Pantai dan Laut
Pantai dan laut merupakan suatu tempat yang banyak dikunjungi wisatawan untuk berwisata. Di tempat ini, ada banyak hal yang bisa dinikmati setiap pengunjung. Hamparan pasir putih yang luas serta birunya air laut membuat pengunjung bisa merasakan suasana yang tidak biasa.
Selain itu, dengan mengunjungi pantai dan laut, setiap pengunjung bisa lebih mentafakuri kebesaran Allah Swt. Sungguh manusia itu begitu lemah jika dibandingkan dengan kebesaran dan kekuasaan Allah Swt.
Nah, pada kesempatan kali ini penulis akan mengajak pembaca untuk mengetahui lebih jauh seputar pantai dan laut serta berbagai istilah lain yang berkaitan keduanya. Anda tentu penasaran, bukan? Berikut adalah pembahasannya.
Pengertian Pantai dan Laut
Pantai adalah tepi laut; pesisir; atau sebuah wilayah yang menjadi batas antara lautandan daratan. Sedangkan laut adalah kumpulan air asin (dalam jumlah yang banyak dan luas) yang menggenangi dan membagi daratan atas benua atau pulau. Laut secara langsung terhubung dengan samudra. Setidaknya terdapat banyak istilah yang memiliki kaitan atau hubungan dengan pantai dan laut. Apa sajakah istilah-istilah tersebut? Berikut uraiannya.
Berbagai Istilah yang Berkaitan dengan Pantai dan Laut
1. Pantai
b. Garis Pantai
Istilah yang pertama akan diuraikan dalam artikel ini adalah tentang garis pantai. Pembaca sekalian tentu pernah mendengar istilah ini, bukan? Namun, tahukan apa itu garis pantai? Garis pantai adalah batas pertemuan antara bagian laut dan daratan pada saat terjadi air laut pasang tertinggi. Garis pantai ini dapat berubah seiring terjadinya abrasi, yaitu pengikisan pantai oleh gelombang laut yang menyebabkan berkurangnya areal daratan.
Abrasi merupakan sebuah peristiwa yang memiliki dampak besar jika tetap dibiarkan. Untuk itu, pengendalian abrasi sudah sepantasnya dilakukan. Pengikisan areal daratan dapat menyebabkan kerusakan ekosistem pantai dan kerusakan garis pantai. Setidaknya, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan dan mencegah abrasi.
Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi atau setidaknya mengurangi pengikisan pantai adalah dengan membuat semacam pemecah gelombang agar energi gelombangnya tidak langsung menghantam pantai. Pemecah gelombang ini bisa dibuat dengan menggunakan tumpukan tetrapod dari beton pada jarak tertentu dari garis pantai.
Cara kedua adalah dengan melestarikan hutan bakau dan terumbu karang. Selain bermanfaat sebagai pemecah gelombang hutan bakau juga bermanfaat sebagai habitat atau tempat hidup binatang serta tempat berkembang biak ikan-ikan tertentu. Sama seperti hutan bakau, terumbu karang pun menjadi sesuatu yang harus dilestarikan. Karena keberadaan terumbu karang ini pun ternyata bisa menghambat energi gelombang.
Dengan adanya penghambat gelombang ini, baik yang terbuat dari tumpukan tetrapod, hutan bakau, atau terumbu karang, kekuatan gelombang yang akan menghantam pantai akan lemah sehingga tidak berdampak terlalu besar kepada terjadinya abrasi.
b. Reklamasi Pantai
Reklamasi pantai adalah proses membuat daratan baru pada suatu daerah perairan/pesisir pantai atau daerah rawa. Reklamasi pantai biasanya dilakukan jika penduduk yang mendiami suatu kawasan pesisir pantai semakin banyak, sedangkan lahan yang tersedia tidak mencukupi lagi.
Pertumbuhan penduduk yang setiap tahun selalu mengalami peningkatan tentu tidak bisa dipisahkan begitu saja dengan yang namanya kebutuhan lahan. Dengan begitu, berbagai pembangunan yang bertujuan untuk memenuhi dan mewujudkan kesejahteraan rakyat pun tidak bisa dielakkan lagi.
Manusia dengan segala pemikirannya tentu akan mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan akan lahan ini. Salah satu solusi yang mungkin diambil adalah dengan mencari lahan baru yang memiliki aktivitas perekonomian cukup tinggi atau memiliki nilai komersial. Salah satu kawasan yang memiliki lahan dengan tingkat komersial tinggi, di antaranya adalah sekitar bandara, pelabuhan, pantai, dan kawasan komersil lainnya.
Pembangunan kawasan komersil, dalam hal ini adalah kawasan pantai, tentu akan mendatangkan keuntungan ekonomi yang sangat besar bagi wilayah tersebut. Bagaimana tidak, dengan semakin banyaknya kawasan komersil yang dibangun, tentunya akan menambah pemasukan atau pendapatan asli daerah (PAD).
Reklamasi pantai dapat memberikan keuntungan dan membantu wilayah tersebut dalam menyediakan lahan yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, seperti pengembangan wisata bahari, penataan daerah pantai, dan lain sebagainya. Namun, disamping keuntungan yang didapat, aktivitas reklamasi juga tentu memiliki dampak yang negatif jika tidak ditangani dengan baik.
Bagaimanapun juga, reklamasi merupakan salah satu bentuk campur tangan manusia terhadap alam sehingga bukan mustahil akan mengganggu keseimbangan lingkungan alamiah pantai. Perubahan pola arus pantai, perubahan ekosistem, erosi dan sedimentasi, serta berbagai gangguan lingkungan lainnya adalah dampak yang harus dipikirkan manusia.
Sebagaimana dijelaskan dalam Undang-undang no. 27 tahun 2007 pada pasal 34, reklamasi pantai dapat dilaksanakan jika manfaat sosial dan ekonomi yang diperoleh lebih besar dari biaya sosial dan biaya ekonominya. Meski begitu, pelaksanaan reklamasi pantai pun harus dan wajib menjaga serta memerhatikan beberapa hal berikut.
- keberlanjutan kehidupan dan penghidupan masyarakat;
- keseimbangan antara kepentingan pemanfaatan dan pelestarian lingkungan pesisir;
- persyaratan teknis pengambilan, pengerukan dan penimbunan material.
Setelah mengetahui beberapa istilah yang berkaitan dengan pantai, sekarang kita lanjutkan ke pembahasan beberapa istilah yang berhubungan dengan laut.
2. Laut
a. Letak Laut
Berdasarkan letak daratan atau pulai, laut dapat dibedakan ke dalam kelompok berikut.
- Laut tepi; merupakan laut yang letaknya di tepi benua dan terhalang dari lautan oleh pulau-pulau atau jazirah. Contohnya Laut Cina Selatan, letaknya terhalang oleh Filipina dan Kepulauan Indonesia dari Samudra Pasifik; Laut Utara, letaknya terhalang oleh Samudera Atlantik dan Kepulauan Inggris, serta Laut Jepang, letaknya terhalang oleh Samudra Pasifik dan Kepulauan Jepang.
- Laut pertengahan; merupakan laut yang letaknya di antara dua benua dan mempunyai gugusan kepulauan serta kedalaman laut yang dalam. Contohnya laut yang berada di antara Benua Eropa dan Afrika di Kepulauan Yunani dan Laut Banda, Laut Sulawesi, dan laut-laut yang berada di antara Asia, Australia, serta Kepulauan Indonesia.
- Laut pedalaman; merupakan laut yang letaknya hampir seluruhnya dikelilingi oleh daratan. Contohnya Laut Hitam, Laut Merah, Laut Kaspia, dan Laut Baltik.
b. Zona Laut
Kedalaman dasar yang dimiliki laut berbeda antara satu dengan lainnya. Gambarasn dasar laut adalah membentuk lereng mulai garis pantai ke arah tengah laut. Semakin jauh jarak laut dari daratan pantai, semakin dalam pula kedalamannya. Berdasarkan zona kedalaman yang dimilikinya, laut dapat dibedakan ke dalam beberapa zona berikut.
- Zona litoral atau zona pasang surut; merupakan wilayah laut yang berada di antara pasang naik dan pasang surut air laut. Zona ini sering disebut dengan daerah pantai.
- Zona neritik; merupakan wilayah laut yang berada di antara garis pantai kedalaman 200 m. Pada zona ini, ikan, tumbuhan, dan hewan laut lainnya banyak dijumpai karena sinar matahari masih dapat menembus kedalaman ini.
- Zona batial, merupakan wilayah laut yang berada pada kedalaman 200–2.500 m. Ikan dan biota laut lainnya mulai jarang ditemui karena di kedalaman ini, sinar matahari sudah tidak mampu lagi menembusnya. Zona ini biasanya merupakan lereng benua (continental slope) yang sangat curam dan berbatasan langsung dengan landas benua (continental shelf).
- Zona abisal, merupakan wilayah laut yang mempunyai kedalaman lebih dari 2.500 m. Pada kedalaman ini, hanya beberapa hewan laut yang bisa dijumpai, sedangkan tumbuhan sudah tidak akan dijumpai lagi karena suhu di kedalaman ini sangat dingin.
Nah, itulah sedikit ulasan mengenai pantai dan laut beserta beberapa istilahnya yang dapat penulis sajikan. Sebenarnya, masih banyak istilah lain yang berkaitan dengan pantai dan laut ini. Mudah-mudahan di lain kesempatan penulis bisa menyajikannya kembali untuk pembaca. Semoga bermanfaat.

