logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Suku    Suku Dayak    Pakaian Suku Dayak

Mengenal Pakaian Suku Dayak

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Suku Dayak adalah suku asli yang mendiami daratan Kalimantan. Mereka sendiri terbagi menjadi beberapa rumpun suku Dayak berdasarkan wilayah tempat tinggalnya. Pakaian suku Dayak masing-masing memiliki ciri khas sendiri.

Biasanya, jenis pakaian suku Dayak digunakan berdasarkan acara adat yang akan berlangsung. Posisi atau kedudukan seseorang di dalam suku juga menentukan pakaian apa yang harus dikenakannya.

Pakaian untuk Dukun   

Pakaian dalam bahasa Dayak disebut bulang. Bulang yang dikenakan oleh seorang dukun atau balien bernama bulang kuurung. Modelnya sederhana sekali, yaitu berupa sebuah baju atasan tanpa kerah dengan model leher bulat atau segitiga.

Kainnya dahulu berasal dari serat kayu. Namun saat ini tentu sudah lebih modern dengan menggunakan kain katun berwarna hitam. Bulang Kuurung biasanya tidak dilengkapi dengan saku, namun di pinggir lengannya, diberi jahitan pita merah yang kadang juga dilengkapi dengan manik-manik.

Bulang kuurung yang modelnya menyerupai you can see atau tanpa lengan disebut bulan kuurung sapek tangan. Untuk yang berlengan pendek, namanya bulang kuurung dokot.

Untuk dukun wanita, bajunya pun khusus. Walaupun warnanya sama, yaitu hitam, namun modelnya sedikit berbeda. Dukun wanita bulangnya bermodel bukaan di depan, atau serupa kemeja. Kancingnya berupa tali yang dijahitkan di bagian depan kemeja. Nama busana untuk dukun wanita di Dayak adalah bulang kalaawat.

Pakaian Semua Golongan

Pakaian suku Dayak yang boleh digunakan oleh semua masyarakat suku bernama bulang burai king burai. Pakaian ini paling sering digunakan dalam berbagai upacara adat suku.

Modelnya lebih meriah dengan berwarna-warni manik menghias bagian depan baju. Biasanya digunakan dalam peristiwa pernikahan atau upacara tradisional menyambut tamu.

Dilengkapi dengan ikat kepala yang juga dihiasi oleh manik-manik berwarna-warni indah, sangat khas dengan adat suku dayak yang akrab dengan alam dan marga satwa di pulau Kalimantan.

Busana Penari

Berbagai pakaian yang digunakan dalam tarian tradisional yang menjadi kekayaan budaya suku Dayak hampir seluruhnya dilengkapi dengan hiasan berupa manik-manik dan juga bulu-bulu burung khas Kalimantan, yaitu burung Enggang.

Seperti yang digunakan oleh penari Kancet Ledo atau tari gong, jenis tarian yang cukup popular di Indonesia. Tari ini dibawakan oleh seorang gadis cantik yang menari di atas sebuah gong.

Modelnya menggunakan pakaian suku Dayak Kenyah yang dilengkapi hiasan bulu burung Enggang dijari-jari penari serta baju tanpa lengan yang dipenuhi dengan manik-manik cantik.

Berbagai macam model pakaian suku Dayak di atas menunjukkan betapa kayanya budaya Indonesia tercinta ini.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Mengenal rumah adat suku Dayak
  • Adat Istiadat Suku Dayak, Menyatu Dengan Alam
  • Tiga Tradisi Suku Dayak yang Terkenal
  • Tradisi dan Upacara Adat Suku Dayak
  • Mata Pencaharian Suku Dayak
  • Mengenal Jenis Pakaian Adat Suku Dayak
  • Lebih Jauh tentang Suku Dayak Kalimantan
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA