Panasonic
Ilustrasi panasonic
Panasonic adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri elektronik. Perusahaan ini berpusat di kawasan Kadoma, Prefektur Osaka, Jepang. Sebuah kawasan yang merupakan salah satu pusat perindustrian besar Jepang.
Perusahaan ini sendiri memiliki nama lengkap Panasonic Corporation, dan berdiri sejak tahun 1918. Pendiri perusahaan ini sendiri adalah Konosuke Matsushita, dengan produk awal mereka adalah soket lampu duplek. Sejak saat itulah, perusahaan ini tumbuh menjadi salah satu raksasa elektronik besar dari Jepang, bersaing dengan produsen elektronik raksasa lain seperti Sony, Sharp ataupun Toshiba.
Sukses dengan produk pertamanya, pada tahun 1927 Panasonic memperbanyak varian produk mereka. Meski demikian segmen produk mereka masih sama, yaitu peralatan elektronik kebutuhan rumah tangga. Tahun 1927, mereka mengawali membuat produk lampu sepeda yang dipasarkan dengan merk National
sejak saat inilah, bisnis perusahaan ini tumbuh dengan cepat.
Mereka kemudian memproduksi beragam alat elektronik kebutuhan rumah tangga seperti televisi, lemari es, hingga setrika listrik. Termasuk diantaranya menciptakan produk semikonduktor. Bahkan untuk produk semikonduktor ini, Panasonic berhasil masuk ke dalam jajaran 20 produsen semikonduktor terbesar di dunia.
Sebagai perusahaan elektronik, perusahaan ini tidak hanya memikirkan masalah bisnis semata. Dalam upaya mendukung kemajuan olahraga sepak bola Jepang, Panasonic membentuk sebuah tim sepak bola. Tim ini bahkan menjadi langganan peserta J-League atau liga sepak bola Jepang. Nama klub sepak bola milik perusahaan Panasonic ini bernama Mastsushita.
Keberadaan klub ini memiliki beberapa makna penting bagi perusahaan. Selain sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan olahraga sepak bola Jepang, klub sepak bola ini menjadi ajang promosi perusahaan atas semua produk Panasonic. Termasuk diantaranya ketika pada akhir tahun 80an, klub Matsushita Jepang ini mengontrak seorang pemain sepak bola Indonesia, yaitu Ricky Yakob.
Hal ini salah satunya dimaksudkan untuk meningkatkan perhatian masyarakat Indonesia terhadap semua produk Panasonic. Dengan adanya hubungan dalam kontrak sepak bola, diharapkan masyarakat Indonesia memiliki kepedulian untuk membeli semua produk Panasonic, mengingat perusahaan inilah yang sudah menggunakan jasa pemain terbaik Indonesia saat itu.
Perkembangan Panasonic
Di luar Jepang, khususnya di kawasan Asia Pasifik Panasonic pertama kali membuat pabrik mereka di kawasan Thailand. Pendirian pabrik ini dilakukan pada tahun 1961 sebagai salah satu strategi mereka untuk memperluas pasar. Cabang Panasonic di Thailand inilah yang sekaligus menjadi salah satu media perusahaan untuk menjajaki pasar luar Jepang sebelum mereka membuka cabang di negara lain.
Setelah kantor di Thailand mampu meraih target yang diharapkan, beberapa tahun kemudian Panasonic mulai membuka cabang di beberapa negara. Hingga saat ini, tercatat ada sembilan negara yang menjadi pusat industri Panasonic.
Indonesia termasuk salah satu negara yang menjadi sasaran utama produk dari Panasonic tersebut. Hal ini terkait dengan potensi penduduk Indonesia yang termasuk ke dalam kelompok empat besar negara terpadat di dunia. Secara keseluruhan, pada saat ini ada 75 perusahaan Panasonic di berbagai negara. Dari jumlah tersebut, mereka berhasil menyerap sekitar 82 ribu pekerja.
Keuntungan yang berhasil diraup oleh Panasonic tercatat 9,457 juta dollar Amerika per tahun 2005. hal ini setara dengan 26 persen penjualan keseluruhan produk Panasonic di luar negeri. Tentunya, hal tersebut bukan angka yang kecil terutama jika melihat latar belakang sejarah perusahaan yang berawal dari memproduksi lampu sepeda.
Untuk kawasan Indonesia, nama Panasonic sudah demikian kuat berada di hati masyarakat. Hal ini terkait dengan sejarah panjang yang sudah ditorehkan selama pembangunan Indonesia. Salah satunya adalah ketika muncul radio “Tjawang” yang didirikan oleh H. Thayeb Moh. Gobel pada tahun 1954. Radio ini menjadi cikal bakal masuknya Panasonic di Indonesia, dimana hingga saat ini distribusi produk Panasonic dikuasai oleh dinasti Gobel sebagai wujud penghargaan Panasonic atas peran Thayeb. Moh. Gobel tersebut.
Selain itu, Panasonic tercatat sebagai perusahaan elektronik pertama di Indonesia yang membuat televisi. Hal ini terjadi pada tahun 1962, dengan nama National. Itulah mengapa, pada era 70 hingga 90an, merk National menjadi sebuah brand image di kalangan masyarakat Indonesia.
Pada tahun 2004, terjadi sebuah perombakan dalam perusahaan Panasonic. Mereka memutuskan untuk menarik merk National pada semua produk mereka, dan menggantinya menjadi Panasonic sebagai merk dagang. Tentu saja, hal ini dilakukan tanpa mengurangi kualitas produk yang sudah dikenal oleh masyarakat.
Sebagai wujud keseriusan usaha tersebut, Panasonic Indonesia melakukan sebuah proses yang sangat panjang. Di antaranya dengan menggandeng artis Indonesia yang sedang naik daun saat itu, Dian Sastro Wardoyo sebagai brand ambassador produk Panasonic.
Dalam iklannya, Dian Sastro berusaha menciptakan image bahwa antara merk National dan Panasonic tidaklah berbeda. Keduanya hanya berbeda dari sudut nama, sementara untuk kualitas keduanya adalah sama karena memang berasal dari produsen yang sama. Tagline yang digunakan oleh Dian Sastro untuk menciptakan kesan pada konsumen saat itu adalah “Panasonic, Iya Sih”.
Peran Panasonic
Di Indonesia, peran Panasonic cukup besar bukan hanya pada perkembangan teknologi semata. Namun, perusahaan yang sudah tiga kali berganti nama di Indonesia ini juga turut berperan aktif terhadap berbagai masalah yang terjadi di lingkungannya.
Seperti di bidang pendidikan, Panasonic kerap memberikan beasiswa kepada siwa yang berbakat melalui program Panasonic Sholarship. Program ini sendiri sudah berjalan sejak tahun 1996, dengan memberikan bantuan untuk kuliah di strata 1 maupun strata 2 di Jepang.
Selain itu, perusahaan ini juga menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi, seperti Institut Pertanian Bogor. Tujuannya adalah untuk menciptakan produk inovatif yang mampu memiliki manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat khususnya para petani. Panasonis juga mendirikan Techno Shool, yaitu sebuah sekolah yang khusus mendidik putra putri Indonesia guna diberi bekal ketrampilan di bidang elektronika sehingga mereka bisa menjadi tenaga kerja yang siap pakai.
Di bidang kesehatan, Panasonic menjalin kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Kerjasama ini bertujuan menciptakan sebuah lembaga kesehatan semacam klinik yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu. Klinik ini sendiri ebrada di kawasan Cibubur, Cibitung serta Cawang. Panasonic juga berperan aktif dalam mengkampanyekan lingkungan yang bersih dari sampah.
Hal ini dilakukan dengan membuat produk ramah lingkungan, dan juga menggunakan solder anti timah pada produk mereka. Hal ini digunakan sebagai alternatif penggunaan solder timah yang kurang ramah terhadap kesehatan lingkungan. Di pabrik pun, sudah diterapkan manajemen pembuangan limbah. Tujuannya adalah pembuangan limbah tanpa adanya limbah. Hal ini sudah berhasil dicapai oleh Panasonic sejak tahun 2002.
Pada berbagai bencana alam pun, Panasonic tidak tertinggal untuk turut serta membantu penanganan korban bencana alam. Beberapa moment dimana Panasonic menyisihkan sebagian keuntungan mereka untuk membantu para korban adalah ketika terjadi tsunami di Aceh, gempa bumi di Yogyakarta serta pada gempa di Padang, Sumatra Barat. Melalui program Corporate Social Responsibility, Panasonic menunjukkan kepeduliannya kepada bangsa Indonesia yang sudah puluhan tahun memberikan loyalitasnya kepada perusahaan tersebut hingga menjadi salah satu perusahaan elektronik terbesar dunia saat ini.

