logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Budaya    Budaya Betawi

Mengenal Pakaian Adat Betawi


Ilustrasi pakaian adat betawi

Pakaian adat betawi terdiri dari beberapa jenis, baik untuk laki-laki maupun wanita. Pakaian adat masyarakat Betawi seperti halnya pakaian adat yang berlaku di provinsi lain, dipengaruhi oleh kebudayaan atau adat lainnya. Pengaruh tersebut dapat kita lihat dari pakaian adat Betawi untuk pakaian sehari-hari dan pakaian pengantin. Tentu saja pengaruh ini semakin memperkaya pakaian adat betawi maupun dari aksen. Misalnya saja karena masyarakat Betawi bersinggungan erat dengan etnis Tionghoa, Arab, Portugis dan bangsa lain dalam waktu cukup lama sehingga memberi pengaruh kuat terhadap pola dan model pakaian adat Betawi ini. Namun demikian pengaruh-pengaruh itu tidak menghilangkan ciri khas dari pakaian adat Betawi tersebut, sehingga tetap memiliki ciri khas yang menjadi identitas dan tidak ditemukan pada pakaian adat masyarakat dari etnis lain. Akulturasi budaya rupanya telah diterima dengan baik dalam perkembangan pakaian adat Betawi ini.

Pakaian Sehari-Hari Laki-Laki Pakaian adat Betawi yang dipergunakan oleh para kaum lelaki Betawi terdiri dari:

• Baju koko (sadariah). Baju koko yang dikenakan disebut juga sadariah. Bentuknya sama dengan baju koko pada umumnya, hanya biasanya berwarna polos. Baju koko dari Betawi ini mengaplikasi kerah polos yang sering kita temui pada pakaian adat dari Arab Saudi.

• Celana batik. Celana batik yang dikenakan adalah celana kolor batik panjang. Dengan warna yang tidak terlalu ramai, biasanya hanya putih, cokelat, dan hitam dalam motif-motifnya. Celana batik ini juga menjadi bagian pelengkap baju koko khas Betawi ini. Dalam kegiatan sehari-hari baik untuk melaksanakan sholat maupun untuk kegiatan santai, masyarakat Betawi tradisional mengenakan baju koko yang didalamnya mengenakan kaos oblong, kemudian ke bawahnya mengenakan celana batik. Baju koko Betawi ini lebih mirip baju kampret dari etnis Sunda. Antara etnis Sunda dan Betawi, termasuk telah mengalami persinggungan adat dan bahasa yang cukup intens. Mungkin salah satu alasannnya karena wilayah kedua suku bangsa ini juga berdekatan.

• Kain pelekat. Kain pelekat ini bentuknya seperti selendang yang ditempatkan sebelah pundak atau diselempangkan pada leher.

• Peci. Peci yang digunakan pada umumnya berwarna hitam berbahan beludru yang menjadi ciri khas masyarakat Betawi. Bila etnis Melayu lebih sering mengenakan peci berwarna hitam, maka dalam masyarakat Betawi sebagai pakaian adat Betawi ini lebih variasi, biasanya merah, hijau dan putih.

Pakaian Sehari-Hari Perempuan Untuk perempuan Betawi, pakaian adat yang dipergunakan sehari-hari terdiri dari:

• Baju kurung berlengan pendek. Baju kurung yang dikenakan memiliki lengan pendek, tak jarang ditambahkan saku di bagian depannya dengan warna-warna yang mencolok. Desain baju kurung Betawi ini merupakan modifikasi dari pakaian kurung khas Melayu dan pakaian etnis Tionghoa.

• Kain sarung batik. Kain sarung batik yang sering dikenakan perempuan-perempuan Betawi biasanya bercorak geometri dengan warna-warna yang cerah untuk dipadupadankan dengan baju kurung yang digunakan.

• Kerudung. Kerudung yang digunakan yaitu selendang yang dikenakan pada kepala para perempuan Betawi. Warnanya serasi dengan baju kurung yang mereka kenakan. Pada awal perkembangannya kerudung ini hanya ditutupkan pada kepala dan ujung-ujungnya terjurai.

Namun setelah Islam mempengaruhi masyarakat Betawi, kerudung ini dipergunakan dengan lebih berfungsi untuk menutup aurat di bagian kepala. Bahkan sekarang di dalam kerudung ditambahkan pula penutup kepala dengan warna yang serasi. Pakaian Pengantin Laki-Laki Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa pakaian adat Betawi dipengaruhi oleh etnis dan bangsa lain seperti Arab, Cina, Melayu, dan Barat. Pengaruh adat dari beda bangsa itu tidak saja tampak dalam pakaian adat sehari-hari, melainkan terlihat dengan jelas pengaruhnya pada pakaian pengantin baik untuk pakaian pengantin laki-laki maupun pengantin perempuan. Pakaian adat Betawi yang dipergunakan untuk pernikahan adat Betawi laki-laki disebut Dandanan care haji.

Pakaian pengantin laki-laki ini meliputi jubah dan tutup kepala. Jubah terbuat dari bahan beludru yang berwarna cerah. Jubah dalamnya terbuat dari kain berwarna putih yang halus. Sedangkan tutup kepala terbuat dari sorban disebut juga Alpie. Sebagai pelengkap dipergunakan selendang bermotif benang emas atau manik-manik yang warnanya cerah. Agar lebih serasi, pengantin lelaki pernikahan adat Betawi mempergunakan sepatu pantofel. Dari pakaian adat pengantin Betawi lelaki ini terlihat bagaimana kuatnya pengaduh dari adat Arab, Barat dan etnis lainnya. Ini semakin menunjukkan bahwa masyarakat Betawi termasuk yang menerima segala pengaruh baik yang datangnya dari luar. Pengaruh itu telah mengalami penyesuaian-penyesuaian sehingga menjadi bentuk baru yang tetap mempertegas budaya masyarakat Betawi itu sendiri.

Pakaian Pengantin Perempuan Pengantin perempuan dalam pernikahan adat Betawi mempergunakan pakaian adat betawi yang disebut Rias besar dandanan care none pengantin cine. Baju yang dikenakan blus bergaya Cina dengan bahan satin yang berwarna cerah. Bawahannya menggunakan rok atau disebut Kun yang berwarna gelap dengan model duyung. Warna yang sering digunakan hitam atau merah hati. Sebagai pelengkap bagian kepala digunakan kembang goyang dengan motif burung hong dengan sanggul palsu, dilengkapi dengan cadar di bagian wajah. Pada bagian sanggul dihiasi juga dengan bunga melati yang dibentuk roonje dan sisir. Perhiasan lain yang dipergunakan adalah kalung lebar, gelang listring, dan hiasan teratai manik-manik dikalungkan di bagian dada, serta selop dengan model perahu sebagai alas kaki.

Pada pakaian pengantin perempuan Betawi ini secara garis besarnya memang mengadopsi pakaian resmi perempuan etnis Tionghoa, namun telah mengalami penambahan sebagai bentuk adaptasi dari adat dan tradisi bangsa lain. Secara garis besar etnis Tionghoa, Arab dan Portugis memang paling dominan mempengaruhi adat masyarakat Betawi ini. Ketiga masyarakat itu tidak saja bersinggungan dalam kehidupan sehari-hari melainkan telah pula memperkaya sejarah perjuangan masyarakat Betawi. Dengan demikian ketiga etnis masyarakat pendatang tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan masyarkat Betawi itu sendiri. Pengaruh ketiga etnis besar dalam masyarakat Betawi tersebut tidak hanya terlihat dalam pakaian adat Betawi melainkan hampir terlihat di dalam segala aspek kehidupan.

Proses akulturasi budaya tersebut terjadi dengan baik dan dalam waktu sangat lama, sehingga generasi selanjutnya tidak merasa sebagai sesuatu yang baru dan pengaruh dari bangsa atau etnis lain. Inilah salah satu bukti bagaimana masyarakat Betawi menerima setiap perubahan dan pengaruh itu, asal tidak menenggelamkan jati diri sendiri. Memang demikian selayaknya sebuah akulturasi budaya terjadi. Hasil dari akulturasi budaya tersebut semakin memperkaya khasanah dan kekayaan masyarakat Betawi.

Namun demikian satu hal yang penting adalah sekalipun masyarakat Betawi tidak alegri terhadap segala pengaruh dan perubahan, jangan sampai lupa terhadap jati diri sendiri. Jangan sampai masyarakat Betawi semakin terpinggirkan dan hanya menghuni secuil tanah di bumi kelahirannya sendiri gara-gara sikap yang terlalu terbuka tadi. Kekhawatiran seperti ini pernah dengan baik dipotret dalam sinetro Si Doel Anak Sekolahan arah sutradara dan produser H. Rano Karno yang sekarang menjabat sebagai wakil gubernur Banten.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Adat dan Budaya Betawi Bernilai Multietnis
  • Yuk, Mengenal Tarian Betawi!
  • Kesenian Tari dari Betawi
  • Asal-Usul dan Ragam Lenong Betawi
  • Pakaian Adat DKI Jakarta, Harmonisasi Multietnis
  • Mengenal Pakaian Pengantin Betawi
  • Mengenal Pakaian Pengantin Betawi
  • Kuatnya Budaya dan Kebudayaan Batak
  • Mengenal Kebudayaan Suku Betawi Lebih Dekat
  • Aneka Kebudayaan Betawi
  • Filosofi Ketupat Lepas dalam Ritual Topeng Betawi
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA