
Dengan adanya kegiatan padangmbulan di Trowulan ini, gairah berkesenian, berbudaya kembali terangkat dan hal tersebut mencerminkan bahwa budaya warisan leluhur masih tetap eksis dan tidak lekang dimakan jaman.
Kegiatan padangmbulan seharusnya dilakukan dimana saja sebab selain menumbuhkan kreativitas, ternyata juga dapat menumbuhkan keakraban diantara personal.
Jika Anda mempunyai kemampuan berkesenian, khususnya kesenian Jawa Timur, maka bergabunglah dalam kegiatan padangmbulan ini. Kita bangkitkan kembali gairah dan keakraban berbudaya sebab dari kegiatan itulah kita dapat saling mengenal dan memahami banyak hal.






